Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°°°°°°°
"Jeno?" tanya Fiona dengan suara bergetar.
Taeyong mengangguk.
"Ikut gue." katanya pada Fiona, yang secara alami membuat gadis itu berjalan di belakangnya.
Fiona masih gemetar, ia tidak tau apa yang ia rasakan saat ini.
Apakah ini saatnya ia pulang? Pulang bersama Jeno dan meninggalkan segala keanehan di pulau ini?
Dan juga- meninggalkan Doyoung?
Apa yang akan terjadi kalau sampai Doyoung tau akah hal ini? Apakah ia akan membunuh Fiona?
"Fiona, lo gapapa?"
Taeyong memegang tangan Fiona. Gadis itu terjatuh karena kakinya lemas. Lemas termakan oleh pikirannya sendiri.
Mau tidak mau, Taeyong menggendong Fiona dan membawanya ke tepi pantai.
Ia menunjuk sebuah perahu besar penuh dengan lampu-lampu yang terpasang.
Disana Fiona melihat- Jeno.
Ternyata pria itu selama ini mencari keberadaan Fiona.
Jeno yang berdiri di tengah perahu melambaikan tangannya pada Fiona. Pria itu menangis saat melihat kekasihnya.
"FIONA....!" Teriak Jeno dengan suara bergetar.
Fiona menangis, entah karena apa.
Ia merasa sedang berada diantara dua pilihan.
Pulang bersama Jeno untuk kembali pada kehidupannya dan meninggalkan Doyoung, atau tinggal di pulau ini selamanya dan membuang keluarga serta kehidupan Fiona sebelumnya.
"FIONA...! AYO CEPET KESINI!" teriak Jeno lagi dan membuat Fiona tersadar.
"Fiona, gak seharusnya lo tinggal disini. Ini bukan tempat lo. Lo punya keluarga dan kehidupan di luar sana. Apalagi kehadiran lo disini, udah bikin hubungan Jaehyun dan Doyoung jadi berantakan."
Taeyong meyakinkan Fiona. Ucapan Taeyong memang benar adanya, jadi ia tidak merasa sepenuhnya bersalah.
"Tapi Doyoung gimana? Apa dia baik-baik aja tanpa gue?"
"Percaya sama gue Fiona. Gue dan temen-temen yang lain pasti akan selalu ada buat Doyoung dan Jaehyun. Sekarang lo harus pulang."
Taeyong perlahan-lahan mendorong punggung Fiona menuju ke tengah pantai.
Gadis itu masih menangis dengan keras. Hatinya terasa sakit. Sakit karena harus meninggalkan pria yang dicintainya, tanpa mengucapkan salam perpisahan sedikitpun.
"FIONA, kita pulang ya. " Kata Jeno pada Fiona sambil mengulurkan tangannya dan membuat gadis itu semakin menuju ke dalam pantai, untuk naik ke perahu dan untuk meraih tangan Jeno.
"JENO..!" teriak Fiona sambil menangis karena ia merasa perahu itu semakin jauh ke dalam dan ia tidak bisa mencapainya.
"Sedikit lagi Fiona. Bertahanlah!"kata Jeno menatap Fiona dengan wajah sedih.
"Jeno, aku gabisa nafas!" teriak Fiona saat menyadari dirinya sudah hampir tenggelam.
"FIONA......!!! PERAHU ITU GAK PERNAH ADA!"
Teriakan Jaehyun menggema di penjuru pantai.
Gadis itu menoleh ke arah suara, dimana Jaehyun sedang berdiri di samping Taeyong di tepi pantai.
Namun ia kembali mengalihkan pandangan ke arah-
Kosong.
Tidak ada perahu, apalagi Jeno. Yang ada hanyalah kegelapan di tengah laut dan Fiona menyadari dirinya sudah berada jauh dari tepi pantai.
Jaehyun bergerak cepat menuju ke arah Fiona.
"JAE-
"TOLONG-
"JAE-HYUN
"AKH...!"
Entah kenapa Fiona tidak bisa meraih tangan Jaehyun yang jelas-jelas kini sedang terulur di depannya.
Begitu pula dengan Jaehyun, ia tidak bisa menyentuh tangan Fiona, apalagi meraihnya.
"FIONA...!!!!"
Teriakan Jaehyun menggema saat melihat gadis itu tenggelam.
Jaehyun ikut menenggelamkan dirinya ke dalam air, dengan penglihatannya pasti ia bisa menemukan Fiona.