GrrRrrrrRrrrr.......
Fiona dan yang lainnya menoleh ke arah sumber suara. Mereka melihat serigala besar berwarna hitam , diikuti oleh serigala berwarna kecoklatan dan seekor serigala berwarna putih di belakangnya.
Tiga serigala itu berlari pelan ke arah mereka.
Namun serigala kecoklatan terlihat tergesa-gesa hingga mendahului serigala hitam besar di depannya.
Serigala kecoklatan itu langsung menghampiri Fiona dan menciumi tangan dan kaki Fiona. Seakan-akan seperti lama tak berjumpa tuannya.
"What the hell-" pekik Doyoung saat melihat Fiona dicium oleh serigala.
Doyoung kini masih dipeluk erat oleh Jungwoo, bahkan Johnny ,Taeil dan Haechan malah melempar tubuh Doyoung ke udara, kemudian menangkapnya.
"Gila kalian! Lepasin gue ! Gue bukan Doyoung yang itu...!" teriak Doyoung , namun tak dihiraukan oleh para vampire .
Jaehyun hanya memijit pelipis saat melihat kekacauan di depannya.
"Mark, udah dong." teriak Fiona saat serigala kecoklatan itu terus saja menciumi dirinya
Tak lama kemudian, serigala berwarna kecoklatan itu berubah menjadi pria tampan dengan rambut berwarna biru.
Matanya bersinar-sinar bahagia saat bertatapan dengan Fiona.
"Fiona, hai. Seneng banget bisa ketemu lo lagi." ucap Mark dengan senyum tiada henti menghiasi wajahnya.
"Hai Mark, lo keliatan beda ya." kata Fiona saat melihat penampilan Mark. Pria itu lebih tampak seperti -
"Iya lah, gue sekarang tinggal di Kanada. Gue punya studio sendiri and i'm a rapper." sahutnya bangga.
"Pamer ya ? Padahal dia udah ratusan kali ganti identitas." Sela Yuta, si serigala hitam dan raja werewolf yang kini sudah terlihat seperti seorang mafia .
"Yut, thanks udah kesini." kata Jaehyun mendekati Yuta.
"Padahal gue lagi sibuk urusin usaha gue di Jepang. Lo malah hubungin gue dan suruh gue kesini." sahut Yuta sambil menatap tajam ke arah Jaehyun, tapi itu hanya candaan tentu saja.
"Kalian udah baikan kan guys?" sela Fiona saat mengingat kejadian perundungan Jaehyun terhadap Winwin, sahabat Yuta.
"Yeah. Lumayan baikan." jawab Yuta membenarkan letak kaca mata hitamnya.
"Sawatdii Khrap.."
Serigala putih di belakang Yuta kini berubah menjadi laki-laki tampan dengan tatto di lengan , tangan, dan sekitar punggungnya.
Ia adalah Ten. Laki-laki itu menyatukan kedua tangan di dada dan menganggukkan kepala pada Fiona dan Jaehyun.
"Sawatdii Khrap." sahut Jaehyun yang ikut membalas ucapan Ten.
"Sawatdii Kha, Ten. Terimakasih udah dateng kesini." kata Fiona yang kini mengerti bahwa Ten tinggal di Thailand.
Ternyata werewolf bersaudara itu tinggal di negara yang berbeda. Fiona jadi merasa tidak enak sudah merepotkan mereka untuk datang kesini.
"Wait, whos that guy? Doyoung? Gue gak salah liat kan?" tunjuk Mark ke arah Doyoung yang kini di gendong kesana kemari oleh Johnny.
"Ceritanya panjang Mark. Tapi sebelum itu, gue butuh Winwin disini." sahut Jaehyun tegas.
"Winwin? Jangan bahayain Winwin! dia gak bisa ikut dalam hal kayak gini." kata Yuta dengan suara sedikit tinggi.
"Gue gak minta dia untuk ikut ngelawan Kun dan Jeno, gue cuma minta Winwin pegang tangan Doyoung." pinta Jaehyun memohon.
Yuta mengernyitkan dahinya. Tak lama kemudian ia merasa mengerti akan ucapan Jaehyun.
"Oke. Kalau itu mau lo. Gue bakal suruh Winwin kesini." sahut Yuta pada akhirnya.
Ten memejamkan matanya, berkonsentrasi akan sesuatu.
"Telepati." bisik Mark pada Fiona yang masih terpaku melihat keadaan di depannya.
Gadis itu berdecak kagum, saat melihat Winwin muncul dari arah selatan pantai. Pria imut itu berlari menghampiri Yuta dan memeluknya.
Fiona makin melongo dibuatnya. Segampang itukah Ten memanggil Winwin kesini?
Gadis itu tersenyum simpul saat Winwin menoleh ke arahnya.
"Gimana kabar lo Fiona?" tanya Winwin sambil menghampiri Fiona.
Fiona mengangguk dan mengulurkan tangannya pada Winwin, kemudian pria itu menatap mata Fiona sambil berjabat tangan dengannya.
"Gue baik, tapi lumayan berantakan."
"Gue tau, gue bisa liat kok." sahut Winwin yang kemudian melepaskan jabatan tangan mereka.
"Maaf Win, gue bener-bener butuh bantuan lo." kata Jaehyun sambil menunjuk ke arah Doyoung yang kini sedang memuntahkan isi perutnya lagi di pinggir pantai.
Pria itu tampak kacau.
"Dia- "
"Lo bisa kan Win?" tanya Jaehyun penuh harap.
Winwin mengangguk dan berjalan menghampiri Doyoung .
"Lo bisa berdiri?" tanya Winwin pada Doyoung.
Pria itu menoleh ke arah Winwin yang mengulurkan tangan padanya.
Doyoung tersenyum miring ke arah Winwin.
"Lo mau gila-gilaan kayak mereka?" tanya Doyoung sambil menunjuk para vampire yang sedang memantau Doyoung dari bawah pohon kelapa.
"Gak. Gue mau bantu lo. Percaya sama gue."
"Awas aja lo macem -
Ucapan Doyoung terpotong karena Winwin kini sudah memegang tangan Doyoung dan berjabat tangan dengannya.
Apa ini?
Doyoung merasakan pusing yang luar biasa.
Kepalanya terasa seperti mau pecah.
Bahkan ia merasakan hal lebih parah dari candaan para vampire yang membuatnya pusing seperti hampir gila.
Ini -
Apa yang telah orang itu lakukan pada Doyoung?
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ISLAND •NCT•
AbenteuerFiona terdampar di pulau asing dan bertemu dengan beberapa pria aneh. Akankah ia selamat? Atau- ada kemungkinan lain?
