Day 27.3

452 64 34
                                        

Haiiii
maafkan aku yang sudah mengangguri buku ini 2 tahun :"(
banyak hal yang terjadi di hidup aku 2 tahun belakangan ini yang mungkin kalo dibahas bakal boring abis hehehe

sekali lagi maapin neoo yaa

mau coba cek ombak dulu, kalo rame kita lanjut, kalo sepi discon aja kali yaa? :"(


Happy Tummy, Happy Reading~




***30 Days***



Day 27 (part 3 - last)



Hal pertama yang menyambut Mark di halaman rumah gadisnya bukanlah gadis ceria berambut ikal itu, melainkan Mingyu – sang Kakak. Elaan napas berat terbuang sebelum kakinya melangkah mengikis jarak di antara keduanya. Sedikit banyak Mark dapat menebak sambutan apa yang akan ia terima dari lelaki bertubuh tinggi itu.

"Sore, Bang." sapanya pelan, Mingyu menghela napas sebagai jawaban.

"Adek gue nangis tadi pas pulang, lu 'kan pelakunya? Apa penjelasan lu?" desisnya diiringi tatapan mata setajam elang.

Mark menunduk, tak mampu menemukan suaranya selain bergumam maaf.

"Gue ga butuh maaf lu, Mark. Jawab pertanyaan gue sekarang." Mingyu maju selangkah, tangan sudah mengepal di samping tubuhnya, siap memukul Mark kapan saja.

Elaan napas kembali Mark buang sore ini, memberanikan diri untuk menatap Mingyu tepat di wajahnya.

"Saya.. Haechan lihat saya lagi sama mantan saya di Mal dengan posisi yang.. ga baik dilihat orang – "

"Lu selingkuh?" potong Mingyu, Mark langsung menggeleng keras, menatap Mingyu dengan panik.

"Demi Tuhan ga, Kak."

Mingyu mendengus, "Gue paling males sama yang bawa-bawa Tuhan, nih. Posisi apa yang lu maksud ga baik itu? Lu rangkulan? Lu pelukan? Lu ciuman?"

Mata Mark membelalak kala Mingyu dapat menebak dengan jitu, sementara Mingyu langsung mendengus memberikan senyum sinis, dan setelahnya..

Bugh.

Bogem mentah meluncur tepat di sudut bibir kiri Mark, membuat sang empu sempat oleng ke belakang.

"Ga selingkuh tapi ciuman itu konsepnya gimana, jing!?" murka Mingyu, sedetik setelahnya tangannya sudah mencengkram kerah jaket Mark.

"Tinggalin adek gue sekarang juga, gue ga bisa tolerir orang selingkuh. Dan ini, karena udah buat adek gue nangis."

Kembali, tinju Mingyu mendarat, kali ini tepat di ulu hati hingga membuat Mark sontak jatuh tersungkur merasa sesak.

Mark terbatuk memegangi perutnya, "Bang, saya bisa jelasin.." lirihnya pelan seraya menahan sakit.

"Ga usah, gue ga perlu denger apapun alasan lu, Bangsat!" seru Mingyu dengan nada agak tinggi.

Kala Mingyu sudah siap mengangkat tangannya lagi hendak melayangkan bogem ketiganya, suara Jongin dari kejauhan menahannya.

"Mingyu! Kamu kenapa sih?!" lelaki paruh baya itu setengah berlari menghampiri keduanya setelah turun dari sepeda motornya, membantu Mark bangkit setelahnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 10 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

30 Days (MarkHyuck GS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang