Olivia yang baru saja kembali ke mansion melihat bahwa semua pelayan sudah pergi karena hari sudah sangat larut. Dia berjalan ke arah ruangan milik Alexi dan melihat bahwa lampu di ruangan itu masih menyala yang menandakan bahwa orang disana masih belum tidur.
Olivia langsung mendorong pintu ke depan dan berjalan masuk tanpa permisi seolah dia sudah seperti pemilik rumah itu sendiri. Matanya jatuh pada sosok tampan yang sedang bersandar di sofa dengan mata terpejam.
"Tuan..." Suaranya terhenti saat melihat bekas kemerahan di leher pria itu.
Mata Olivia seketika berubah menjadi marah dan dia berbalik pergi dari sana. Olivia kembali ke kamarnya dan langsung membuang dirinya ke kasurnya dengan emosi yang meluap-luap.
"Beraninya jalang itu menyentuh priaku!!" Teriaknya marah sambil memukul-mukul boneka di dekatnya.
Olivia bangkit dan berjalan ke arah meja hias dan mengambil sebuah botol dengan cairan merah didalamnya.
"Mati! Dia harus mati! Alexi adalah milikku!" Gumamnya dalam hati.
••
Araya kembali ke rumahnya juga dengan tubuh pegal karena urusan pekerjaan. Dia melihat siluet pria yang sedang duduk di dapur dengan segelas wine di depannya.
"Kakak." Panggilnya dan duduk di sisi kanan pemuda itu.
Alvry mengangkat kepalanya dan barulah Araya memperhatikan bahwa orang itu sudah sangat mabuk. Araya memegang kepalanya dan cahaya kemerahan bersinar dari telapak tangannya. Alvry langsung jatuh tertidur di atas meja.
"Bukannya saya sudah pernah bilang untuk tidak minum saat kamu dalam masalah." Ujar Araya dengan nada lembut. Gadis itu mengusap rambut pemuda itu dengan penuh kasih sayang.
Araya membantu memapah tubuh Alvry masuk ke dalam kamarnya dengan mudah walau tubuh pemuda itu lebih besar darinya, tenaga Araya terlalu kuat.
Setelah membantu pemuda itu berbaring di kasurnya. Araya langsung keluar dari kamar itu dan berjalan ke ruang belajarnya. Dia menyalakan lampu dan duduk di kursinya sambil membaca laporan perusahaan yang baru di serahkan Zen padanya.
"Sistem."
[Ding! ]
"Sisa berapa persen untuk penyelesaian tugas di dunia ini?"
[10% ditambahkan dengan misi utama]
"Jadi sisa pemeran utama wanita yang harus dihancurkan. Akan ku selesaikan di bulan ini."
[Sistem mendeteksi energi emosional yang terlalu kuat di dalam tubuh Host!]
"Terlalu lama didunia ini akan membuat hatiku untuk bocah itu semakin kuat. Jadi sebelum hal-hal yang menyebalkan terjadi, aku akan menyelesaikan misi dunia ini secepatnya."
•••
Olivia menatap gedung di depannya dengan tatapan gugup. Dia melirik ke arah beberapa orang yang juga dibawa ke tempat ini, benar dia di culik.
Olivia mencoba menggunakan ponselnya tetapi soalnya sinyal malah menghilang. Dia hanya bisa pasrah saat orang-orang berpakaian putih seperti dokter mendorong mereka semua termasuk dirinya masuk dengan paksa ke dalam gedung.
"Tolong lepaskan saya..saya adalah kekasih dari Alexi Aditya!" Kata Olivia dengan nada keras saat dia sudah mulai di dudukan di sebuah kursi yang selalu dilihatnya di sebuah ruang rawat.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are Mine
FantasyPria itu Terlalu Gila! Alexi Aditya, seorang bos berat atau tiran menakutkan yang mengikatnya. Alexi selalu berpikir bahwa Ara akan menghilang dan meninggalkannya, jika dia sedikit saja melepaskan ikatannya. **** Ara. Hanya Ara saja. Gadis yang dite...
