Chapter 31 - MISI GILA

1.6K 249 24
                                        

Jalan raya di waktu senja hari terlihat lebih indah karena cahaya dari lampu jalan, gedung dan mobil yang dilewati. Araya menyandarkan kepalanya sambil melihat pemandangan di depannya, seakan dia sedang jatuh dalam pikirannya.

Alexi hanya melirik perempuan itu, tidak membuka obrolan. Keduanya sampai di depan restoran ternama, sebelum Alexi membuka pintu untuknya, Araya sudah lebih dulu turun dan ia melihat ekspresi aneh di wajah tampan pria itu.

"Aku terbiasa melakukan hal-hal sendiri." Ujar gadis itu seakan mencairkan suasana di antara keduanya.

Alexi mengangguk dan keduanya masuk ke dalam restoran bintang 5 itu. Pelayan mengarahkan mereka ke meja yang berada di dekat jendela dengan pemandangan hutan bambu yang indah. Cahaya senja yang menyorot sisi yang terbuka di pohon bambu membuat pemandangan itu menarik.

Araya yang ingin memesan makanan kalah cepat oleh Alexi yang menyebutkan semua makanan yang disukai oleh gadis itu. Araya tidak terkejut dan hanya tersenyum manis ke arahnya.

'Apa dia mulai curiga?' batin gadis itu dalam hati.

[MISI UTAMA!]

[BUAT TARGET MENUSUK MU DENGAN PISAU!]

Araya yang baru saja meminum teh di gelasnya langsung membulatkan matanya. Kepalanya terangkat ke arah jendela sistem yang muncul di depan matanya.

[HUKUMAN JIKA MISI DINYATAKAN GAGAL : SENGATAN LISTIK 20%]

'Jangan bilang sistem sedang balas dendam padaku? Ck ini menyebalkan!'

Gadis itu menyibak rambutnya. Dia tidak bisa kan mati lagi karena perintah aneh sistem. Dia cuma perlu membuat pria ini menusuknya saja tanpa membuatnya membenci dirinya. Gadis itu melirik ke arah meja samping dan menemukan bahwa seorang gadis berambut pendek dengan gaun merah muda menatap ke arahnya dengan kecemburuan yang begitu besar.

'Ahh...pemeran wanita utama kita ada sini. Apa yang harus kulakukan yah?' batinnya dengan senyum licik di bibirnya.

"Ada apa?"

Tiba-tiba suara Alexi muncul dan membuyarkan pikiran gadis itu. Araya menggelengkan kepalanya dan hanya lanjut menyantap makanannya, dia terhenti saat sebuah pikiran muncul di dalam kepalanya. Gadis itu dengan sengaja menyenggol gelas anggur milik Alexi hingga pakaian pria itu kotor.

"Ah!" Araya buru-buru bangkit dan berjalan ke arah Alexi, dia langsung mengambil tisu dan membersihkan noda ungu di celananya, dia juga melirik ke arah gadis di samping yang sudah tersulut oleh kecemburuannya dan mulai bangkit sambil berjalan ke arahnya.

"Lepaskan tanganmu!" Teriak Olivia dengan wajah memerah karena marah. Dia menarik perempuan itu dari sisi Alexi dan mendorongnya.

Brak!

Tubuh Araya terjatuh dan dia dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi kesakitan. Olivia mengarahkan sebuah pisau ke arah Araya dan bergerak ke arahnya, sayangnya tangannya langsung di tahan dan pisau itu di rebut kembali.

Alexi memegang pisau itu, wajahnya gelap karena emosi yang berusaha dia tahan. Dia ingin membunuh Olivia saat ini juga, tetapi dia tahan karena dia masih berguna untuknya. Dia berjalan melewatinya dan mengulurkan tangannya pada Araya

"Maafkan dia-..." Ucapannya terpotong saat Araya yang baru saja ditariknya itu tiba-tiba terlihat seperti 'terdorong' ke depan yang tepat di tangan kanannya masih ada pisau yang dia rebut dari Olivia tadi.

Srak!

(MISI SELESAI!)

(TINGKAT KESUKSESAN: 80%)

Araya dengan sengaja di depan semua orang seperti orang yang tercengang padahal dia sengaja menusuk dirinya sendiri. Dia menutupi baju kanannya yang mengularkan darah itu, sambil mundur ke belakang.

"Tidak!" Alexi segera memeluk gadis itu dan menggendongnya di hadapan semua mata termasuk Olivia. Dia membawa Araya pergi dari sana.

Araya masuk ke dalam mobil dan ekspresi wajahnya masih sangat tenang. Dia tidak memikirkan lukanya dan hanya memandang keluar jendela. Mobil melaju dengan gilanya di jalan yang masih ramai itu ke arah rumah sakit.







Bersambung..

You Are MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang