Another Revenge

18.5K 1.7K 287
                                        

Keesokkan harinya,

"Barang-barang kamu ga ada yang ketinggalan kan?" tanya Jessie saat akan mengantar Ken menaikki jet milik keluarga Vorxon.

"Gak ada sayang, makasih ya udah nganter. Jaga diri baik-baik, I love you" ucap Ken lembut sembari mencium kening Jessie. Oh Ken ingin sekali mencium bibir ranum itu, tapi tatapan tajam Gibran dan Alden dari belakang sana serasa bisa menusuknya.

"I love you too" ucap Jessie setelah Ken melepaskan ciumannya.

Grep

Mata Jessie membola saat Ken tiba-tiba memeluknya, "I'm gonna miss you so much baby"(aku bakal kangen banget sama kamu) ucap Ken lirih.

Jessie terkekeh geli, ah seandainya Ken tau betapa sedihnya Jessie saat ini memikirkan bahwa ia akan berpisah jauh dari Ken.

Ken melepas pelukan mereka, "When everything's over, let's get married"(saat semuanya udah berakhir, ayo nikah) ucap Ken menatap mata Jessie serius.

Jessie kembali terkekeh, "Kuliah dulu Ken" ucap Jessie sembari mengacak rambut hitam kekasihnya itu.

Ken tersenyum manis, sekian detik kemudian ia kembali memeluk Jessie erat.

"Woyyy Ken udah dulu romantisannya, jadi otw gak nih?!" seru David dari pintu masuk jet. The Kolor Ijo memang akan ikut ke Spanyol bersama Ken.

Ken pun melepas pelukannya, bibir itu kembali menempel pada kening Jessie lama. Setelah Ken melepas ciumannya, matanya kembali menatap Jessie sayup. Ah ia akan merindukan mata hijau indah ini.

"See you baby" ucap Ken seraya melepaskan rangkulan posesifnya dari Jessie.

"See you" balas Jessie dengan senyum lembut.

Ken berbalik, kaki jenjangnya melangkah menuju tangga untuk memasukki pintu jet. Saat sudah berada di pintu, ken berbalik dan melambaikan tangannya pada Jessie.

Jessie membalas lambaian tangan Ken, "Cepatlah kembali" gumam Jessie.

---//---

Setelah sekitar 13 jam di perjalanan, Ken dan the Kolor Ijo pun tiba di Spanyol. Mereka dijemput oleh supir keluarga Vorxon dan langsung berjalan menuju mansion.

Setelah sampai, mereka langsung membereskan barang-barang di kamar mereka masing-masing. Ken juga menyempatkan diri untuk menyapa kakek dan pamannya.

Saat hari sudah malam, Ken keluar dari mansion dengan mobilnya. Menuju sebuah rumah kumuh di tengah hutan belantara.

Ken memakirkan mobilnya di depan rumah itu. Ia berjalan, membuka pintu rumah yang berderit karena telah usang.

Ken masuk ke dalam sebuah kamar, tangannya terulur menggeser ranjang kayu yang sudah tua itu dengan mudahnya.

Mata Ken nampak menyala di dalam gelap, ia masuk menuruni tangga yanh berada di bawah kasur itu.

Setelah anak tangga itu habis ia turuni, Ken berjalan di koridor yang terang karena lampu neon yang menyala di sepanjang koridor.

Sekeliling koridor itu hanya beton abu-abu tak berwarna dengan ukiran kepala serigala yang besar di sepanjang koridor. Ukiran serigala yang persis seperti tatto di lengan Ken.

Ceklek

Pintu itu terbuka, Ken memasukki ruangan yang kini sudah ramai ditempati orang-orang. Mereka berdiri dan langsung membungkuk saat Ken melangkahkan kakinya masuk.

"Welcome, Alpha" ucap mereka bersamaan.

Ken menduduki kursi yang mirip dengan singgasana di ujung karpet merah yang menghadap langsung ke arah pintu tadi.

Villainess' RevengeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang