46. Miracle

387 77 0
                                        

Brukkkkkk

"DOYOUNG!" teriak Fiona histeris.

Tangannya gemetar ketika melihat Doyoung terpental dan jatuh di pinggir balkon gedung.

"YA! GUE PERLU ALASAN, KENAPA LO CIUM PACAR GUE!"

Teriakan Jeno membuat Fiona semakin takut.
Pria itu kini menatap Doyoung dengan nanar dan penuh dengan kemarahan.

Fiona rasa, Doyoung sudah membangunkan sisi buruk Jeno.

"Jeno- ini semua gak seperti yang kamu liat." kata Fiona dengan penuh ketakutan, berusaha menenangkan Jeno.

"Jadi ini, yang bikin kamu dingin ke aku? INI YANG BUAT KAMU BERUBAH?"

Jeno membentak Fiona dan berteriak ke arah gadis itu, tentu saja dengan mata penuh kemarahan.

"Jeno, please. Tenang dulu. Aku bisa jelasin. Tolong, dengerin aku dulu."

Fiona meraih tangan Jeno, namun pria itu melepasnya dengan kasar.

"Mau jelasin kalau kamu cinta sama dia? KAMU SUKA SAMA DIA? KAMU UDAH BOHONGIN AKU, FIONA! KAMU KIRA AKU GAK TAU, KAMU PERGI CAMPING SAMA DIA? APA KAMU UDAH PERNAH TIDUR SAMA DIA?"

Plak.

Tangan kanan Fiona menampar pipi Jeno.  Bahkan gadis itu kini sudah menangis mendengar ucapan Jeno.

"Kenapa lo malah pojokin Fiona?"

Doyoung bangkit dan mendekat ke arah Jeno.

"Apa bener lo pacar Fiona? Kenapa lo tega ngomong hal kayak gitu ke pacar lo sendiri?" tanya Doyoung tak terima.

"Doyoung, stop! Pergi darisini. Gue mohon." isak Fiona.

Fiona takut kalau Doyoung  terus memprovokasi Jeno.
Hal itu akan membuat dirinya dalam bahaya.

"Gue tunjukin, siapa yang pantes buat Fiona." sahut Jeno menyeriangi.

"Akhhhhhh....!"

Doyoung terkejut karena kini dirinya sudah berada di ujung balkon dan lehernya dicekik oleh Jeno.

"INI YANG LO MAU?" teriak Jeno marah, bahkan kedua taringnya mulai terlihat.

"Sialan- siapa lo?"

Doyoung terkejut melihat Jeno yang mulai sedikit aneh, namun menyeramkan.

"JENO!!!!! STOP! GUE MOHON!"

Fiona berlari ke arah mereka berdua, berusaha menyelamatkan Doyoung.

"INI YANG LO MAU KAN FIONA?" teriak Jeno.

"Gak! Jangan Jeno!!!!"

"Doyoung gak salah, Jeno!  Gue yang salah. Tolong, lepasin Doyoung!"

Fiona bersimpuh pada Jeno. Ia takut, Doyoung akan -

"DOYOUNG!!!!!!!!!"

"Fiona, tolong!" teriak Doyoung yang tubuhnya kini melayang dari balkon, karena ditendang oleh Jeno.

"DOYOUNG!!!!!!" Fiona mendorong tubuh Jeno, dan melompat dari balkon untuk menolong Doyoung.

Sedangkan Doyoung hanya bisa pasrah ketika tubuhnya melewati beberapa lantai di gedung itu.

Tapi, kenapa dia melihat Fiona mulai mendekatinya? Apa gadis itu akan ikut jatuh bersamanya?

"Fiona..." lirih Doyoung.

Grep.

Dengan cepat, tangan Fiona kini sudah meraih tangan Doyoung dan menariknya.

Tapi kenapa Doyoung merasa Fiona mengajaknya terbang?

Gadis itu menarik tangan Doyoung dan mengajaknya melompat menuju pohon yang berada di bawah mereka.

Doyoung hanya bisa memejamkan matanya dan berdoa dalam hati agar mereka berdua selamat.

Sampai ia merasa kakinya menyentuh  dedaunan, Doyoung pun membuka matanya.

Benar saja, kini Doyoung dan Fiona tengah berdiri di sebuah cabang pohon yang besar, di samping gedung kesenian.

"Doyoung, gue rasa ini gak aman."

"Apa-

Grep.

Fiona kembali menarik Doyoung dan mengajaknya melompat dari pohon itu, kemudian berlari dengan cepat.

Hingga membuat Doyoung merasa pusing saat dirinya menyadari mereka berada sangat jauh dari kampus.

Doyoung melepas tangannya dari Fiona.

"Lo- siapa?" tanya Doyoung memundurkan langkah kakinya.

Ia merasakan kejanggalan pada Jeno, dan Fiona. Mereka berdua terlihat berbeda. Seperti punya kekuatan khusus.

"Doyoung, maaf."

"Jawab gue Fiona! Gue gak suka, setiap gue tanya ke lo, selalu dijawab dengan maaf."

Doyoung menatap gadis itu waspada.

Fiona menarik nafasnya panjang.

"Gue, manusia setengah vampire." sahut Fiona lemah, kini ia sudah menyadari kekuatannya.





THE ISLAND •NCT•Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang