Chapter 42 - DUNIA ASLI

1.3K 162 5
                                        

Keesokan harinya saat matahari sudah sangat tinggi. Araya terbangun dengan tubuh terasa sangat lemah dan sakit. Rasanya dia sehabis naik gunung tadi malam. Dia melirik sosok yang menjadi "pelaku" yang membuatnya merasakan rasa sakit ini sedang tidur sambil tersenyum.

'Entah mimpi mesum apa lagi yang di mimpikan bajingan ini.' batin Araya.

Araya menyentuh rambut pemuda itu dan tatapan matanya berubah menjadi sedikit sedih. Tidak lama kemudian dia sedikit mendekat dan mengecup keningnya lama.

"Sayang, apa kamu sedang memancingku?" Sebuah suara serak muncul di dekatnya.

Araya hanya tersenyum tipis dan tidak merasa malu karena ditemukan sedang menciumnya diam. Dia hanya perlahan bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi dia kembali melihat tubuhnya penuh bekas merah tidak ada satupun di bagian tubuhnya yang terlewat.

"Bajingan itu apa dia binatang buas?!!" Pekik Araya marah tetapi hanya bisa menahan dirinya.

Dia buru-buru mandi dan memakai handuk. Saat akan membuka pintu, tubuhnya seperti di sedot oleh sesuatu.

[Terjadi Kesalahan sistem!]

[Pengembalian Host di percepat!]

"Si-Sialan!!" Umpat Araya pada sistem yang menjadi aneh secara tiba-tiba.

Araya disedot oleh lubang hitam dan hanya menyisakan tetesan air di lantai kamar mandi tanpa adanya sosok disana.

Dari luar kamar mandi, Alexi yang baru saja memakai celana pendeknya mulai merasa aneh karena sudah tidak ada suara dari dalam kamar mandi tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa pihak lain akan keluar.

"Sayang?" Panggilnya mencoba memastikan pihak lain di dalam sana.

Tidak ada jawaban sama sekali dari kamar mandi, Alexi tidak menunggu untuk memanggilnya untuk kedua kalinya. Dia langsung berjalan ke arah kamar mandi dan membuka pintu dengan kasar.

Brak!

Saat pintu kamar mandi terbuka tidak ada siapapun di dalam mana bahkan sehelai rambut Araya pun tidak terlihat dimana pun itu. Mata pria itu seketika berubah menjadi keemasan dan aura di sekelilingnya mulai di selimuti oleh energi merah yang begitu besar bahkan gedung itu mulai gemetar dengan kuat.

Boom!

•••

"Ratu."  Sebuah suara muncul dan Araya perlahan mulai melihat sekitarnya dengan benar. Dia melihat seisi tempat di desain dengan gaya kerajaan dengan berbagai properti yang kuno dimanapun mata melihat.

'Sistem sialan! Dia mengirim jiwaku ke dunia ini lagi.' batin Araya kesal.

Araya menatap pakaian yang digunakan olehnya adalah sebuah gaun merah maroon dengan beberapa aksesoris permata mahal.

"Apa kepala anda masih terasa sakit?" Tanya orang di depannya yang masih membungkuk di hadapannya.

"Perdana menteri." Panggil Araya.

"Saya, Ratu."

"Apa yang terjadi padaku? Kepalaku terasa sakit." Katanya sambil memegang kepalanya sakit. Araya masih tidak percaya dia dibawa kembali ke dunia asalnya oleh sistem.

You Are MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang