Harap follow akun instagram saya terlebih dahulu🙏
@amelia_fitriyanii
@wattpad_amlftryn
<3
❗TANDAI TYPO❗
•
•
•
بسم الله الرحمن الرحيم
🌧️
Semua keluarga berkumpul di sini, menunggu detik-detik Shaka selesai operasi, dari mulai keluarga Jihan, keluarga Galang, bahkan teman-teman Jihan dan Galang ikut berada di sini.
Sudah kurang lebih selama empat jam mereka menunggu di depan ruang operasi. Mereka semua tak pernah berhenti berdoa, semoga saja operasinya berjalan dengan lancar.
Semua yang berada di situ menghembuskan napasnya dengan lega, ketika melihat lampu di ruang operasi menyala, pertanda operasinya telah selesai.
Empat orang tim medis, lengkap dengan baju warna birunya keluar dari ruang operasi, tiga orang diantaranya mendorong brankar Shaka untuk dipindahkan ke ruang ICU.
Mereka semua yang berada di situ sontak berdiri. Semuanya hanya bisa menatap Shaka, tanpa bisa berbuat apa-apa.
Dokter Fian menghampiri Galang, dia mengatakan satu hal, yang membuat semua orang yang mendengarnya merasa hatinya seperti ditusuk oleh belati.
Mau tau dokter Fian mengatakan apa?
"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar, tapi, karena suatu hal, Shaka mengalami koma. Dia akan sadar dalam waktu beberapa hari ke depan."
***
Sudah satu Minggu lamanya Shaka terus berbaring di brankar rumah sakit. Tidak ada penggerakan yang keluar dari tubuh Shaka, seolah pemilik tubuh itu sudah tidak ada.
Keluarga serta sahabat Shaka tak berhenti untuk berdo'a, mereka rindu Shaka yang dulu, Shaka yang usil, Shaka yang membuat orang tertawa, dan Shaka yang selalu membuat onar.
Contohnya saat ini, Sasya terus meminta Shaka untuk bangun, gadis kecil itu terus menggoyangkan lengan Shaka, berharap abangnya itu bangun untuk sekedar menyapa Sasya.
"Abang, banguuuun," panggil gadis itu berulang-ulang dengan suara yang parau. Galang hanya bisa menatapnya dalam diam, dia tak bisa melakukan apapun.
Di dalam ruangan ini ada Galang yang menemani Sasya di samping Shaka, Arka, dan Arsha yang sedang duduk di sofa sembari memperhatikan kedua anak dan ayah itu. Ke mana Jihan? Ia sedang berada di rumah, karena perempuan itu sedang mengganti baju.
"Abang, bangun. Katanya mau beli ikan cupang lagi sama Sasya." Suaranya menjadi tenggelam karena dia menangis.
Arka yang semula sedang duduk di sofa menghampiri Sasya yang sedang berdiri di samping brankar, lelaki itu mengusap kepala adiknya dengan lembut. "Sasya? Udah, ya? Jangan nangis. Bang Shaka nanti bangun, kok. Sasya berdo'a aja." Arka berusaha menenangkan adik kecilnya, walaupun hanya gelengan kepala yang ia dapat.
Sasya menggeleng, dia memeluk lengan kanan Shaka dengan erat. "Tapi dari kemaren Bang Shaka nggak bangun-bangun."
Drrrttt .... Drrrttt ....
Arka dan Arsha mengalihkan perhatiannya pada Galang, keduanya melihat lelaki itu keluar sebentar untuk izin mengangkat telepon, tak sampai lima menit, lelaki berkepala tiga itu kembali ke dalam ruangan Shaka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka, Arsha, dan Arshaka [END]
Ficção Adolescente#Arsenio S2 ❗Sequel GALANG: Perfect Husband❗ *** Ini tentang kedua anak kembar yang sifatnya cuek. Namanya Arka dan Arsha. Shaka selalu membuat orang kesal karena tingkah lakunya. Bisa dibilang, hobi Shaka itu mengganggu orang lain. Sebenarnya mudah...
![Arka, Arsha, dan Arshaka [END]](https://img.wattpad.com/cover/272293114-64-k105750.jpg)