Chapter 17

1.8K 235 6
                                        

Harap follow akun instagram saya terlebih dahulu🙏
@amelia_fitriyanii
@wattpad_amlftryn

<3

❗TANDAI TYPO❗



بسم الله الرحمن الرحيم

🌧️

Kring

Bel pulang sekolah menggema di seluruh penjuru SMA Galandra. Semua murid yang semula sedang makan tenang di kantin, langsung beranjak dari kantin, termasuk Arsha, Metta, dan Aira.

Ketiganya sedang berjalan di koridor yang menghubungkan antara kelas X dan XI. Di sebelah kanannya adalah lapangan upacara, sedangkan di sebelah kirinya adalah kelas.

Dari tadi Shaka dan teman-temannya berjalan di belakang Arsha. Mereka dengan kompak menghentikan langkahnya, ketika Fauzan menghampiri mereka dengan napas yang tak beraturan.

"Bang," panggil Fauzan.

Karena kepo, Arsha, Metta, dan Aira ikut menghentikan langkahnya dan menatap Fauzan.

"Kenapa?" tanya Angkasa.

"Di depan ada orang-orang yang waktu itu nyerang markas."

"Dia lagi maksa Pak Satpam buat buka gerbangnya."

"Ter—"

BRAK

Semua pasang mata yang berada di situ langsung menatap ke arah gerbang sekolah yang sudah ruksak. Tak lama dari itu, segerombolan laki-laki dengan jubah hitam itu berlari memasuki sekolah.

Dengan sigap, beberapa anggota geng Arghaza melawan mereka. Bahkan para guru laki-laki yang akan memasuki kelas pun ikut menghentikan mereka. Jumblah mereka tidak terlalu banyak, tidak juga terlalu sedikit. Mungkin kalau dihitung, bisa sampai limapuluh orang.

"Shaka mereka siapa?!" Arsha langsung menatap Shaka dengan tajam.

"Kakak ke kelas aja, ajak semuanya. Pokoknya jangan keluar dari kelas, kalo keributannya belum berhenti. Oke?"

"Semua murid harap segera masuk ke kelas. Jangan keluar sebelum semuanya baik-baik saja."

Suara Bu Zalfa terdengar di seluruh penjuru. Semua murid SMA Galandra berbondong-bondong memasuki kelas yang terdekat. Arsha, Metta, dan Aira terdorong masuk oleh orang-orang. Untungnya mereka tidak terpisahkan.

Setelah memastikan semua murid sudah aman di kelas, anggota inti geng Arghaza langsung turun ke lapangan untuk melawan mereka. Beberapa anggota geng Arghaza sudah tidak kuat melawan mereka.

Shaka, Ellard, dan Edward sudah dapat lawan. Mereka tengah adu jotos dengan lawannya. Sedangkan Angkasa sendiri, dia sedang mengitari lapangan menggunakan matanya. Dia mencari seseorang, saking sibuknya, ketika ada orang yang menyentuh bahunya, Angkasa langsung menonjok rahang kanan orang itu, yang menyebabkan dia tersungkur.

Orang itu adalah orang yang Angkasa cari. Selama dia masih terbaring di tanah, Angkasa menarik kerah jubah orang itu. Lelaki yang membiarkan baju sekolahnya keluar itu mendekatkan wajahnya ke wajah orang itu.

"Lo ngapain bawa pasukan lu ke sekolah gua, anjing?!" Angkasa menatap laki-laki di depannya sembari menggerakkan giginya.

"Santai. Gua cuman mau main-main." Laki-laki yang menggunakan masker warna hitam itu tersenyum miring menatap Angkasa. "Btw wakil lu yang cantik ke mana?" Angkasa mengeratkan lengan yang menarik kerah jubah milik laki-laki itu.

Arka, Arsha, dan Arshaka [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang