"Aku suka guru lesku?"
Kisah seorang guru les cantik yang diperebutkan 3 bersaudara Watanabe. Siapakah yang akan dipilih sang guru? Akankah hatinya berlabuh pada salah satu dari 3 bersaudara tersebut?
Ohayou, Minasan!!
I HAVE NEW STORY... LET'S READ...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kerja bagus kawan - kawan! Hari ini penampilan Treasure luar biasa. Terima kasih untuk kerjasama kalian." Ujar Hyunsuk dan Jihoon sembari bertepuk tangan kepada anggota timnya.
Haruto menyeka keringat yang mengalir di wajahnya. Dia begitu puas dengan penampilan mereka tadi. Diteguknya air mineral dingin hingga tak bersisa. Dia kemudian duduk mendekati Mashiho.
Mashiho yang merasa bahwa Haruto ingin mengatakan sesuatu, beringsut ke kiri agar temannya bisa duduk di sampingnya.
"Mashi"
"Hmm.."
"Apa kau marah padaku?"
"Menurutmu?"
"Aku sungguh - sungguh tidak tahu bahwa orang yang kusukai dan kakakmu adalah orang yang sama. Sejujurnya aku sangat shock.."
"Lalu sekarang bagaimana, apa mau lanjut atau menyerah?"
"Aku juga sedikit pesimis. Ms. Lisa, kakakmu itu sungguh populer. Banyak pria tampan yang menaruh hati padanya. Kurasa mustahil dia membalas perasaanku!"
"Siapa yang mengajarimu untuk menyerah sebelum mencoba, hah? Kau bahkan belum tahu jawaban dari pernyataan cintamu kemarin."
"Mashi??? Jangan bilang kau merestui aku dengan kakakmu?"
"Dasar bodoh, tentu saja aku akan menentangnya!!"
"Yah,, sudah kuduga..." balas Haruto sedih. Dia tahu pasti hal ini terjadi. Mashiho tidak mungkin membiarkan dia bersama kakaknya, Lisa.
"Tapi.... Aku akan membiarkanmu mendapatkan jawabannya. Aku bilang begini karena tahu kau tidak mungkin akan mempermainkannya. Setelah itu, iya atau tidaknya, neesan sendiri yang akan putuskan."
"Sahabatku, terima kasih atas dukunganmu"
"Walaupun kemungkinan diterimanya tipis. Semoga keberuntungan menyertaimu. Hahahaha..."
"Teruslah mengejekku, kawan. Jika kenyataannya aku diterima dan kakakmu mau jadi pacarku. Hal pertama yang bisa kau lakukan hanyalah ikhlas menerimaku sebagai kakak ipar."
"Aah ,, mendengar kau mengatakan itu, aku jadi ingin menggunakan tenaga judo sekarang juga. Bagaimana, apa kau siap menerimanya?"
Haruto berlari menjauh sebelum Mashiho benar - benar mengeluarkan tenaga dalamnya. Namun, dia merasa lega bahwa sahabatnya itu tidak marah padanya.
Mashiho yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya bisa tersenyum. Dia kemudian mengecek ponsel untuk menghubungi kakaknya.
"Moshi - moshi, Neesan ada dimana?"
"Moshi - moshi, kakak sedang berlatih diruang dekat aula, Mashi. Sekarang kamu dimana?"
"Aku sedang diruang ganti kak. Kalau begitu nanti aku kesana ya. Kakak ingin minum apa? Biar aku belikan!"