Setelah menghabisi semua penyusup tersebut. Araya membersihkan pakaiannya yang tadi terciprat oleh darah karena gerakannya yang terlalu kasar.
Dia sudah bisa menebak bahwa orang-orang yang selama ini mengincar hasil penelitian kedua orang tuanya, kini sudah menyadari keberadaan dirinya.
[Sistem menonaktifkan pelindung! ]
Perisai yang memisahkan dia dengan dunia luar perlahan memudar. Area yang di cakup juga sudah terlepas darinya.
Araya mengganti pakaiannya dengan pakaian kasual dan membawa pakaian kotornya ke dalam kantongan. Dia pergi ke arah kamar mandi sekolah dan membersihkan pakaiannya lebih dulu.
Tok!
Seorang siswi masuk dengan membawa beberapa orang di belakangnya. Mereka menutup pintu keluar dengan sengaja. Araya tidak terganggu sedikitpun tentang rencana jahat yang akan di lakukan oleh gadis itu.
"Kamu gadis jalang yang menggoda Alvian kan!!" Seru gadis itu dengan nada tinggi.
Araya mengibaskan pakaian yang sudah dibersihkan nya dan berbalik menatap orang-orang di sana.
"Kamu siapa dan apa urusan mu denganku?" Tanyanya singkat.
"Gara-gara kamu Alvian tidak pernah membantuku belajar lagi dan sibuk dengan mu!!"
Araya memiringkan kepalanya dengan ekspresi jijik. "Terus hubungannya denganku apa?!"
Gadis itu bernama Manda dengan posisi keluarganya sebagai salah satu donatur tetap sekolah. Dia selalu bersikap sombong dan angkuh seakan sekolah ini miliknya. Dia ingin meminta pada orang tuannya untuk mengeluarkan Araya pada awalnya dari sekolah, akan tetapi identitas anak angkat dari Keluarga Aditya membuatnya tidak berani.
Dia akhirnya memilih membuat Araya akan tersiksa dengan rasa malu karena pelecehan. Dia dengan sengaja membayar beberapa murid laki-laki nakal untuk menjalankan rencananya.
"Tangkap dia dan hancurkan pakaiannya!!" Perintah Manda pada ketiga pria di belakangnya.
Ketiganya melangkah maju ke depan dan terang-terangan menatap gadis di depan mereka dengan tatapan nafsu bejad.
Araya menaruh pakaiannya di samping dan menarik lengan pakaiannya ke atas siku. Dia tidak mau pakaiannya yang di tubuhnya ikut kotor dan harus mencuci lagi.
"Ku harap kalian tidak punya riwayat patah tulang sebelumnya." Ujar Araya.
Salah seorang langsung bertanya. "Memangnya kenapa?"
"Karena saya tidak yakin kalian akan masih bisa hidup jika ada riwayat patah tulang."
Araya berlari maju ke depan. Kecepatan tubuhnya sangat cepat dalam bergerak di ruang yang sempit. Dia juga dengan mudah menendang tulang tumit kedua pria di sana, lalu meninju perut pria terakhit.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Manda yang menyaksikan semua itu langsung jatuh ke lantai dengan raut wajah ketakutan. Dia tidak percaya bahwa gadis yang lebih kurus darinya itu punya teknik bela diri yang kuat.
Bam!
Ketiga pria yang tadinya bersikap sombong, kini jatuh terkapar dengan tubuh penuh luka. Wajah mereka memar dan lebam dimana-mana. Araya hanya menggunakan sedikit tenaga agar mereka tidak langsung tewas.
Gadis itu mengambil pakaiannya dan berjalan ke arah Manda yang sudah ketakutan. Dia membungkuk dan menatap langsung mata gadis yang ketakutan itu.
"Lain kali kamu melakukan hal ini lagi. Ku pastikan kamu akan seperti mereka nantinya."
Gluk!
"Sa...Saya mengerti!!" Manda benar-benar takut akan sosok gadis di depannya yang sangat mirip dengan iblis.
Araya menegakkan tubuhnya kembali dan berjalan keluar dari ruangan kamar mandi itu. Saat dia keluar tanpa sengaja dia bertemu dengan Alvian yang berkeringat. Nafasnya tidak beraturan seperti orang yang sudah lari maraton.
"Kamu tidak apa-apa kan?!" Tanya Alvian langsung saat dia berhasil menemukan gadis itu.
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Mine
FantasiaPria itu Terlalu Gila! Alexi Aditya, seorang bos berat atau tiran menakutkan yang mengikatnya. Alexi selalu berpikir bahwa Ara akan menghilang dan meninggalkannya, jika dia sedikit saja melepaskan ikatannya. **** Ara. Hanya Ara saja. Gadis yang dite...
