Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Fiona menatap Doyoung dengan kagum.
"Tuh kan.. baju Jaehyun jelek semua!" ucap Doyoung kesal setelah mengganti bajunya yang kacau karena muntahan.
Ia keluar dari rumah Jaehyun dan tentu saja sambil mengenakan baju milik pria itu yang tidak Doyoung suka.
"Bagus loh Doy! Jangan cemberut gitu !" kata Fiona kesal melihat raut muka Doyoung.
"Beneran bagus?"
Fiona mengangguk pasti. Meyakinkan Doyoung.
Senyum akhirnya kembali terukir di wajah Doyoung. Ia menatap Fiona dengan penuh rasa sayang. Ia bersyukur melihat Fiona mendukungnya.
Akhirnya, mereka berdua bertemu untuk kedua kalinya. Ini adalah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan agar mereka bisa melanjutkan kisah yang sudah ditakdirkan.
Ya , walaupun rumit tapi inilah mereka.
"Cepet woe! Udah kangen-kangenannya !" teriak Haechan dari arah pantai .
Ia tampak sibuk menyiapkan api unggun di pesisir pantai.
Fiona merasa kembali pada kenangan di pulau waktu itu. Ia menghela nafas lega dan menggandeng tangan Doyoung , mengajaknya menuju pantai.
"Keren juga lo pakek baju sama celana gue." cengir Jaehyun melihat Doyoung yang linglung memakai celana pendek.
"Apa aku bilang Doy? Bagus kan?" kata Fiona meyakinkan Doyoung,lagi.
"Huh, mulai lagi. Buruan bantu nangkep ikan!" Kata Haechan dengan candanya.
"Gila lo Chan. Masa lo nyuruh pacar gue nangkep ikan sih?" cibir Doyoung tak terima.
"Dih, udah sadar lo?" tanya Johnny tertawa lega, karena sahabatnya itu akhirnya kembali pada posisinya semula. Ya, walaupun tidak kuat seperti dulu. Karena Doyoung sekarang hanyalah manusia biasa.
"Walaupun udah pernah mati terus hidup lagi, gak pernah berubah ya si Doyoung." ucap Yuta dari balik pohon kelapa.
"Huss, kalau nyari kata-kata yang manusiawi dikit dong Yuta." kata Winwin menasehati.
"Win, gue serigala . Bukan manusia. "
"Tapi kan lo manusia serigala." kata Winwin meyakinkan.
"Heran gue , Winwin betah banget sama Yuta. Curiga kalau mereka pacaran." bisik Jungwoo sambil membolak balikkan kayu bakar.
Fiona pun tertawa kecil mendengar ucapan aneh Jungwoo. Kalau sampai mereka berdua berpacaran dan menikah, kaum manusia serigala bisa punah. Ya kan?
Disela-sela hal itu, Doyoung masih saja menggenggam tangan gadis itu sedari tadi. Seakan akan ia tidak mau berpisah untuk kedua kalinya.
Kali ini, Doyoung tidak akan membiarkan hal itu terjadi, dan ya tentu saja Fiona bisa merasakannya. Ia tau lelaki itu kini tak akan pernah mau melepaskan tangannya dari Fiona.
Mereka saling menatap satu sama lain, kemudian tersenyum .
Mark menghela nafas saat melihat interaksi antara Fiona dan Doyoung.
Sudah bertahun-tahun lamanya, kenapa Mark masih saja punya perasaan pada gadis itu? Memang, sebelumnya Mark sering berpacaran selama ia tinggal di Kanada . Tapi tak ada yang seperti Fiona.
Mark mengakui, kalau milik orang lain lebih disukainya. Entah kenapa, mungkin Mark lebih suka mengejar daripada dikejar.
Tentu saja bukan hanya Mark. Jaehyun pun masih merasakan kecemburuan di dalam hatinya. Namun apa boleh buat, ia harus mengubur perasaannya itu dalam-dalam demi persahabatan mereka.
Selain itu, ia juga tahu sampai kapanpun Fiona tak akan pernah mencintai Jaehyun.
Sungguh, Jaehyun merasa sakit. Namun ia harus tetap tersenyum di depan pasangan itu.
Tidak apa-apa. Jaehyun ikhlas .
Jaehyun dan Mark mengalihkan pandangan mereka ke arah pantai dengan ombak disertai angin, juga view sunset yang sangat indah.
Ten menepuk bahu adiknya , karena Ten tau isi hati Mark yang sesungguhnya.
Begitu juga Taeil yang ikut duduk di samping Jaehyun sambil berpura-pura melontarkan beberapa lelucon kunonya.
"Terima kasih ya." kata Doyoung ke arah teman-temannya.
"Gak papa Doy. Kami yang harusnya terimakasih, karena udah dikasi kesempatan untuk liat lo lagi." sahut Johnny senyum penuh syukur.
"Iya bener Doy. Lo gak tau gimana penderitaan gue selama ini, selalu mikirin lo. Gue selalu berharap kita semua bisa kumpul lagi. Gue kangen banget." ucap Taeil .
"Lo sahabat terbaik gue Doy. Gue seneng sekarang lo adalah manusia biasa. Lo bisa lakukan hal yang lo mau." Jungwoo menatap sahabatnya itu dengan tulus.
"Jaehyun, gue minta maaf -
"Udahlah Doy, jangan dibahas. Malu juga gue . Lo berhak dapet Fiona. Kalian saling mencintai kan? Bahkan di kehidupan kedua , takdir gak mampu memisahkan kalian. Apalagi gue ? Mana bisa Doy." sahut Jaehyun sambil tersenyum kecut.
"Minta maaf juga dong sama Mark." celetuk Haechan.
"Kenapa?" tanya Doyoung bingung.
"Dia kan juga suka sama Fiona." kata Winwin polos dengan wajah tanpa dosa.
Doyoung terkejut mendengar ucapan mereka berdua. Ia tidak menyangka Mark juga mempunyai perasaan pada Fiona.
"Mark-
"Ah lo kok semudah itu sih percaya sama mereka berdua? Mana mungkin gue suka sama Fiona. Ngawur aja mereka." sahut Mark sambil tertawa kecil.
"Dih, sok dewasa banget." cibir Yuta yang melihat adik bungsunya itu seperti menahan beban yang beratnya berton-ton.
Sedangkan Fiona hanya bisa menatap Mark dengan tatapan bersalah.
Mark mengangguk ke arah Fiona, seakan akan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.
Tidak apa-apa, perasaannya hanyalah sebuah cinta lama.
"Kami semua merestui kalian berdua sampai kapanpun." kata Jaehyun mewakili mereka semua.
"Makasih semuanya. Makasih juga udah mau dateng kesini dan mau bantu. Untuk itu gue umumkan, mulai hari ini kita harus siap-siap untuk menunggu kedatangan dari Kun dan Jeno.
Kita gak tau kapan mereka akan nyerang kita. Tapi hal itu sudah pasti akan terjadi. Untuk itu kita harus waspada . Karena gue tau persis temperamen Kun." Ucap Fiona sambil menatap mereka semua.