❗TANDAI TYPO❗
•
•
•
بسم الله الرحمن الرحيم
🌦
Setelah mengantarkan Sasya ke sekolahnya, kini mobil yang ditumpangi oleh 3 orang anak ber marga Arsenio itu kembali melaju untuk sampai di sekolahnya, SMA Galandra. Sekolah swasta milik kakek mereka.
"Ka, sekolah di sana itu gimana sih? Seru nggak?" tanya Arsha yang duduk di belakang bersama Arka.
Arsha baru saja pulang dari pondok pesantren. Di kelas 12 ini dirinya ingin merasakan masa SMA, jadi sang Ayah memutuskan untuk memasukkan Arsha ke sekolahnya dulu.
Arka juga sama. Tapi dirinya baru kembali setelah kurang lebih 15 tahun menghilang.
"Kalo di bilang seru, sih, ya lumayan lah." Shaka menjawab sembari fokus menyetir. Dirinya duduk sendirian di depan. Tadinya ada Sasya, karena Sasya yang sudah turun, jadi dirinya duduk sendiri.
"Di sana ada eskul apa aja?"
"Banyak, Bang. Hampir semua ada, kok."
"Oh, ya. Kata Ayah, lu ikutan masuk geng motor ya?" Arsha menatap Shaka dari kaca spion sembari menarik sebelah alisnya.
"Ikutan," jawab Shaka. "Masuk ke geng motor itu enak, tau, Teh. Diidamkan para ciwi-ciwi," lanjutnya.
Arsha mendengus sebal. "Misik ging mitir iti inik, tii, Tih. Diidimkin piri ciwi-ciwi." Arsha menye-nye, menuruti ucapan Shaka.
Arka hanya tertawa melihat kelakuan adiknya. Sejujurnya ia masih sedikit canggung dengan suasana ini. Jadi dirinya lebih memilih diam. Bahkan saat sedang berkumpul, dirinya dan Arsha juga memilih diam. Tapi menurut sang Bunda itu wajar, karena dulu sifat Ayah mereka juga dingin. Jadi sifatnya kini menurun ke Arka dan Arsha.
Setelah kurang lebih 15 menit perjalanan, kini ke-tiganya telah sampai di SMA Galandra. Sejak memasuki parkiran saja mobil Alphard milik Ayah mereka telah menjadi pusat perhatian.
Shaka menolehkan kepalanya menghadap Arka dan Arsha. "Jangan keluar dulu, ya. Nanti aja, pas gua tepuk tangan, kalian keluar dengan kompak. Awas aja kalo ngga kompak." Setelahnya Shaka turun. Mereka hanya mengiyakan suruhan Shaka.
Mereka yang berada di parkiran terkejut saat melihat Shaka yang keluar dari mobil itu. Tak biasanya Shaka memakai mobil, jadi mereka merasa heran.
Prok
Saat Shaka menepuk tangannya, mereka terkejut karena ada 2 orang keluar dari mobil. Seorang lelaki yang keluar dari pintu sebelah kiri, dan seorang perempuan berhijab yang keluar dari pintu sebelah kanan.
Arka dan Arsha berdiri di samping Shaka dengan kedua tangan yang melipat di depan dadanya.
Arsha menatap gedung sekolah yang berada di depannya dengan tatapan kagum. Ternyata sekolah milik Kakek Gilang ini lumayan besar.
"Dah, yuk, kita masuk."
Shaka memimpin mereka berjalan di depan. Sepanjang mereka berjalan, mereka tak luput dari pandangan siswa-siswi, Arka dan Arsha merasa risih.
Tepat saat mereka akan melewati tempat parkir motor, Shaka malah dipanggil oleh temannya.
"Kalian duluan aja, gua mau ke temen-temen gua dulu. Byee." Shaka melambaikan tanggannya, kemudian dia meninggalkan Arka dan Arsha yang tak tahu apa-apa. Bahkan Shaka tak mengindahkan panggilan Arsha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka, Arsha, dan Arshaka [END]
Fiksi Remaja#Arsenio S2 ❗Sequel GALANG: Perfect Husband❗ *** Ini tentang kedua anak kembar yang sifatnya cuek. Namanya Arka dan Arsha. Shaka selalu membuat orang kesal karena tingkah lakunya. Bisa dibilang, hobi Shaka itu mengganggu orang lain. Sebenarnya mudah...
![Arka, Arsha, dan Arshaka [END]](https://img.wattpad.com/cover/272293114-64-k105750.jpg)