36. Camping

402 77 0
                                        

"Cie-cie payung baru nih."

Chenle meraih payung biru dari atas meja Fiona.

Untung saja Fiona sudah memasukkan kertasnya ke dalam tas.

Kalau sampai ketahuan Chenle, bisa dilaporkan pada Jeno.

Fiona hanya tertawa kecil dan duduk dikursinya.

"Katanya Doyoung kemarin ikut kelas kita ya?" tanya Chenle yang ikut duduk di samping Fiona.

"Iya."

"Sekarang?"

"Entahlah." jawab Fiona lesu, malas memikirkan si bad boy itu.

"Ssstttt. Liat tuh."

Shotaro yang duduk di depan mereka, menunjuk Doyoung yang muncul dari pintu depan.

Anak-anak sekelas makin berisik saat melihat wajah Doyoung yang babak belur, serta tangan yang diperban di bagian kiri.

Doyoung tidak menghiraukan mereka, dan berjalan santai menuju belakang.

Ya, di belakang tempat duduk Fiona.

Hal itu membuat Chenle dan Fiona jadi canggung dan memutuskan untuk pura-pura sibuk membaca buku.

Doyoung mencolek bahu Fiona, namun gadis itu berusaha untuk tidak menghiraukannya.

Tapi Doyoung teteplah Doyoung, tidak akan menyerah untuk melakukan sesuatu.

Sampai kelima kalinya, barulah Fiona menoleh ke arah Doyoung.

"Lo besok ikut camping?" tanyanya tajam, tanpa senyum sedikitpun di wajah tampannya.

"Emang kenapa?" tanya Fiona dengan suara sedikit bergetar.

Doyoung tidak menjawab, dan merebahkan kepalanya di atas meja.

Dasar cowok aneh, pikir Fiona.

Chenle mencolek bahu Fiona, kemudian berbisik pelan.

"Lo ikut camping?"

Fiona menggeleng.

"Gue juga. Alergi nyamuk." bisiknya setengah tertawa.

Fiona memukul bahu Chenle pelan.

"Dasar orang kaya." bisiknya.

-

"Selamat sore. Silahkan cek teman kalian yang ikut kegiatan ini, apakah ada yang belum datang?" teriak penyelenggara camping campus dari depan bus.

Semua perwakilan kelas mengecek ke dalam bus dan mengabsen satu persatu mahasiswa yang akan ikut camping.

Setelah selesai, mereka melaporkannya pada para penyelenggara kegiatan.

Beberapa menit kemudian, bus berangkat menuju pegunungan yang lumayan jauh dari kampus mereka.

"Kalian jangan pake parfum ya, ntar wangi kalian bisa kecium sama serigala." kata Nana di dalam perjalanan.

"Hoax." celetuk Renjun yang setengah tertidur di kursinya.

"Awas aja lo teriak kalau liat serigala." sahut Nana kesal.

Sementara anak-anak yang lain tidak menghiraukan ucapan mereka berdua.

Begitu juga dengan Fiona. Dirinya sibuk melamun memikirkan keputusan konyolnya.

Kenapa dia malah ikut camping?

Padahal Kun tidak mengijinkannya, dan Jeno  tidak ikut karena ia juga dilarang oleh Kun.

Fiona malah nekat diam-diam pergi dari rumah saat kakaknya sedang mandi.

Huh, bagaimana kalau Kun sampe lapor polisi?

Gadis itu berkeringat dingin memikirkannya.

Sebuah cokelat terulur ke arah Fiona dari kursi depan.

"Biar gak mabuk." kata  cowok itu sambil mendongak dari tempat duduk di depan Fiona. Tetapi Fiona tidak mengenalnya.

"Thanks." sahut Fiona sambil tersenyum.

Shotaro yang duduk disamping Fiona, tiba-tiba berbisik di telinga gadis itu.

"Sungchan kok bisa ikut di bus ini sih? Dia kan dari kelas sebelah."


THE ISLAND •NCT•Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang