Pria itu Terlalu Gila!
Alexi Aditya, seorang bos berat atau tiran menakutkan yang mengikatnya.
Alexi selalu berpikir bahwa Ara akan menghilang dan meninggalkannya, jika dia sedikit saja melepaskan ikatannya.
****
Ara.
Hanya Ara saja.
Gadis yang dite...
Di rumah sakit, Araya sudah mendapatkan perawatan yang sangat cepat karena keberadaan sosok Alexi yang ternyata pemilik dari rumah sakit ternama itu datang. Puluhan dokter terbaik segera bergerak dan mengobati luka 'kecil' yang menurut Alexi 'sangat parah' itu. Araya hanya diam saja duduk di tempatnya, dia bisa menyembuhkan luka ini dengan cepat, tetapi dia menahan proses penyembuhannya agar tidak di curigai.
Beberapa menit berlalu dan lukanya sudah di perban. Gadis itu melihat bahunya sebentar, setelah itu dia merapikan pakaiannya kembali dan bangkit dari ranjang.
"Jangan bergerak dulu." Perintah Alexi sigap dan menghentikan gadis itu pergi.
"Luka kecil." Balasnya.
"Tidak! Kamu perlu perawatan yang lebih insentif, takutnya nanti ada infeksi!"
Araya mengalah dan kembali duduk. Alexi menerima panggilan telepon dan pamit keluar dari ruangan itu sebentar. Araya menatap ponselnya dan sebuah pesan masuk.
(Mereka akan melakukan transaksi)
Gadis itu langsung bangkit dan melihat ke arah pintu, setelah itu dia berjalan ke arah jendela dan langsung membuka kacanya. Tanpa perlengkapan apapun dia langsung melompat terjun payung dari lantai 5 rumah sakit. Tubuhnya mendarat dengan pelan ke aspal dan dia berjalan dengan santai seolah tidak terjadi apapun.
Dia mengambil ponselnya dan menekan nomor di kontaknya. Panggilan tersambung ke pihak lain.
"Aku akan segera datang."
••
N
egara Jepang, Tokyo.
Sekolompok orang yang sedang berkumpul di sebuah restoran ternama mengenakan jas hitam sambil membawa sebuah koper. Mereka memasuki ruangan VIP yang dipesan khusus untuk pertemua tersebut.
Di dalam ruangan itu, setiap kelompok membawa anggota mereka yang satu sama lain mengawasi lawan mereka. Pemimpin mereka yang merupakan orang Amerika terlebih dulu mengangkat koper yang dibawahnya dan di buka di depan mata semua orang.
Di dalam koper sebuah berlian indah muncul di depan semua orang. Pihak lain juga segera mengeluarkan isi koper yang dibawa mereka yang berisi puluhan batangan emas.
"Are you sure nobody now I in here?" Tanya pria Amerika itu waspada.
Orang yang di seberangnya adalah orang Cina yang berusia 30 tahun dan gemuk. Dia membuang putung rokok di mulutnya dengan gerakan angkuh. "Everything in my control, Sam."
Pelayan segera datang membawa makanan di ruangan itu. Salah seorang pelayan yang membuat Sam terus menatapnya adalah seorang wanita Asia dengan rambut hitam tetapi memakai softlens hitam.
"Come close beb." Panggilnya.
Wanita yang tidak lain adalah Araya itu tersenyum puas dengan rencananya yang berhasil. Dia lalu berjalan mendekat dan dengan berani duduk di paha Sam sambil mengusap pipinya menggoda pria itu.
"You are a little bitch." Ujar Sam sambil mengusap paha mulut perempuan itu.
Araya tersenyum kecil dan mendekatkan bibirnya di samping telinga pria itu. "And I not good girl too."
Krak!
Araya mematahkan leher pria itu dan mendorong tubuhnya sebelum seluruh anggotanya mulai menembaki dirinya. Gadis itu segera mengambil kedua koper dan melompat ke arah jendela.
Crash!
Tubuhnya segera jatuh dari lantai 3 dan mendarat dengan sempurna di sebuah pohon. Dia segera menghilang di bawah kegelapan.
Boom!!
Restoran di lantai tempat kedua kelompok tadi akan melakukan transaksi langsung meledak. Semua orang dalam ruangan langsung tewas di tempat setelah beberapa sosok gelap menghabisi mereka sebelum meledakkan tempat itu.
Araya hanya melihat gempulan asap itu sambil menikmati sekaleng soda yang diberikan oleh satu bawahannya.
"Sekarang kita apakan berlian ini?" Tanya bawahannya.
"Jual dan uangnya akan di serahkan di panti asuhan." Ucap Araya lalu masuk ke dalam mobilnya.
Araya yang langsung terbang kembali ke negaranya itu tidak tahu bahwa kepergiannya dari rumah sakit membuat Alexi yang ada di sana mengamuk.
Araya hanya kembali ke rumahnya setelah menjalani penerbangan berjam-jam dan tubuhnya sedikit lelah. Setelah dia mandi, matanya tertuju pada kotak di atas kasurnya.
"Bibi." Panggilnya setelah melihat benda itu.
"Iya, Nona?" Tanya pelayan yang segera masuk ke dalam.
"Siapa yang masuk ke kamarku tadi?" Tanyanya.
"Ah..itu saya. Tadi ada seorang tuan muda di depan dan menyuruh saya menyerahkan kotak hadiah ini untuk anda. Saya lihat anda mandi jadi saya simpan saja di kasur." Jelas pelayan itu.
Araya mengangguk dan menyuruhnya pergi, lantas dia mengambil kotak kecil itu dan membukanya. Dia melihat sebuah kalung berbentuk bulan sabit dengan berlian merah. Dia mengamati kalung itu beberapa menit sebelum memakainya. Saat dia melihat benda di lehernya, dia mengangguk puas.
"Setidaknya gaya pilihannya tidak terlalu buruk." Ujarnya.
Bersambung...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.