17. Perasaan

769 124 2
                                        

Bab 17 : perasaan

Bab 17 : perasaan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°°°°°°°°°°

Cup.

Doyoung mencium jari tangan Fiona dengan lembut.

Entah kenapa dia melakukan hal itu.

Doyoung hanya merasa-

Astaga, pipinya terasa memanas seketika.

Fiona menahan Doyoung yang ingin berlari setelah mengecup jari tangannya.

Ia mencoba menenangkan pria itu.

Fiona tersenyum.
Ia menatap Doyoung dengan lembut, memerhatikan wajah tampan Doyoung dan mengusap rambutnya yang berantakan.

Sedangkan Doyoung malah memalingkan wajahnya karena malu.

"Gapapa. Lo gak salah." kata Fiona sambil menjinjitkan kakinya, dan menepuk kepala Doyoung.

Doyoung memukul-mukul dada dan perutnya sendiri setelah mendapat perlakuan seperti itu dari Fiona.

"Doyoung...! Lo ngapain? Jangan kayak gini! Lo gak sakit Doyoung. Apa yang lo rasain itu, normal."

Fiona menghentikan tangan Doyoung yang masih memukul dadanya sendiri dengan keras.

"Gue juga ngerasain Doy-

Doyoung menatap Fiona dengan mata merahnya. Ia kemudian mengelus rambut Fiona dengan lembut.

"Lo sakit?" tanya Doyoung khawatir.

"Enggak- gue-, gue-

Fiona malah tidak bisa melanjutkan ucapannya. Dia jadi bingung harus bilang apa ke Doyoung.

"Gue-

Lidahnya tiba-tiba jadi kelu.

Ah, harus bagaimana ini?

Plak.

"Eh-

Doyoung terkejut karena Fiona menampar pipi kanannya.

"Dasar tidak peka." gumam Fiona yang membuat Doyoung semakin bingung.





🍒

"Widih- apaan nih?"
Haechan memerhatikan daun-daun yang disusun rapi hingga membentuk tulisan PAKAR CINTA, HENDERY FOX.

Tulisan itu tersusun rapi di halaman belakang sekolah dan bunga-bunga disusun sedemikan rupa hingga membentuk jalan menuju sebuah ruangan di sebelahnya.

"Ayo yang mau tanya-tanya soal cinta, boleh segera mendaftarkan diri."
kata seorang pria imut dengan rambut pirangnya.

Di seragamnya terdapat nametag Yangyang Fox.

"Fox maksudnya, rubah?" bisik Fiona pada Doyoung yang berdiri di sampingnya.

Doyoung mengangguk.

"Gue mau deh." kata Taeil yang tiba-tiba memelopori mereka.

"Oke. Gue catet dulu ya namanya, silahkan segera menuju bagian administrasi."

Yangyang Fox menunjuk pria berkaca mata yang duduk di depan ruangan, namanya Dejun Fox.

"Gue juga." kata Jaehyun ikut-ikutan.

"Fiona, sama gue yuk." katanya lagi, sambil menarik lengan Fiona.

"Wah, ada human ya disini. Kok lo bisa masih hidup sih?" tanya Yangyang sambil mencatat nama Fiona, dan jenisnya.

"Fiona." panggil Doyoung dengan mata merahnya.

"Astagah- mata lo kok?" pekik Yangyang menunjuk bola mata Doyoung.

Doyoung hanya tersenyum, dan menyusul Fiona di belakangnya.

Saat ini ia tidak tau, kenapa teman-temannya malah ingin masuk ke ruangan pakar cinta.

Doyoung cuma ingin mengikuti Fiona saja.

"Baik. Silahkan antri." ucap Dejun Fox dengan dingin.

Fiona hanya bergidik ngeri saat Dejun menatapnya dengan tajam.

"Siapa sih di dalam? Lama banget." teriak Haechan yang lama menunggu.

"Mohon tenang." sahut Dejun sambil menatap mata Haechan.

"Baik. Saya tenang." kata Haechan tiba-tiba dan berdiri dengan tegak.

"Gila, dia bisa ngendaliin pikiran." bisik Jaehyun pada Fiona.

Fiona hanya mengangguk dan berlindung di belakang punggung Jaehyun.

"Loh- Yuta?" Jaehyun terkejut saat melihat Yuta keluar dari ruangan pakar cinta sambil membawa sekuntum bunga.

Yuta hanya berdecih, dan berlalu dari tempat itu.

"Kenapa dia- bawa bunga?"

Doyoung hanya linglung dengan hal yang dilihatnya saat ini.

THE ISLAND •NCT•Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang