BLAM
Jessie membanting pintu kamarnya, melempar tasnya ke sembarang arah. Kemudian menghempaskan tubuhnya di kasur queensize itu.
Jessie menghela nafasnya panjang sembari memejamkan matanya, ia lelah. Tapi ia tidak boleh menyerah, demi Jeslyn, demi Sisca. Ia harus membalaskan dendam mereka.
Tunggu, kalau dipikir-pikir apa alasan Zena sampai bersikeras ingin menyiksa Jeslyn? Kenapa Zena seperti menginginkan segala yang Jeslyn miliki? Kakaknya, pacarnya, bahkan barusan orang tuanya. Apa salah Jeslyn pada Zena?
Jessie tidak mendapatkan apapun dari ingatan Jeslyn. Ia tidak pernah mengganggu apalagi mencari masalah dengan Zena. Tiba-tiba saja Zena datang dan memfitnah Jeslyn ini dan itu sehingga membuat kedua kakak bahkan kekasihnya sendiri membenci Jeslyn.
Kalau begini, hanya ada satu kesimpulan yang bisa Jessie ambil.
Zena iri pada hidup jeslyn.
Kemungkinan besar begitu. Sejauh yang Jessie ingat, Zena tidak pernah muncul bersama orang tua, saudara atau kekasihnya. Apakah Zena kurang diberi kasih sayang?
Tapi apapun itu tetap tidak bisa membenarkan perilaku Zena pada Jessie selama ini.
Tunggu, bagaimana kalau ini masalah perusahaan? Ah perusahaan keluarga Hill bergerak di bidang FnB. Yang berarti sangat banyak pesaing di luar sana yang bisa mengancam kesuksesan mereka jika mereka tidak bisa menyaingi kompetitor.
Berbeda dengan perusahaan senjata milik keluarga Zavica yang tidak banyak memiliki saingan dan penjualan yang bisa dibilang stabil. Karena kebanyakan pihak militer dan kepolisian memasok senjata dari perusahaan Zavica, baik dari dalam maupun luar negri.
Ah, Jessie baru ingat. Keluarga Leo memiliki perusahaan otomotif. Tentu saja akan sangat menguntungkan jika Zena bisa menikahi Leo yang notabenenya merupakan penerus usaha kekuarganya.
Namun sama dengan keluarga Hill, perusahaan Georgio memiliki banyak competitor meskipun penjualannya stabil. Kalian lihat saja iklan mobil-mobil terbaru yang dikeluarkan hampir setiap minggu. Bayangkan apa jadinya jika perusahaan mereka tidak sanggup menyaingi competitor.
Kalau Zena menikahi Leo dan memiliki hubungan baik dengan keluarga Zavica, bayangkan betapa menguntungkannya posisi tersebut bagi Zena dan keluarganya.
Jessie menghempaskan punghungnya di sandaran kursi, matanya menatap langit-langit kamar,"Hah~ bisa gila gue" Jessie menghela nafasnya kasar.
Tutupen botolmu tutupen oplosanmu emane nyawamu ojo mbok terus-teruske. Mergane~ ora ono gunane~
Suara ringtone dari ponsel Jessie terdengar, ia menegapkan punggungnya dan segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di samping laptop.
Alisnya berkerut saat melihat nama pemanggil yang tertera di layar. Ia pun menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu di telinganya.
"Halo?" ucap Jessie.
"He-hello m-my baby"
"Ken? Kenapa nelfon?" tanya Jessie.
"Well, i miss you"
"What the fuck Ken? Please, Kita cuma pacar bohongan" jawab Jessie tidak suka.
"But i really do" suara Ken terdengar memelas.
"Yea yea whatever" jawab Jessie malas. Walaupun ada setitik perasaan di hatinya yang merasa senang saat mendengar bahwa Ken merindukannya, namun Jessie tidak ingin terlalu berharap. Hubunganya dengan Ken semata-mata hanya karena Sisca.
KAMU SEDANG MEMBACA
Villainess' Revenge
FantasiaCOMPLETED Jeslyn Aulia Puteri, atau sering dipanggil Jessie, seorang atlit karate yang telah mendapat banyak penghargaan atas prestasinya. Baik di tingkat kecamatan hingga internasional. Namun, sepulang dari pertandingannya yang terakhir di Korea...
