Saat pertama kali membuka mata di kamar Ken, Jessie memang melihat beberapa alat yang biasa digunakan untuk memelihara anjing. Seperti collar, tali untuk jalan-jalan, beberapa mainan, Jessie kira Ken memelihara seekor anjing. Tapi siapa sangka kalau anjingnya sebesar ini?
"K-ken..." panggil Jessie pada Ken yang masih diam di kursinya.
"Hm?" jawab Ken tersenyum tanpa dosa.
"Nih guguk jinak kan ya? Suruh turun dong, berat banget" Jessie tersiksa karena Alan yang tiba-tiba menerjang Jessie di atas kasur. Seolah Jessie adalah majikan yang baru ia temui setelah sekian lama.
"Kalo gue suruh turun, ntar lo mukul gue lagi" jawab Ken masih dengan wajah tanpa dosanya.
Jessie menatap Ken tajam, "Kalo lo gak nyuruh dia turun, gue bakal mukul lo beneran" ancam Jessie.
Ken berdecak, padahal sudah lama ia tidak melihat Alan begini. Terakhir kali saat mendiang Sisca masih hidup, entah ada hal apa antara Jessie dan Sisca hingga bisa membuat Alan jatuh pada pandangan pertama.
"Alan, get down"(Alan, turun) perintah Ken.
Alan tidak bergeming, ia masih setia di atss tubuh Jessie. Menggosok-gosokkan kepala berbulunya di pipi Jessie sambil sesekali menjilatnya.
Ken menghela nafas kasar, baik mari gunakan kekerasan. Ia bangkit berdiri, tangannya terangkat memeluk tubuh besar Alan. Oh jangan ragukan kekuatan fisik Ken, anak ini bahkan sanggup mengangkat sebuah Galon dengan cara diselipkan di ketiaknya.
"Tu-run A-laaannn" ucap Ken sambil menarik tubuh Alan menjauh dari Jessie. Dan berhasil, Ken meletakkan Alan ke lantai di samping kasur.
Mereka berdua bernafas lega, namun seketika mendelik saat Alan kembali naik ke atas tubuh Jessie.
Ken pun kembali duduk di kursinya, Alan ini tipe yang tidak mau dipaksa. Jadi, demi keselamatan bersama lebih baik kita menyerah.
"Coba lo yang ngasih perintah Jes" saran Ken.
Jessie yang awalnya ragu-ragu untuk melakukannya pun akhirnya tetap melakukan saran Ken. "Eum... Alan, aren't you a good boy?"(Alan anak baik kan?) ucap Jessie sambil menggaruk-garuk leher Alan. Alan pun nampak menikmatinya.
Bibir Jessie mengurva tersenyum saat melihat reaksi Alan, "can you please get off of me?"(tolong, bisa turun?)
"Hhnngg hnngg" Alan melolong sedih, namun ia menuruti perintah Jessie dan turun dari ranjang.
"Aaaawww maaf ya, lain kali kita main bareng, oke?" ucap Jessie. Jujur, ia tidak pernah memelihara hewan di kehidupan sebelumnya maupun sekarang. Tapi entah kenapa Alan terasa sangat bersahabat dengannya.
"Woof woof" balas Alan sambil melompat.
"Nah kalo nurut gitu kan enak" sinis Ken pada Alan.
"Ggrrrrr" Alan mengerang saat menatap Ken, kemudian langsung memalingkan wajahnya dan berjalan keluar dari kamar.
"Yah di cuekkin gue" ucap Ken sambil menatap kepergian Alan.
"Itu anjing jenis apa Ken? Husky husky itu ya?" tanya Jessie penasaran.
"Serigala" jawab Ken enteng.
Jessie membeku seketika, 'Haha serigala, ya? Untung kaga dimakan gue tadi' batin Jessie tetsenyum pahit.
"Lo ngapain dah melihara serigala? Melihara tuyul kek biar untung gitu" ucap Jessie menyamankan posisi duduknya di pinggir ranjang.
Ken menaikkan sebelah alisnya, "Kalo gue melihara tuyul, duit bokap gue mau dikemanain?" jawab Ken.
KAMU SEDANG MEMBACA
Villainess' Revenge
FantasiaCOMPLETED Jeslyn Aulia Puteri, atau sering dipanggil Jessie, seorang atlit karate yang telah mendapat banyak penghargaan atas prestasinya. Baik di tingkat kecamatan hingga internasional. Namun, sepulang dari pertandingannya yang terakhir di Korea...
