"Lo tidur?" tanya Yuta pada Ten yang tengah duduk di teras rumah Jaehyun.
"Enggak. Merem doang." sahut adiknya itu dengan suara khasnya.
PLAK
"Grrrrrrrrrr....."
Ten tiba-tiba saja berubah menjadi serigala berwarna putih dan menunjukkan taring-taringnya saat mendengar suara yang lumayan keras disampingnya.
"Apaan sih, gue lagi nepok nyamuk." kata Haechan sehabis menampar kaki kirinya dan kini telapak tangannya berhasil membunuh dua ekor nyamuk.
"Udah gue duga sih." kata Yuta saat melihat tingkah Ten.
Kini ia kembali berubah menjadi manusia.
"Iya-iya maaf. Gue capek juga lari-larian dari tadi sore. Lagian umur gue kan juga udah tua." ucap Ten merasa bersalah.
Haechan hanya tertawa kecil melihat Ten.
Saat ini , mereka semua kecuali Fiona dan Doyoung, berjaga di sekililing rumah Jaehyun untuk memastikan keamanan mereka berdua yang saat ini berada di dalam rumah.
Karena Doyoung tentu saja tidak bisa ikut melawan Kun karena ia hanyalah seorang manusia biasa dan Fiona adalah manusia setengah vampire yang belum ahli mengontrol kekuatannya.
"Gimana ? Lo bisa mencium mereka gak dari jarak ini?" tanya Jaehyun pada Johnny.
"Gak. Mereka belum ada di sekitar sini." kata Johnny yang berjaga di belakang rumah.
"Tapi kenapa perasaan gue gk enak ya?" ucap Jaehyun saat matanya berubah menjadi merah.
Sementara itu, Fiona dan Doyoung hanya bisa melihat mereka dari balik jendela rumah.
Berharap mereka semua akan baik-baik saja.
"Udah jam berapa?" tanya Fiona pada Doyoung.
"Jam setengah dua pagi." sahut Doyoung sambil melihat jam tangannya.
Jujur saja, mereka berdua lebih cemas dari para vampire dan werewolf yang sedang berjaga di sekeliling rumah.
Kalau boleh rasanya memilih, Fiona lebih ingin ikut melawan Kun daripada bersembunyi di dalam rumah dengan berjuta perasaan takut dan khawatir.
Mark bersender pada pohon besar di samping kanan rumah Jaehyun, yang berhadapan langsung dengan jendela tempat Fiona mengintip dari dalam.
Dalam diam, Mark hanya bisa berharap ia bisa melindungi gadis yang sangat ia cintai. Hanya itu yang bisa Mark lakukan.
Jungwoo dan Taeil berada di atas pohon sebelah kiri rumah . Mereka berdua duduk di atas dahan pohon sambil memejamkan mata , untuk memokuskan pikiran dan pendengaran mereka.
Sedangkan Winwin, ia hanya berada di belakang Yuta. Karena raja werewolf itu sangat sensitif dengan hal yang menyangkut keselamatan sahabatnya itu.
Ya , sahabat.
Bestie.
Apakah akan menjadi cinta?
Kita tunggu saja setelah perang berakhir.
Tiba-tiba Taeil bersiul dari arah atas pohon dan membuat mereka semua memasang posisi untuk bersiap-siap menyambut siapa yang akan datang.
Suara lolongan anjing terdengar dari berbagai penjuru, disertai angin yang menggerakkan pepohonan, dan suara langkah kaki yang bergerak dengan cepat bisa mereka dengar dan rasakan saat ini.
Benar saja, seekor serigala besar berwarna abu-abu berlari kencang ke arah rumah Jaehyun.
Jaehyun , Johnny , Yuta, Ten, Mark , Jungwoo, Taeil, dan Haechan langsung berdiri dan menghadang serigala itu.
Serigala itu menunjukkan taring-taringnya yang tajam dan menggeram dengan ganas.
"Akhirnya lo datang juga Kun." kata Yuta sambil berkacak pinggang. Sudah lama ia menantikan pertarungan ini.
Namun, Winwin mencengkram lengan Yuta dari belakang. Ia membisikkan sesuatu dan membuat Yuta sedikit terkejut.
"Oh, begitu ya. Jadi lo Jeno?" ucap Yuta yang membuat mereka semua terkejut. Karena Jeno sangat mirip dengan Kun.
Disisi lain, Fiona bergidik ngeri saat medengar dan melihat kalau serigala besar berwarna abu-abu itu adalah Jeno.
Bagaimana bisa dulu ia tidak tau kalau Jeno adalah seorang werewolf. Bahkan mereka benar-benar sudah saling percaya satu sama lain.
Mereka pernah saling mencintai, menyayangi dan Jeno selalu menjaganya.
Doyoung menggenggam erat tangan Fiona, takut jika gadis itu akan dibawa pergi oleh Jeno.
Fiona mengusap tangan Doyoung, menenangkan pria itu.
Sedangkan di luar, Johnny lebih dulu berlari kencang ke arah Jeno dan memukul keras punggung serigala abu-abu itu. Namun Jeno semakin marah dan menyerang Johnny dengan gigi-giginya yang tajam.
Johnny menghindar, dan balas menyerang Jeno lagi.
Jaehyun melesat ke arah mereka, namun seekor serigala hitam menerkamnya. Tetapi Jaehyun berhasil menghindar dan melompat ke atas pohon.
"Dia siapa? dia kan salah satau werewolf yang pernah nyerang gue sama Ten dan Mark dulu." bisik Yuta pada Winwin.
"Dia Renjun, dan sebentar lagi Lucas juga datang." kata Winwin waspada.
Benar saja, seekor serigala putih yang ukurannya jauh lebih besar dari Jeno datang dari arah belakang rumah Jaehyun.
Ten dan Mark segera berubah menjadi serigala , menghadangnya dan bertarung melawan Lucas .
Mereka saling menggigit dengan ganas dan darah mengucur dari punggung Mark.
Fiona menutup mulut karena ketakutan saat melihat darah mengalir dari punggung Mark.
Doyoung gemetar melihat pertarungan sahabat-sahabatnya . Ia merasa menyesal tidak bisa membantu , karena ia tidak punya kekuatan apa-apa.
Disisi lain, Haechan , Jungwoo dan Taeil bersiap saat melihat werewolf yang berlari dengan gesit ke arah mereka.
Ia adalah Jisung. Serigala berwarna cokelat.
Ketiga vampire itu langsung bertarung melawan Jisung.
Sedangkan Johnny masih belum bisa mengalahkan Jeno, werewolf itu tenyata cukup kuat sampai membuat Johnny kewalahan.
Untung saja Jaehyun sudah berhasil membuat Renjun meraung kesakitan dengan luka-luka di sekujur tubuhnya, sehingga Jaehyun bisa membantu Johnny .
Fiona terkejut saat melihat serigala hitam itu berubah menjadi Renjun, teman kuliahnya.
Namun, ia lebih terkejut lagi saat pintu kamar tiba-tiba berderit dan terbuka.
Fiona dan Doyoung berdiri kaku saat melihat Kun berdiri di depan pintu kamar mereka.
"Fiona, ayo pulang." kata Kun sambil tersenyum ke arah Fiona.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ISLAND •NCT•
AdventureFiona terdampar di pulau asing dan bertemu dengan beberapa pria aneh. Akankah ia selamat? Atau- ada kemungkinan lain?
