19. Kalut

727 114 1
                                        

Bab 19 : Kalut

Bab 19 : Kalut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.











°°°°°°°°°°

"Doyoung udah keluar?" tanya Fiona pada Dejun, saat melihat Mark masuk ke dalam ruangan.

Padahal Doyoung tak terlihat keluar dari ruangan Hendery.

"Bentar, gue cek dulu." sahutnya datar.

Tak lama kemudian Dejun kembali.



"Udah. Katanya dia pergi lewat pintu belakang."

"Duh, kemana lagi sih dia. Bikin khawatir aja." gumam Fiona kemudian menghampiri Jaehyun yang tengah bersender di bawah pohon.

"Jaehyun, Doyoung kemana ya? Katanya dia pergi lewat pintu belakang."

"Jaehyun."

"Helloooo..."

Fiona menguncang-guncang tubuh Jaehyun.

"Eh, iya? Kamu bilang apa?"

"Kamu kenapa sih Jae? Daritadi gelagatnya aneh banget. Lagian kamu di suruh ngapain sih di dalem? Heran dah. Tu pakar cinta pasti abal-abal." kata Fiona marah.

Pasalnya, semua yang keluar dari sana jadi tampak berbeda dengan sebelumnya.

Hal itu membuat Fiona dan Johnny jadi curiga.

Mereka tidak melakukan malapraktek kan?
Ada-ada saja tingkah ketiga rubah itu.

"Doyoung gak ada." kata Fiona lagi.

"Oh- kamu khawatir sama dia?" tanya Jaehyun yang sama sekali tak menatap Fiona.

Ada perasaaan tak suka dalam dirinya, saat Fiona menghawatirkan Doyoung. Dia cemburu.





🍒


Doyoung termenung sendiri di sebuah kursi dekat sungai. Ia masih berperang dengan pikirannya sendiri.

"Lo itu suka sama dia, Doyoung. Gue yakin akan hal itu. Lo gak sakit. Lo bahagia, karena ada di deket dia.

Itulah kenapa jantung lo berdetak dengan cepat, dan perut lo juga terasa diterbangin sesuatu."

Doyoung memegang dada kirinya, sambil memikirkan ucapan Hendery.

"Trus dia bilang kan, kalau dia juga merasakan hal yang sama?

Itu artinya dia suka, cinta sama lo. Dia juga pengen selalu deket sama lo."

Ia tersenyum sendiri.
Doyoung bahagia, kalau Fiona juga merasakan hal yang sama.

Cinta.

Ternyata cinta itu indah.
Ternyata, cinta membuat orang yang merasakannya jadi bahagia.

Cinta juga membuat orang bisa melupakan masalah dan kesedihannya.

Tapi-

"Ingat. Cinta juga bisa menjadi sumber masalah terbesar dalam hidup."

Ah, lagi-lagi. Dia teringat ucapan Hendery.

"Doyoung, lo -

Fiona berteriak marah saat melihat Doyoung terduduk lemas di tepi sungai.

"Gue cariin lo kemana-mana!" katanya lagi, sambil lari ke arah Doyoung.

"Gue tunggu di sana ya." teriak Jungwoo dari kejauhan. Rupanya dialah yang mengantar Fiona.

Dia juga memastikan agar gadis itu tetap aman, dan selalu punya banyak alasan agar Jaehyun percaya setiap kali Fiona pergi bersamanya.

Fiona mengangguk. Kemudian Jungwoo pergi meninggalkan mereka berdua.

"Maaf, Fiona. Lo marah sama gue?" tanya Doyoung.

"Emang gak keliatan ya, kalau gue marah?" sahut Fiona, berkacak pinggang.

Doyoung menarik tangan Fiona, agar ia bisa duduk disampingnya.

"Iya-iya, maaf ya. Jangan marah lagi!"

Doyoung mengusap rambut Fiona pelan dan tersenyum dengan manis.

Fiona hanya mengangguk, ia salah tingkah saat menatap Doyoung.

Tidak salah lagi. Dia memang menyukai pria berkulit pucat itu.

Setelah beberapa lama tinggal di pulau ini, Fiona mulai merasakan hal yang berbeda dalam dirinya.

Ia selalu khawatir dengan Doyoung.

Fiona ingin bersama Doyoung dan menemaninya dalam masa-masa sulit.
Mengajarkan Doyoung berbagai hal yang belum ia ketahui.

Fiona juga ingin membantu mencari jalan keluar atas masalah yang mereka hadapi. 

Fiona rasa, ia mencintai Doyoung.

Apakah Doyoung sudah menyadari perasaannya?

Tapi-

Fiona sudah mempunyai pacar.

Apa dia baik-baik saja, di Maldives?
Apa dia menunggu Fiona yang tak pernah datang?

Atau mungkin dia sedang mencari Fiona saat ini?

Atau mungkin-

"Fiona, gue mau bilang sesuatu." kata Doyoung, yang membuat Fiona jadi deg-degan.

THE ISLAND •NCT•Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang