Doyoung merasa lemas. Ia hanya bisa memejamkan matanya menahan rasa sakit.
Namun , ia tetap bisa melihat sebuah cahaya. Cahaya yang mengarahkan dirinya ke suatu tempat.
Doyoung merasa itu adalah sebuah mansion megah di dalam pulau dekat pantai.
Ia melihat beberapa orang sedang berkumpul disana.
Mereka semua tampak bahagia dalam canda tawa.
Namun bayangan itu hilang ditelan cahaya dan terganti oleh seorang gadis yang duduk ketakutan di pinggir pantai.
Seorang pria menghampiri gadis itu dan mengulurkan tangan padanya.
Kepala Doyoung semakin sakit saat melihat pria itu adalah dirinya dan gadis itu adalah Fiona.
Jadi mereka sudah saling kenal sebelumnya? Kenapa Doyoung baru tau sekarang?
Kenapa Fiona terlihat sangat percaya pada Doyoung? Gadis itu juga berlindung di belakang Doyoung saat di mansion bertemu dengan Jaehyun dan yang lainnya.
Kenapa juga Doyoung bisa selalu ada setiap Fiona merasa sedih ataupun takut.
Cahaya putih itu mengarahkan dirinya pada sebuah rumah , dimana dirinya tengah memeluk Fiona dari belakang dengan mata merahnya.
Doyoung ingat sekarang, dirinya adalah vampire. Begitupun dengan Jaehyun,Johnny,Taeil, Taeyong, Haechan dan Jungwoo.
Kenapa ia bisa melupakan hal sepenting itu?
Ia kini bisa merasakan apa yang saat itu ia rasakan. Perasaan takut jika Fiona tak akan menyukai dirinya karena Doyoung adalah seorang vampire.
Namun gadis itu malah mengusap pipi Doyoung dan menenangkannya.
Jantung Doyoung berdetak dengan kencang saat ia melihat bayangan dirinya dan Fiona berdiri berhadapan di tepi sungai.
"Makasi Doy. Gue bersyukur punya seseorang kayak lo, disini. Gue bahagia bisa ketemu sama lo."
"Gue juga suka sama lo."
"Gue cinta sama lo Doyoung. Gue sedih, saat liat lo ada dalam masalah. Gue bakal selalu ada buat lo. Gue janji."
Gadis itu memeluk Doyoung erat, mereka bahkan berciuman.
Kepala Doyoung terasa sakit.
Ia merasa seakan-akan kejadian itu baru saja terjadi kemarin.
Ia bisa mengingat gadisnya .
Gadis yang memang sangat tulus padanya, menerima Doyoung apa adanya.
"Gak..jangan!" lirih Doyoung saat melihat dirinya pergi meninggalkan Fiona sendiri ketika mendengar teriakan Jungwoo.
"Please jangan tinggalin Fiona sendiri." ucap Doyoung lemah .
Fiona belari ke arah pantai mengejar perahu ilusi yang dibuat oleh Taeyong. Ia menangis sambil menyebut nama 'Jeno'.
Doyoung menjadi geram melihatnya. Ia menyesal saat itu meninggalkan Fiona sendiri di rumah, hingga terjadi sesuatu hal di luar dugaan.
Namun kalau bukan karena tindakan Taeyong, mungkin Fiona tidak akan pernah lahir ke dunia ini.
Doyoung hanya bisa menyesal karena tidak bisa mengingat gadis itu. Selama ini, siapa sebenernya dirinya? Apakah ia benar anak dari seorang dosen?
"Fiona, maaf ."
"Maaf ."
"Maaf."
"Doyoung..." Winwin menepuk bahu Doyoung.
Hal itu membuat dirinya langsung membuka mata dan seketika rasa sakit dan pusing di kepalanya mendadak hilang.
Kini Doyoung bisa melihat teman-temannya berdiri mengelilinginya dan menatap Doyoung dengan penuh harap.
Tak hanya itu, di depannya saat ini, Fiona tengah melihat Doyoung dengan tatapan khawatir .
"Nah, tahap terakhir." ucap Winwin sambil menarik tangan Fiona dan meletakkannya di atas tangan Doyoung.
"Ini-
Fiona merasakan sensasi yang luar biasa.
Ia bisa melihat bayangan kehidupan masa lalu Doyoung yang tentu saja dipenuhi oleh bayangan Fiona disana.
Jadi, Doyoung-nya selama ini berada di dekatnya?
Jadi, si bad boy di kampusnya itu adalah Doyoung?
Orang yang ia peluk dan cium saat jurit malam adalah Doyoung-nya?
Pria yang menciumnya di atap kampus adalah Doyoung?
Dan juga, pria yang beberapa kali menyatakan perasaan pada Fiona adalah Doyoung?
Jadi-
"Doyoung, syukurlah. Perasaan ini selalu bilang kalau lo adalah Doyoung."
Fiona kemudian memeluk Doyoung sambil menangis.
"Doyoung lo inget gue kan?" tanya Fiona sesenggukan.
"Maaf , Fiona, maaf karena terlambat. Gue adalah laki-laki bodoh yang pernah ada. Maaf. Gue kangen banget , Fiona. Maaf karena ninggalin lo." sahut Doyoung yang juga menangis dan memeluk Fiona erat.
"Doyoung, gue sayang lo. Jangan tinggalin gue lagi." kata Fiona yang kini melepas pelukannya dan mengusap air mata Doyoung dari pipinya.
Ia merasa lega sekaligus bahagia karena dipertemukan kembali dengan Doyoung. Walaupun kini Doyoung adalah manusia, sudah jadi tugas Fiona untuk melindunginya.
Takdir mereka memang indah.
"Gue janji akan selalu ada buat lo, selamanya."
Doyoung mengecup kening gadis itu.
"Siapa yang naruh bawang disini weh?" teriak Yuta sesenggukan . Begitu pula dengan Haechan, Johnny, dan Taeil yang menangis sambil berpelukan.
"Akhirnya, Tuhan kembali mempersatukan kalian ." kata Winwin tersenyum bangga.
"Si Jaehyun kemana lagi?"
Jungwoo panik saat tidak melihat sahabatnya itu hilang dari pandangan.
Ia takut hal seperti dulu terjadi lagi.
"Gue disini." sahut Jaehyun yang duduk di atas punggung Mark yang kini sudah berubah menjadi serigala kecoklatan.
"Ayo Mark, gue mau uji kecepatan lo."
Jaehyun menepuk kepala Mark dan membuatnya berlari sekencang mungkin di tepi pantai.
"Astaga, udah gue duga. Mereka berdua -
"Ssttttt!" Ten segera menutup mulut Jungwoo dengan tangan kanannya.
Ia tidak mau mengacaukan perasaan Doyoung dan Fiona .
Ten tau, kalau adiknya itu juga menyukai Fiona.
Begitu pula dengan Jaehyun yang terlihat sangat berat untuk melepaskan Fiona.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ISLAND •NCT•
AventureFiona terdampar di pulau asing dan bertemu dengan beberapa pria aneh. Akankah ia selamat? Atau- ada kemungkinan lain?
