بسم الله الرحمن الرحيم
•
•
•
❗TANDAI TYPO ❗
🌧
Satu bulan telah mereka lalui tanpa ada yang menarik di hari demi harinya.
Termasuk hari ini, ketiganya harus melakukan hal yang dilakukan secara berulang-ulang, yaitu sekolah. Setelah mengantarkan Sasya ke SD Rajawali, Arka kembali melajukan mobilnya untuk ke SMA Galandra.
Sejak mempunyai SIM dan bisa mengendarai mobil, sejak saat itu pula jika berpergian selalu saja Arka yang membawa mobilnya.
Dia memberhentikan mobilnya di depan gerbang, membiarkan Arsha dan Shaka turun di sini, setelahnya dia pun kembali menjalankan mobilnya ke parkiran khusus mobil. Seusai memarkirkan mobilnya, kemudian dia berjalan untuk pergi ke kelas, tapi di tengah jalan ia bertemu dengan Lizora.
"Haii, Arka!" sapanya dengan sangat girang.
Arka hanya meliriknya sekilas, kemudian kembali fokus berjalan tanpa mengindahkan perempuan itu.
Bukannya berhenti, Lizora malah mengikuti Arka. Dia menyejajarkan langkahnya dengan langkah Arka.
"Arka, pelajaran matematika kemarin ada yang gue nggak paham, lo bisa ajarin gue, nggak?"
Arka menghentikan langkahnya, lalu menyamping untuk menatap Lizora.
"Gue sibuk. Lo bisa minta ajarin ke Eka," balasnya, lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
Tak berhenti sampai di situ, Lizora kembali mengikutinya. Bahkan mulutnya tak dapat diam. Selalu saja berbicara walaupun tak sekalipun Arka balas. Hingga Arka yang jengkel pun memilih untuk pergi ke toilet dahulu, berharap setelah itu, Lizora tak lagi mengikutinya.
Setelah Arka sampai di depan pintu toilet, ia pun menatap Lizora. "Mau ikut?" tanyanya sembari menaikan sebelah alisnya.
Lizora yang tersadar pun langsung berhenti. Pipinya langsung memerah. Lantas ia pun menggeleng. "E-enggak, gue mau ke kelas duluan, ya, Ka."
Setelah perempuan itu pergi dari hadapannya, Arka pun masuk ke dalam toilet. Dia menatap dirinya di pantulan cermin. Seragam yang di masukan ke dalam celana, dan ikat pinggang serta dasi yang melengkapi penampilannya. Bisa dibilang, Arka itu murid teladan. Berbeda dengan adiknya yang bisa dibilang murid urakan.
Saat tengah asiknya merapikan rambutnya, tiba-tiba Chandra datang. Lelaki itu menyandarkan tubuhnya pada pintu, lalu memasukkan kedua tangannya pada saku celana.
"Makin hari kayaknya lo makin nggak bersemangat sekolah, ya, Ka," ujarnya.
"Bener," balasnya cuek. "Aira nggak ada, ngapain semangat sekolah." Dia menyampirkan tasnya di bahu sebelah kanan, lalu keluar dari dalam toilet, diikuti oleh Chandra di belakangnya.
"Bisa cari penyemangat baru," kata Chandra lagi yang justru mendapat gelengan kepala dari Arka.
"Enggak, cukup dia aja."
***
Waktu istirahat telah tiba, bukannya pergi ke kantin seperti murid lainnya, Arsha dan Metta malah pergi ke toilet. Metta masuk ke salah satu kamar mandi, dan Arsha merapikan kerudungnya. Setelah selesai, Arsha membuka ponselnya sembari menunggu Metta.
Setelah sekitar tiga menit menunggu, akhirnya Metta selesai juga dengan urusannya. Ia pun mengajak Arsha untuk pergi ke kantin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka, Arsha, dan Arshaka [END]
Teen Fiction#Arsenio S2 ❗Sequel GALANG: Perfect Husband❗ *** Ini tentang kedua anak kembar yang sifatnya cuek. Namanya Arka dan Arsha. Shaka selalu membuat orang kesal karena tingkah lakunya. Bisa dibilang, hobi Shaka itu mengganggu orang lain. Sebenarnya mudah...
![Arka, Arsha, dan Arshaka [END]](https://img.wattpad.com/cover/272293114-64-k105750.jpg)