"Jaehyun Jung."
Fiona menyambut uluran tangan Jaehyun.
"Fiona."
Fiona terkejut saat menyadari tangan pria itu sangat dingin.
"Lo sakit?" tanya Fiona sambil melepaskan tangannya dari Jaehyun.
"Gak kok. Grogi kali ya ketemu sama lo." sahut Jaehyun menggoda Fiona.
"Bisa aja lo. Kalau gitu gue permisi ya, mau ada kelas."
"Oke. Thanks ya."
Fiona mengangguk dan keluar dari ruangan itu. Namun ia sempat menoleh ke arah Jaehyun yang berjalan menuju tempat duduknya.
Fiona yakin, ia pernah melihat Jaehyun di suatu tempat. Bahkan tidak hanya sekedar melihat, Fiona merasa ia sangat merasa bersalah saat melihat pria itu.
Kesalahan apa sebenarnya yang telah ia berbuat, apakah hal itu menyakiti Jaehyun?
"Fio!"
Jeno melambaikan tangannya ke arah Fiona.
"Kamu ada kelas?" tanya Fiona sambil berlari kecil ke arah Jeno.
"Gada. Aku mau jemput kamu aja."
"Tapi kan aku masih ada kelas dua jam."
"Gapapa. Bentar kok." sahut Jeno membelai rambut Fiona.
"Jeno, pulang aja. Gapapa kok."
"Tega banget sih ngusir aku. Maaf aku ganggu kamu, Fio."
Jeno membalikkan badannya, namun sebelum Jeno melangkahkan kakinya, Fiona langsung memeluk pacarnya itu dari belakang.
"Maaf, aku gak bermaksud ngusir kamu Jeno. Yaudah kamu tungguin aku ya."
"Gak mau."
"Jenooooooooo."
"Iya Fio iya." sahut Jeno sambil tertawa kecil.
-
Malam harinya....
Hujan deras melanda kawasan tempat tinggal Fiona.
Hal itu membuat dirinya malas untuk keluar rumah.
Apalagi hari sudah malam, lebih baik Fiona berbaring di tempat tidur kesayangannya.
"Duh, lupa nutup gorden lagi." gumam Fiona saat membalikkan badannya ke kiri.
Dari jendala kamarnya, ia bisa melihat pemandangan luar walaupun tidak begitu jelas.
Hanya ada lampu taman dan-
Siapa itu?
Samar-samar Fiona melihat seseorang berdiri di tengah-tengah hujan menghadap ke arah jendela kamarnya.
Fiona bangkit dari ranjangnya, ia berdiri sambil menatap ke arah orang yang kini juga berdiri menatapnya dari bawah.
"JAEHYUN?"
Fiona menutup gordennya dengan cepat. Dadanya berdegup kencang.
Kenapa Jaehyun ada di depan rumahnya? Apa Jaehyun membuntutinya?
Matilah sudah. Fiona saat ini sedang sendirian di rumah.
Kun pergi ke rumah temannya, sedangkan Jeno sudah tidur dari tadi sore dan tidak bisa dihubungi.
Bagaimana ini?
Fiona takut kalau Jaehyun ternyata adalah psikopat.
"Tenang Fio, tenang."
Fiona menarik nafas dan menghembusakannya perlahan.
Ia memegang dada kirinya, merasakan seperti jantungnya ingin melompat darisana.
Namun Fiona masih penasaran, kenapa Jaehyun bisa ada disana sambil hujan-hujanan?
Perlahan-lahan, Fiona membuka gorden jendela kamarnya sedikit demi sedikit.
Tetapi tidak ada Jaehyun yang berdiri disana.
Kemana perginya Jaehyun?
Fiona memandang ke segala penjuru arah yang bisa dilihatnya lewat jendela.
"FIONA!"
Brak.
Fiona terjatuh karena terkejut melihat wajah Jaehyun yang kini menempel di balik jendela kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ISLAND •NCT•
AventuraFiona terdampar di pulau asing dan bertemu dengan beberapa pria aneh. Akankah ia selamat? Atau- ada kemungkinan lain?
