"Liat! Itu mereka." teriak Renjun mengarahkan senter ke arah sebuah pohon.
Doyoung mendorong Fiona, dan melepas ciuman gadis itu.
Saat ini Doyoung merasa bingung dengan hal yang dihadapinya.
Kenapa Fiona menjadi sangat aneh? Mengatakan dirinya telah meninggalkan Doyoung, meminta maaf, merindukannya, dan bahkan menciumnya.
Apa mereka pernah saling mengenal sebelumnya? Jika iya, kenapa Doyoung tidak tau apapun tentang hal itu?
Anehnya lagi, air mata Doyoung terus mengalir tanpa henti. Entah kenapa dirinya ikut merasakan kesedihan yang mendalam.
Awalnya ia mengira itu hanya perasaan khawatir. Namun, saat Fiona memeluknya, Doyoung merasakan sakit di dadanya.
Sakit yang ia tidak mengerti.
Sakit yang seolah-olah tidak bisa terobati.
"Kita selamat, Fiona." kata Doyoung sambil membantu gadis itu berdiri.
Sedangkan Fiona masih menangis dengan tubuh yang lemah.
"Fiona, Doyoung! Kalian gak papa?"
Lucas dan Shotaro berlari menghampiri mereka, diikuti Renjun yang mengarahkan senter ke arah depan.
"Astaga, badan lo panes banget Fiona. Lucas, lo gendong Fiona ya!" kata Renjun panik.
Lucas segera membawa Fiona di punggungnya.
"Doyoung, lo gak papa?" tanya Renjun sedikit takut.
"Gue gapapa." sahut Doyoung berdiri di belakang Lucas.
Shotaro segera meniup peluit yang dibawanya untuk mengabari panitia kegiatan.
Syukurlah, mereka bertiga bisa menemukan Fiona dan Doyoung.
🍒
Plak.
Kun menampar Fiona dengan kasar dan membuatnya langsung terbangun.
"Kak-
"Berani-beraninya kamu membohongi kakak!"
Kun menarik tangan Fiona hingga gadis itu kini bertatapan langsung dengan mata jernih kakaknya.
"Maaf kak. Fiona salah." kata Fiona dengan suara bergetar, ia sangat takut melihat Kun yang tengah marah padanya saat ini.
Kun memang punya temperamen yang buruk, ia tidak segan-segan menghukum dan memarahi siapapun yang melawan, berbohong atau menghianatinya.
Bagi Kun, dirinya tegas.
Namun bagi Fiona, Kun menakutkan.
"Fiona, sudah kakak bilang kan. Jangan ikut acara camping! Tapi kenapa kamu berbohong? Pergi diam-diam tanpa tau akibatnya?"
Kun masih mencengkram tangan Fiona, kini mereka berdua duduk di tempat tidur Fiona.
Fiona hanya menangis sambil menunduk. Ia tak berani lagi menatap mata kakaknya itu.
"Fiona, tolong. Sekali saja, mengerti keadaan kakak. Apa kamu tidak menghargai kakak? Apa kamu tidak tau alasan kakak seperti ini?"
Nada bicara Kun yang tinggi dan marah, kini mulai mereda. Karena Fiona terlihat gemetar ketakutan, sampai-sampai suara tangisannya menggema di ruangan itu.
"Ingat kejadian yang menimpa orang tua kita? Kenapa kamu tidak sedikitpun belajar dari hal itu?"
Kun mengusap rambut Fiona, menandakan bahwa ia khawatir dengan keadaan adiknya.
Fiona masih saja menangis, sambil meremas jari-jari tangannya yang sudah dilepas oleh Kun.
Memang benar, ini semua salah Fiona. Kenapa ia tidak mengindahkan nasehat kakaknya?
Bayangan itu kembali terlintas di kepala Fiona, saat sang ayah diserang serigala di dalam hutan ketika menyelamatkan ibunya.
Walaupun ia tidak bisa mengingat wajah ayahnya dengan jelas, namun rasa sakit saat kehilangan seseorang yang selalu ada untuknya masih teringat jelas.
Saat itu Fiona masih kecil, dan semuanya lenyap begitu saja. Ia harus tinggal di panti asuhan sampai berumur 15 tahun.
Hingga suatu hari, Kun datang menjemputnya di panti asuhan dan mengaku sebagai kakak Fiona yang telah lama tinggal di luar negeri bersama orang tua angkatnya.
Alasan Kun yang kembali dari luar negeri adalah karena ia mendengar kabar bahwa kedua orang tua kandungnya telah meninggal secara tragis.
Saat itu, Fiona menerima uluran tangan Kun yang begitu hangat dengan wajah penuh senyuman bahagia ketika menjemputnya di depan panti asuhan.
Fiona menyesal telah membuat kakaknya marah saat ini.
"Fiona, tolong jangan menguji kesabaran kakak! Kamu mengerti kan?" kata Kun memeluk Fiona.
Fiona hanya bisa menangis dan menangis. Ia tidak tau harus bagaimana caranya meminta maaf dengan benar pada Kun.
Kun bangkit dari duduknya, kemudian keluar dari sana dan mengunci kamar Fiona dari luar.
Beberapa saat kemudian, Fiona mendengar deru mobil kakaknya meninggalkan rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE ISLAND •NCT•
AventureFiona terdampar di pulau asing dan bertemu dengan beberapa pria aneh. Akankah ia selamat? Atau- ada kemungkinan lain?
