9. Rahasia

951 142 1
                                        

Bab 9 : rahasia

Bab 9 : rahasia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°°°°°°°°°°

"Kita harus cepet pergi dari sini." kata Johnny panik, saat mencium sesuatu yang tiba-tiba muncul di area sekolah.

"Sini. Lo bisa serahin Fiona ke gue."
Jungwoo kemudian menggendong Fiona yang masih pingsan dan  melompat ke luar jendela.

Doyoung dan Jaehyun saling bertatapan.

"Udah gue bilang Jae. Jangan pernah lo cari masalah ke mereka." kata Doyoung dingin.

"Kenapa lo malah salahin gue? Lo ga sadar diri lo sekejam apa?"

Mata Jaehyun berubah menjadi merah, kemudian ia menerjang Doyoung hingga terbentur ke tembok.

"Hei-hei, kenapa kalian jadi berantem?"

Taeyong segera melerai mereka berdua.

Namun Doyoung sudah terlanjur marah dan mencekik leher Jaehyun dengan sekuat tenaga.

"Jangan pernah lo macem-macem sama gue." ucap Doyoung dingin, dengan matanya yang merah.

Bahkan ia dengan kulit pucatnya itu terlihat lebih mengerikan dari Jaehyun.

"Doyoung. Stop." bentak Taeil.

"Dia udah deket." kata Johnny yang bisa merasakan kehadiran musuh terberat mereka.

Haechan mengangguk, kemudian ia, Johnny, Taeyong, dan Taeil segera mebawa Jaehyun dan Doyoung melompat keluar jendela.

Padahal Doyoung masih dalam posisi mencekik Jaehyun.

Mereka berenam berlari dengan cepat melewati pepohonan.

Werewolf tidak akan bisa mengalahkan kecepatan para vampire.







🍒

"Jungwoo..."

"Fiona, lo udah sadar?" tanya Jungwoo yang masih melompat di antara pepohonan.

"Jungwoo lo ngapain?"

Fiona panik saat menyadari dirinya dan Jungwoo berada di atas pohon yang sangat tinggi.

"Gue gamau mati Jungwoo. Turunin gue sekarang!" teriak Fiona marah, dan memukul-mukul punggung Jungwoo.

"Jangan gitu Fiona, tar lo bisa jatuh! Pegangan yang erat!" teriak Jungwoo balik ke Fiona.

Namun Fiona yang terlanjur panik dan bingung dengan keadaan, langsung melepaskan dirinya dari gendongan Jungwoo.

Ia melayang di antara pepohonan sambil berteriak keras.

Saat ini ia bisa tau kalau ajalnya mungkin sudah dekat.

Ketika Fiona bisa melihat tanah di bawahnya, ia hanya bisa memejamkan matanya dan berdoa dalam hati.

"I got you. Are you okay?"

Fiona membuka matanya dan melihat Doyoung kini tengah menangkapnya.

Fiona menangis, ia bingung dengan perasaannya. Haruskah ia senang? Atau mungkin sedih?

Doyoung memeluknya dengan erat.

"Heran ya, tiap sama gue, lo selalu nangis." kata Doyoung pada Fiona.

"Gue...  Gue-

"Gapapa Fiona. Lo aman sama gue."

Doyoung menepuk kepala Fiona, kemudian mengendongnya dan lari secepat kilat melewati pepohonan.

"Pelan-pelan Doy." teriak Fiona marah.

"Doy? Gue suka lo manggil gue kek gitu." sahut Doyoung senang, ia pun barlari dan melompati pohon dengan hati-hati.

Tapi ia bingung kenapa saat ini perutnya terasa geli menggelitik, seperti ada sesuatu yang terbang di dalam perutnya.

Jantungnya juga berdetak kencang.

Apa Doyoung sakit?

"Iya Doy, lo jangan kayak Jungwoo. Ntar gue jatuh lagi."

"Jadi si Jungwoo tadi gak hati-hati bawa lo? Awas aja, dia bakal gue kasi pelajaran."

"Eh- gausah. Jangan Doy!"

"Tapi-

"Doy, liat! Bagus banget."

Fiona menunjuk sebuah sungai di samping rerumputan, penuh dengan bunga yang mengelilinginya. 

Doyoung segera menurunkan Fiona di sana.

"Doyoung, lo vampire ya?" tanya Fiona tiba-tiba,  saat ia sudah berada di antara bunga berwarna biru dan berdiri menghadap Doyoung.

THE ISLAND •NCT•Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang