Chapter 36 -ORANG TERKENAL

1.2K 193 18
                                        

Di depan gerbang terparkir sebuah mobil mewah bermerek Porsche yang harganya tentu saja fantastis. Yang lebih menonjol dari mobil mewah itu adalah sosok tinggi yang bersandar di samping mobil dengan kacamata hitam seolah sedang menunggu seseorang.

Beberapa Mahasiswi yang berada di area situ juga tidak bisa mengalihkan pandangan mata mereka darinya.

"Dia seperti orang kaya."

"Kenapa rasanya wajahnya sangat familiar? Bukankah dia CEO dari M.LC Corp yang terkenal itu!"

"Wajahnya seperti model kelas atas."

"Dia terlihat seperti sedang menunggu seseorang, kan."

Saat semua orang bergosip satu sama lain. Araya juga baru keluar dari gedung kampus dengan Aldo dan Kai yang terlihat mereka bertiga sedang membicarakan hal yang sangat menyenangkan. Alexi yang melihat hal itu mengerutkan keningnya dan lantas berjalan ke arah mereka bertiga.

Araya bisa melihat kedatangan pemuda itu, dia lantas tersenyum puas. Alexi sampai ke depan ketiga orang itu dan menatap kedua pria yang ada di sisi kanan dan kiri Araya.

Dia mengalihkan pandangan matanya ke arah Araya lagi. "Kamu sudah janji akan makan bersama ku." Katanya seolah dia marah karena gadis itu melupakan janji di antara mereka berdua.

"Aku tidak lupa. Hanya saja pekerjaan ku sangat banyak di pagi hari dan baru selesai jam segini. Apa kamu belum makan sedari tadi pagi?"

Alexi mengalihkan pandangannya ke samping kesal. "Um."

"Kenapa kamu sebodoh itu sih? Harusnya kamu kan makan dulu..." Ucapan Araya terhenti saat dia merasakan bahaya dari arah samping kanannya tepatnya di atas salah satu gedung kosong.

Dor!

Sebuah tembakan di lepaskan oleh seseorang dari arah gedung yang ditujukan pada Alexi. Araya lantas tidak tinggal diam dan bergerak lebih cepat menarik tubuh pria itu yang membuat bibir keduanya bersentuhan.

Alexi membelalakkan matanya dengan ciuman yang tiba-tiba di antara keduanya. Peluru yang ditembakkan bukan peluru biasa karena tidak menghasilkan bunyi keras hingga tidak ada satupun yang menyadarinya. Araya bisa menebak bahwa peluru yang tadi adalah sebuah peluru yang baru saja di ciptakan dengan menggunakan angin sebagai senjata mereka agar tidak meninggalkan bukti di tubuh korban mereka.

Araya melihat arah pohon yang tertembus. Matanya menyipit tajam dan dia berbalik ke arah gedung dengan tatapan membunuh. Penembak di gedung langsung terkejut dengan penemuan itu, dia buru-buru merapikan senjatanya dan pergi dari sana.

"Ka..Kamu kalau mau mencium ku...harusnya bilang dulu..." Kata Alexi malu.

Orang yang terkenal sebagai tiran di dunia bisnis untuk pertama kalinya dia merasa malu dan canggung karena di cium oleh orang yang di sukainya. Dia tidak masalah jika mereka ciuman di depan umum, hanya saja rasanya sangat aneh karena dia tidak bisa merasakan bibir Araya lebih lama.

"Hentikan pikiran buruk mu itu." Ujar Araya yang mendorong tubuhnya menjauh.

Aldo dan Kai lebih terkena mental karena pemandangan itu. Apalagi Aldo yang langsung mengeluarkan hawa membunuh dari tubuhnya.

"Do..hentikan." Tegur Kai cepat.

"Ugh." Aldo mengigit bibirnya marah.

Araya lebih dulu berbalik dan berjalan ke arah keduanya. "Aku masih ada urusan. Kalian bisa datang ke Kantorku Minggu depan."

"Ba-Baik!" Seru Kai lebih dulu bersemangat.

Alexi menarik tangan gadis itu dan membawanya masuk ke dalam mobil, dia lalu berpindah dan masuk juga. Alexi mulai mengemudikan mobil mewah itu meninggalkan kawasan kampus di bawa mata takjub semua orang. Di dalam mobil suasananya sangat tenang, tetapi kedua orang itu sedang sibuk memikirkan hal lain.

Araya menyentuh anting di telinganya.
"Temukan tikus yang lari." Ucapnya dengan nada pelan. Anting yang berfungsi sebagai alat komunikasi dia dengan para anggota Crown yang berada di dalam naungannya.






Bersambung...

Bersambung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
You Are MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang