"Ah..Ah...Hentikan ini menyakitkan!!" Teriak seorang wanita yang sekarang terjatuh ke lantai dengan bersimbah darah.
Di hadapan wanita itu, sosok Araya yang memegang pisau yang ternoda darah masih menetes ke lantai. Araya memakai topeng rubah dan tudung menutupi kepalanya. Gadis itu perlahan berjalan mendekati wanita di lantai itu, sambil menggesekkan pisau di tangannya ke wajah orang itu.
"A-Aku benar-benar tidak tahu apapun... tolong lepaskan saya...saya tidak bersalah!"
Araya terkekeh saat mendengar kosa kata yang sering di ucapkan oleh semua orang yang berada di tangannya. Gadis itu mengarahkan ujung pisau tepat di mata wanita itu.
"Tidak bersalah? Apa kau pikir aku tidak tahu beberapa tahun silam kamu mengirim racun ke makanan bocah itu."
"Bo-bocah siapa yang kamu maksud? Aku tidak tahu apapun." Ucap wanita itu ketakutan.
Crak!
Araya mematahkan kaki kanan wanita itu hingga pihak lain berteriak kesakitan di lantai. Araya menarik rambutnya dan menyeret tubuh wanita itu ke arah teras. Sebuah Apartemen tinggi dengan fasilitas mewah dan keamanan yang ketat. Itulah yang dipikirkan wanita yang berada di tangan Araya pada mulanya.
Araya menarik tubuh wanita itu dan mendorongnya ke bawah hingga dia bergelantungan di atas ketinggian.
"Katakan padaku dimana kau penyimpan 'benda' yang kamu curi itu?"
"B-Benda yang kamu maksud apakah batu Ruby?! Benda itu bukan padaku, seorang pria sudah mengambilnya sebelum kamu!"
"Pria?" Araya tertegun. Dia langsung melemparkan orang di tangannya ke depan hingga jatuh ke bawah.
Gadis itu berjalan ke arah pintu dan keluar dari ruangan itu. Dia berjalan ke arah Lift dan saat pintu terbuka, ada orang lain di dalam sana. Mata mereka bertemu, Araya mengedipkan matanya bingung dan berjalan masuk ke dalam lift.
Keduanya tidak berbicara sampai pintu lift tertutup. Araya menekan lantai dasar dan bersandar di sudut. Matanya terpejam tidak menghiraukan sosok di sampingnya, hingga pihak lain lebih dulu membuka mulutnya.
"Nona tinggal di sini?" Tanya sosok itu.
Araya mengangkat sebelah matanya acuh. "Iya."
"Aneh..saya belum pernah melihat anda." Ujar sosok itu dengan nada bingung.
"Jarang keluar."
"Oh rupanya begitu. Anda dari lantai 15?"
"Um."
Ding!
Pintu lift terbuka dan Araya langsung keluar. Tiba-tiba seseorang menahan tangannya, Araya berbalik menatap orang itu.
"Nona, berbohong itu tidak baik loh." Ucap pria itu.
"Lepaskan tanganmu!" Perintah Araya tajam.
Orang itu menarik tangannya kembali dan tersenyum aneh ke arah gadis di hadapannya. "Kita akan bertemu lagi."
••
Taman Kota.
Seorang gadis dengan pakaian cukup tebal sedang berdiri sambil menikmati salju yang sedang turun. Saat dia mengangkat kepalanya dan melihat sosok yang paling menonjol di antara kerumunan, gadis itu seketika tersenyum lebar ke arah orang itu.
"Tuan Alexi!" Serunya dan berlari ke arah sosok itu.
Alexi Aditya, 26 tahun dan pemilik perusahaan paling ternama di dunia. Orang yang memanggilnya adalah Olivia. Olivia adalah orang yang di rekrut oleh Alexi karena dia memiliki kemampuan menetralkan segala jenis racun. Pria itu berpikir saat dia melihat Olivia kalau gadis itu berguna untuk hal di masa depan nantinya.
Olivia yang hidup sebagai gadis biasa yang miskin tiba-tiba mendapatkan sebuah 'Berkah' dan menjadi pelayan pribadi oleh seorang yang sangat kaya. Olivia di berikan pelayanan yang layaknya orang penting dan menerima banyak hal saat dia berada di sisi orang itu.
"Anda darimana saja?" Tanyanya dengan nada manja.
Alexi tidak menjawab dan langsung masuk ke dalam mobil. Olivia yang sudah terbiasa dengan perlakuan dingin orang itu hanya tersenyum manis. Dia tidak merasa sakit hati, asalkan hanya dialah yang akan selalu berada di sisi orang itu.
Di sudut lain, Araya berdiri mengawasi pemandangan di depannya. Matanya yang tadi merah darah kembali menjadi biru tenang. Gadis itu berbalik masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari tempat itu.
Araya menatap ke luar jendela dengan tatapan dingin. "Kelinci milikku sudah nakal rupanya."
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Mine
FantasyPria itu Terlalu Gila! Alexi Aditya, seorang bos berat atau tiran menakutkan yang mengikatnya. Alexi selalu berpikir bahwa Ara akan menghilang dan meninggalkannya, jika dia sedikit saja melepaskan ikatannya. **** Ara. Hanya Ara saja. Gadis yang dite...
