Crazy Day 2

26.5K 2.6K 306
                                        

"Ngapain lo di sini?" tanya Alex dengan nada sinisnya pada Ken.

"Dia nganter Jessie pulang" ucap Gibran agak tidak suka dengan nada bicara Alex.

Jessie yang hanya duduk diam melirik ke arah Zena yang sedang tersenyum remeh padanya, 'Wah bisa jadi fitnah baru nih' Batin Zena.

Jessie menaikkan sebelah alisnya, 'Mari bermain api' batin Jessie tersenyum kecil.

"Nganter pulang? Darimana?" tanya Alden menatap Jessie curiga.

"Jes-"

Suara Gibran terpotong oleh ucapan Jessie "kok lo mau tau banget sih bang? Kenapa? Khawatir?" Ucap Jessie sambil menutup mulutnya yang membentuk huruf 'o' seolah tak menyangka dengan pertanyaan Alden.

Alden hanya diam sambil menatap Jessie datar, namun kini Alex yang bersuara.

"Halah palingan ke tempat haram kan? Kek biasa" ucap Alex menyeringai remeh.

"ALEX!" teriak Gibran, membuat Alex dan seluruh orang yang ada di sana terperanjat kaget.

'Abangnya serem euy' batin Ken sambil mengusap dadanya.

"Bang, udah bang. Biarin mereka mau ngomong apa. Tong kosong nyaring bunyinya" ucap Jessie sambil mengelus punggung lebar Gibran, matanya menatap tajam ke arah Alex. Membuat sang empu mengepalkan tangannya kesal.

Melihat tangan Alex yang sudah mengepal karena tersulut emosi, membuat Jessie tersenyum miring, "Mending abang masuk deh sekarang. Pasti capek seharian nyari Jessie, maaf ya bikin abang khawatir" ucap Jessie pada Gibran.

Gibran menghela nafasnya, "Haaaa yaudah, abang masuk duluan. Jessie juga jangan kemaleman tidurnya. Abang duluan ya" ucap Gibran, tangannya terangkat mengusap kepala Jessie.

"Iya abang, sweet dreams"

Cup

Gibran membeku sejenak saat Jessie mencium pipinya, namun sesaat setelah itu ia tersenyum kecil ke arah Jessie dan berbalik menuju kamarnya.

Setelah Gibran menghilang dari pandangan mereka, Jessie kini menatap Ken yang masih duduk manis di sofa. Yang ditatap pun hanya menatap Jessie sambil berkedip polos.

Jessie berjalan mendekati Ken, ia tersenyum kecil sambil melirik Zena sekilas, 'Show time~'

"Honey~" suara manja Jessie masuk ke gendang telinga mereka. Ia kini telah duduk nyaman di pangkuan Ken, membuat kelima orang di hadapan mereka membelalak kaget.

"Je-Jes, lo ngapain?" bisik Ken, wajahnnya sudah semerah tomat saat ini. Bahkan kedua tangannya tak mampu menutupi rona yang menjalar sampai ke telinga dan lehernya itu. Astaga apa Jessie tidak sadar kalau Ken Junior di bawah sana sedang bersemangat?

'Gue harus berendam air es pulang nanti' batin Ken.

"Ih~ kamu kok gitu sih? Kita kan pacaran mulai hari ini. Kamu gak inget tadi siang kamu nembak aku?" Jessie mengerucutkan bibirnya lucu. Ken yang melihat itu pun kesulitan meneguk salivanya, rasanya ia ingin 'menyerang' Jessie sekarang juga. Tapi akal sehatnya seakan menahan nafsunya. Baik, mari ikuti saja dulu permainan gila ini.

Setelah mampu menetralkan ekspresi wajahnya, Ken tersenyum cerah pada Jessie, Zena nampak sedikit merona melihat senyum Ken.

"Aku becanda sayang, kenapa hm?" satu tangan Ken mengelus wajah mulus Jessie pelan, kemudian beralih memainkan anak rambut Jessie. Sedang tangannya yang satu lagi merangkul pinggul Jessie posesif, membuat sang empu agak kaget karenanya.

'Anjir nih anak jago juga' batin Jessie tersenyum miring.

"Besok aku mau ngegym, temenin ya" ucap Jessie dengan wajah imutnya. Tangannya kini telah merangkul leher Ken mesra.

Villainess' RevengeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang