Pria itu Terlalu Gila!
Alexi Aditya, seorang bos berat atau tiran menakutkan yang mengikatnya.
Alexi selalu berpikir bahwa Ara akan menghilang dan meninggalkannya, jika dia sedikit saja melepaskan ikatannya.
****
Ara.
Hanya Ara saja.
Gadis yang dite...
"Ugh..." Araya perlahan membuka matanya dan hal yang pertama kali dia lihat ada sebuah besi yang berbentuk seperti sangkar dan dirinya berada di dalam sangkar tersebut.
Dia perlahan bangun dan rasa sakit di bagian kakinya mulai terasa jelas, pergelangan kaki kanannya kini telah di rantai dengan sebuah rantai berwarna hitam. Saat disentuh rantai itu terasa ringan tetapi ketahanannya sangat kuat.
'Ini bukan rantai biasa..bahannya terbuat dari besi hitam yang terkenal dengan tingkat ketahanan yang kokoh.' batinnya saat mengamati rantai di kakinya tersebut.
Saat dia bangkit dan mencoba berjalan ke depan, tangannya memegang besi itu dan tahu bahwa bahan kedua benda itu sama. Sangkar dan rantai yang menahannya sepertinya dengan sengaja di buat khusus oleh seseorang dengan maksud menahan dia.
"Bocah nakal itu semakin pintar rupanya." Gumam gadis itu dengan senyum mengejek. Dia perlahan memegang besi di depannya dan energi panas mulai mengalir ke besi membuat benda itu mulai melepuh dan hancur dengan mudahnya.
Dia menghancurkan rantai di kakinya dengan mudah dan melangkah keluar dari sangkar tersebut. Dia baru mengamati bahwa dirinya berada di dalam sebuah kamar bernuansa hitam dan aroma maskulin tercium jelas dalam ruangan ini.
"Aku harusnya menggunakan bahan yang lebih kuat lagi." Ujar seseorang yang baru saja masuk dari arah pintu.
Araya terkekeh dan tetap bersikap tenang sambil berjalan ke arah kasur dan duduk di sana. Matanya mengamati pria di depannya yang membawa makanan untuknya. "Mencoba mengurungku? Sayangnya kamu belum bisa, bocah."
"Kak..ah tidak, aku harusnya memanggil mu Nona atau Ara saja?" Tanya Alexi dengan senyum licik di bibirnya
"Ara saja. Sejak kapan kamu tahu?" Tanya gadis itu penasaran.
"Tidak mungkin aku tidak tahu dengan sosokmu dan tindakanmu selama ini. Tidak ada orang yang memiliki sepasang mata indah seperti milikmu, Ara-ku." Ujar Alexi dengan tangan mengusap pipi perempuan di depannya.
"Um..kamu sudah cukup pintar rupanya." Araya tidak menghindar dan hanya menggesek wajahnya dengan telapak tangan dingin pria itu.
Mata Alexi seketika berubah menjadi gelap, nafasnya semakin berat dan tubuhnya mulai mendekat. "Mencoba menggodaku?"
"Hm? Menggoda..aku terlahir menggoda, Alexi." Balas Araya tidak kalah pintar.
Tubuh keduanya semakin dekat dan nafas mereka saling berbenturan. Mata Alexi mulai bersinar kebiruan yang sangat indah kayaknya kristal biru. Sepasang tangan ramping bergerak dan menggelantung di pundak pria itu. Perlahan bibir mereka semakin dekat dan awalnya hanya menempel lalu berubah menjadi lumatan kecil yang merangsang nafsu di antara keduanya.
Araya tetap membuka matanya tenang sambil membalas ciuman dan lidah pria itu yang semakin nakal. Tangan pria itu mulai turun dan masuk ke dalam rok pendeknya.
"Ah~" Desahan pertama mulai keluar di mulut kecil Araya.
Tubuhnya langsung di angkat dan dibaringkan di tengah-tengah kasur. Sedangkan di atasnya Alexi mulai membuka baju kaos ditubuhnya menunjukkan otot tubuh yang di rawat dengan baik, serta terdapat beberapa luka goresan di tubuhnya.
"Ung..." Araya meringis saat tangan pria itu mulai meremas kedua dadanya dengan kuat.
"Aku menginginkanmu..." Gumam Alexi di samping telinga Araya dengan nada sensual yang begitu menggoda.
Perlahan di tubuh Araya hanya menyisakan pakaian dalam, pakaian luarnya sudah tergeletak entah dimana. Kulit mereka saling bersentuhan, nafas Alexi mulai semakin berat. Ciuman di antara bibir keduanya mulai semakin intens.
Araya menatap wajah tampan itu, wajah yang kini terlihat bernafsu dan sangat menggoda iman. "Si-Sial."
.
Bersambung...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.