Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°°°°°°°
"Lo telat lagi?" bisik Chenle pada sahabatnya yang datang mengendap-endap dari arah pintu belakang kelas.
Fiona mengangguk, dan segera duduk di samping Chenle.
"Udah dari tadi mulai kelasnya?" tanya Fiona sambil mengeluarkan laptop dari dalam tasnya.
"Menurut lo?"
"Iya-iya, tau."
"Udah bolosnya dua minggu, pas masuk malah isi acara telat segala lagi." gumam Chenle yang masih bisa didengar Fiona.
Fiona hanya bisa terdiam mendengar ucapan sahabatnya itu.
Lagi pula memang benar kan dirinya tidak ke kampus selama dua minggu, karena mengalami Hipotermia dan dirawat di rumah sakit.
Tapi ia masih bingung kenapa dirinya bisa sampai kena Hipotermia. Seingat Fiona, ia pergi menyusul Jeno pergi ke Maldives.
Setelah itu Fiona tidak ingat apa-apa lagi.
Saat dirinya sadar berada di rumah sakit, kakaknya menjelaskan bahwa Fiona tenggelam di pantai dan hal itulah yang menyebabkan ia mengalami Hipotermia.
Penyebab tenggelamnya Fiona masih belum diketahui oleh Kun, kakak Fiona.
Begitu pula dengan Jeno. Dirinya mengaku tidak bertemu dengan Fiona di Maldives, dan bahkan menunggu gadis itu selama tiga hari.
Namun Fiona tidak kunjung datang dan Jeno memutuskan untuk pulang memastikan keadaan Fiona.
Kun dan Jeno tidak mencari tahu lebih lanjut lagi, karena Fiona akhirnya ditemukan di pinggir pantai dengan keadaan yang memprihatinkan dan syukurlah, gadis itu selamat.
Jadi tidak ada hal yang perlu diperpanjang lagi. Kun dan Jeno juga menyuruh tim pencarian untuk menghentikan kegiatannya dalam mencari penyebab tenggelamnya Fiona.
"Lo- sejak kapan lo jadi berandalan?" teriak Chenle tertahan, menunjuk tatto di lengan kiri Fiona.
Ah ya, Fiona juga terkejut dari beberapa hari yang lalu saat menyadari dirinya tiba-tiba saja memiliki tatto nama di lengan kirinya.
Tatto itu bahkan seperti dibuat dengan pisau, karena tampak mirip dengan sayatan yang membentuk nama Fiona.
"Ini, gue juga gatau. Kenapa gue bisa punya tatto."
"Loh, yakali lo gatau. Trus kenapa bisa ada hal kek gitu di lengan lo?" tanya Chenle heboh sambil menepuk-nepuk lengan Fiona.
"Kalian berdua yang dibelakang, tolong ulangi penjelasan saya tadi!"
Dosen yang tengah berdiri di depan menunjuk Fiona dan Chenle yang sedari tadi sibuk ngobrol.
Seketika mereka jadi gelapan.
"Eh- saya pak?" tanya Fiona menujuk dirinya.
"Jawab Fiona, lo yang disuruh." kata Chenle pada Fiona.
"Lo juga Le." bisik Fiona.
"KALIAN!" teriak dosen itu marah dan melemparkan mouse ke arah mereka.
Fiona dan Chenle reflek memeluk satu sama lain.
"Saya tadi menjelaskan tentang Urban Legend. Kalian tidak mendengarkan?"
"Saya denger kok pak." kata Fiona tiba-tiba.
"Oh ya? Coba kamu sebutkan makhluk urban legend yang tadi jelaskan!"