Om adam bersinar terang bener deh, itu kilauan efek dari turn on apa knp ya 🤭😆
Ngemeng2 eta celana knp lagi sih ommm? Klo emang mau bolong, bolonglah sekalian dan perlihatkan anu nya, biar kita semua puas liatnyaaa 😆😂
Nina POV
Adam bertingkah aneh sampai-sampai aku tidak menyadari tonjolan kontosnya sejak tadi.
Lama aku terdiam karena berpikir, Adam bilang kangen aku dengan kondisi kontosnya keras begini apa karena dia mau baik-baikin aku ya?
Jangan-jangan dia turn on sepanjang pemotretan dan menyadari keberadaanku di ruang pemotretan melihatnya berciuman dengan Bianca.
Adam merasa bersalah makanya dia bersikap seperti ini.
Para lelaki pasti akan bersikap seperti Adam kalau ketahuan secara terang-terangan oleh pasangannya.
"Gak usah lebay pake bilang kangen gue segala, perasaan dari pagi sampe elu mulai pemotretan juga kita bareng-bareng terus" Ucapku ketus.
"Kamu kenapa sih udah jadi kekasih aja masih galak sama saya?" Tanyanya dengan menangkup wajahku.
"Lepasin gak" Sahutku sambil membebaskan wajahku dari tangkupan telapak tangannya yang besar.
"Tuh kan saya dengar kata 'lepasin gak' lagi dari mulut kamu" Suara Adam terdengar merajuk di dukung dengan bibirnya yang mengerucut maju.
Adam terlihat imut.
Kalau saja aku sedang tidak kesal begini, sudah pasti aku akan mengecup bibirnya yang menggemaskan itu.
Duh!
Aku melemparkan pandangan mata dari bibir ke arah ke hidungnya.
"Saya beneran kangen kamu Nina" Adam kembali memelukku dan wajahnya kembali menyeruak ke relung leherku, kedua tangannya mengerat memeluk tubuhku.
Tiba-tiba aku terlonjak kaget karena merasakan jilatan lidah Adam dan hisapan kecil di kulit leherku.
"Elu ngapain deh?!" Tanyaku dengan kembali mendorong tubuhnya. Panik karena takut Adam akan meninggalkan jejak merah di leherku, yang ada nanti Dewi akan curiga dan akan meledeki aku habis-habisan.
"Saya bilang kangen kamu, saya ingin meluk kamu, gak boleh?" Tanyanya dengan wajah memelas.
"Ya tapi gak usah pake ngisep-ngisep leher gue kaya begini, emang elu Edward Cullen?"
Adam terkekeh.
"Elu kaya begini karena ngerasa bersalah kan?" Tanyaku blak-blakan.
"Merasa bersalah kenapa?" Adam menatapku bingung.
"Kontos elu keras begini pasti efek karena abis ciuman sama Bianca, bener gak? Dan elu ngerasa bersalah ke gue, makanya elu bilang kangen dan sok-sok'an manja begini"
Kedua alisnya yang tebal bertaut, hanya itu tanggapan darinya.
"Ciuman sama Bianca?" Tanyanya kemudian.
"Gak usah pura-pura lupa, barusan elu kan photoshoot sama Bianca, memangnya ciuman sama dia bikin otak elu oleng juga?"
"Jadi efek ciuman Bianca sama kaya ciuman gue? Bikin elu ilang ingatan?" Lanjutku lagi.
"Kayanya yang bikin otak saya lupa inget lupa inget itu karena remesan tangan kamu di kontos saya bukan karena ciuman" Adam tersenyum menggodaku.
Pria ini benar-benar menggemaskan.
"Dan perlu kamu ingat, hanya bersentuhan dengan kamu yang bisa bikin saya turn on"
"Alasan! Misi ah, entar Dewi masuk, gue juga mau siap-siap pulang" Aku kembali berusaha melepaskan diri dari kukungan lengannya yang berotot.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelupa
HumorWarning for +21 only Penulis hanya menuangkan ide cerita, tidak menganjurkan untuk dipraktekkan, harap bijak dalam membaca Happy reading 6/3/21 - 31/7/21
