❗TANDAI TYPO❗
•
•
•
بسم الله الرحمن الرحيم
🌧
Sudah sekitar dua hari lamanya Shaka bangun dari koma, keadaan lelaki itu sudah lumayan membaik.
Karena hari ini adalah hari weekend, teman-teman Galang dan Jihan memutuskan untuk menjenguk Shaka, mereka semua baru ada waktu untuk menjenguk Shaka, wajar saja, mereka pasti sedang sibuk, jadi baru sempat sekarang untuk menjenguk Shaka.
Di dalam ruangan VIP milik Shaka, sudah ada Galang dengan Jihan, Fandra dengan Zara, Devan dengan Viana, dan yang terakhir ada Devan dengan Araya. Mereka di sini sudah sekitar setengah jam yang lalu, mereka juga sepertinya tidak menghiraukan Shaka, jadi, di sini Shaka hanya menyimak pembicaraan mereka.
"Kalian kalo ngobrol mending di luar, deh," kata Shaka yang sudah kesal. Ia menatap teman-teman dari ayah dan bundanya dengan datar.
"Oh iya, kita hampir ngelupain Shaka," ujar Devan seakan teringat, jika di sini ada Shaka.
"Ih iyi," cibir Shaka. "Mungkin kalian ke sini bukan buat jengukin Shaka, tap—"
"Lah? Siapa yang bilang kita mau jenguk lo? Kita ke sini cuman mau ketemu sama bapak lo," kata Devan lagi, membuat Shaka mendengkus dengan kesal.
"Ya udah, kalian keluar aja, sana! Temen gue mau pada masuk!" usir Shaka, tidak ada rasa tau malu memang.
Shaka dengan teman-teman ayahnya memang bisa dibilang dekat, bahkan Devan pernah bilang, "Anggap kita sebagai temen lo aja, jangan anggap kita sebagai Om lo."
"Bercanda, kok. Kita ke sini mau jenguk lo, Devan jangan di dengerin," ucap Fandra. Shaka langsung menatap salah satu teman ayahnya itu dengan pandangan berbinar-binar, menandakan kegembiraan hatinya.
Namun, setelah mengetahui satu hal, ia langsung merubah kembali raut wajahnya menjadi datar. "Jenguk gue kok nggak bawa apa-apa? Gembel banget."
"Siapa bilang? Hmm? Gue ke sini bawa sesuatu kok buat lo," ujar Gevan yang juga disetujui oleh Fandra.
Diantara semua teman-teman Galang, Shaka hanya suka pada Fandra dan Gevan, karena menurut dia, hanya Fandra dan Gevan yang paling waras, tidak seperti Devan yang sangat tidak bisa diam.
"Om Fandra sama Om Gevan bawa apa?" tanya Shaka dengan wajah sedikit berbinar-binar.
"Nih, gue bawa ini." Devan mengangkat sebungkus roti tawar dengan tinggi, hingga Araya yang berada di sampingnya langsung menabok lengan Devan.
"Lo jadi miskin, Om? Masa cuman ngasih gue roti tawar?" tanya Shaka sembari menatap Devan dengan sinis.
"Bukan miskin, cuman menghemat," balas Devan dengan tanpa dosanya.
"Dia jadi miskin, Ka," kata Gevan ikut-ikutan. "Kayak gue, dong. Gue bawa ini." Gevan mengangkat kunci motor jenis Ducati, berniat menyombongkan dari Devan.
Kini di ruangan Shaka dipenuhi dengan suara tawa. Jihan, Viana, Zara, dan Araya hanya tertawa mendengar perdebatan kecil mereka.
"Motor murah jangan sombong, gue bawa stik PS buat Shaka," balas Fandra tak mau kalah.
Lagi-lagi Shaka menatap Fandra dengan bahagia. "Lo bawa stik PS, Om?" tanya Shaka yang dianggukan oleh Fandra.
"Yang paling baik tuh emang Om Fandra doang, kalian nggak ada baik-baiknya sama gue."
"Berati ayah lo nggak baik, Ka?" tanya Viana.
Shaka tampak memikirkan sesuatu, lalu kemudian ia menggeleng. "Kayaknya Ayah nggak pernah baik deh sama gue," kata Shaka sembari melirik Galang dengan sinis, berniat bercanda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka, Arsha, dan Arshaka [END]
Ficção Adolescente#Arsenio S2 ❗Sequel GALANG: Perfect Husband❗ *** Ini tentang kedua anak kembar yang sifatnya cuek. Namanya Arka dan Arsha. Shaka selalu membuat orang kesal karena tingkah lakunya. Bisa dibilang, hobi Shaka itu mengganggu orang lain. Sebenarnya mudah...
![Arka, Arsha, dan Arshaka [END]](https://img.wattpad.com/cover/272293114-64-k105750.jpg)