"Sakura!"
Sakura menoleh lalu melambai senang saat melihat Ino lah yang memanggilnya.
"Kau baru pulang dari misi?" Tanya Sakura ketika melihat penampilan gadis Yamanaka itu yang agak berantakan. Ia juga sudah mendengar kalau team 10 diberikan misi yang cukup panjang.
"Ya begitulah. Aku menyuruh Shikamaru saja yang melapor karena tubuhku rasanya sudah sangat lengket. Aku ingin segera mandi air hangat." Keluh Ino.
"Kau mau kemana? Bukannya kau masih cuti?" Tanya Ino saat melihat penampilan rapi Sakura.
"Ah aku ingin kerumah Sasuke-kun." Jawab Sakura santai.
Ino yang mendengarnya tersenyum jahil lalu mencolek dagu sahabatnya itu. "Aaa pasangan baru kita lengket sekali ya~"
"Apa sih!" Sakura menampik tangan Ino dan memalingkan wajahnya yang merona.
Ino sudah mendengar tentang hubungan Sakura dan Sasuke saat ini. Sayang sekali ia tidak sempat menyaksikan keributan yang Sasuke buat di Kantor Hokage karena sedang pergi misi. Pasti seru melihat Uchiha satu itu panik setengah mati karena prank gila yang Naruto buat.
"Haish kenapa sahabatku yang selama ini bertepuk sebelah tangan malah yang lebih cepat dapat pasangan?! Haruskah aku menjebak Sai dan membawanya ketempat tidurku agar lelaki itu peka?!" Keluh Ino kesal.
"Hei jaga mulutmu pig! Bagaimana jika ada yang dengar!" Sakura membungkam mulut comel Ino yang seperti tidak ada remnya itu.
Ino bersungut kesal lalu menyingkirkan tangan Sakura yang membungkam mulutnya.
"Hei kau tidak rindu padaku?! Setelah kau pulang misi dari Suna 'kan aku sudah harus pergi misi. Kita sudah hampir 2 minggu tidak bertemu tahu! Hari ini ayo berkencan denganku dan tinggalkan dulu kekasih Uchihamu. Sehari saja tidak masalah kan?" Gerutu Ino sambil menggelayut di lengan Sakura.
"Ukh tapi aku sudah berjanji akan kerumah Sasuke-kun."
"Astaga jahatnya. Sehari saja kalian tidak bertemu apa masalahnya?! Kau tahu, dalam hubungan itu harus ada jarak amannya juga agar tidak ada yang bosan dengan cepat." Ucap Ino memberikan wejengannya. Padahal gadis itu juga belum pernah menjalin hubungan.
Sakura berpikir sejenak. Sebenarnya Sakura juga merasa kalau selama ia cuti ia hanya menghabiskan waktunya dengan Sasuke. Kalau bukan Sakura yang pergi kerumah Sasuke maka Sasuke 'lah yang akan datang kerumah Sakura. Mereka tidak melakukan apapun. Biasanya hanya mengobrol, bersantai, lalu tanpa sadar mereka akan tertidur dan terbangun saat matahari mulai terbenam. Lalu salah satu dari mereka akan memasak untuk makan malam dan pulang saat mulai gelap.
'Apa hubungan kami terlalu cepat ya?' Pikir Sakura. Sebenarnya karena ia juga tidak berpengalaman ia jadi tidak mengerti apa yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih.
"Baiklah. Hari ini waktuku milikmu." Ucap Sakura setelah memantapkan hatinya.
"Yeay! Sekarang ayo kita girl's time!" Ino bersorak senang lalu mengapit lengan Sakura dan menariknya.
****
Tempat pertama yang kedua gadis itu tuju adalah Sauna. Ino bilang dia butuh berendam air hangat dan bak mandinya tidak cukup memuaskan. Selain itu ternyata gadis Yamanaka itu juga memanggil Hinata dan Tenten. Jadilah keempat gadis itu menghabiskan waktu mereka di Sauna.
"Aahh rasanya sudah lama sekali aku tidak berendam di Sauna." Sakura merendamkan sekujur tubuhnya kecuali kepalanya. Gadis itu memejamkan matanya menikmati sensasi seperti dipijat oleh panas air.
"Itu karena kau terlalu banyak menghabiskan waktu dengan Sasuke. Bisa-bisanya selama cuti kau sama sekali tidak menemui kami!" Protes Tenten yang baru saja masuk kedalam kolam air panas.
"Bahkan dia tidak sadar kalau aku sedang misi dan tidak mencariku." Sindir Ino.
"S-syukurlah hubungan kalian baik, Sakura-chan." Ucap Hinata dengan lembut. Pipi gadis itu memerah saat dadanya terus menyembul keluar air.
"Apa maksudmu Hinata?! Hubungan wanita dan pria yang sampai membuat lupa pada sahabatnya itu tidak bisa disebut baik!" Protes Ino dan Tenten berbarengan.
Sakura menghela napas kesal lalu mendelik kearah teman-temannya. "Kalau kalian hanya ingin mengomeliku lebih baik aku pulang saja!"
"Tuh lihat kan?! Kau pasti akan pergi kerumah Sasuke lagi kan?!" Tunjuk Ino dengan muka garangnya.
"Sudahlah, Ino. Namanya juga sedang dimabuk cinta. Kita kesini kan berniat untuk bersenang-senang. Jadi ayo lupakan sejenak kekasihmu itu, Sakura." Ucap Tenten sambil menumpukan kepalanya dikedua tangannya yang terlipat dipinggir kolam.
"Yosh! Aku 'kan sudah bilang hari ini waktuku miliki kalian. Jadi ayo bersenang-senang!" Sakura mengepalkan tangannya.
"SETELAH INI KITA PARTY!" Teriak Ino senang.
"PARTY!" Tenten menyatukan tinju mereka dan tertawa senang.
Hinata hanya mengikuti mereka dengan senyuman senangnya.
Namun, sepertinya Sakura melupakan sesuatu. Kalau ada seorang pria yang menunggu kedatangannya dengan gelisah dirumahnya.
****
Sasuke mengetuk pegangan kursi dengan tidak sabar. Onyx hitamnya terus melirik kearah jam. Bangkit dari duduknya, pria Uchiha itu membuka pintu rumahnya dan mendapati pekarangan rumah yang kosong. Tidak ada seorangpun disana.
Ia menutup pintunya kembali dengan sedikit membanting. Lelaki itu melirik jam dinding yang sudah menunjukkan waktu lewat dari jam 4 sore dan seseorang yang harusnya sudah datang sejak pagi sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya.
"Kemana dia?!" Gumamnya kesal.
Sasuke bangun kesiangan pagi tadi. Mungkin karena sudah terbiasa dibangunkan oleh Sakura baru kali ini pria itu baru terbangun saat matahari sudah bersinar terang. Ia terkejut saat tak mendapati Sakura datang kerumahnya. Padahal gadis itu sudah berjanji akan datang pagi-pagi.
Mencoba untuk bersabar dan menunggunya tetapi hingga matahari mulai turun dan jam menunjukkan angka empat sore gadis itu sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda akan datang.
Sasuke kehilangan kesabarannya. Pria itu kemudian masuk kekamarnya untuk berganti pakaian. Sasuke harus mencari Sakura. Tidak biasanya gadis itu pergi tanpa izin padanya.
Setelah berganti pakaian dengan cepat, pria itu menyambar kunci rumahnya, membuka pintu dan menguncinya lalu pergi keluar. Pertama ia harus pergi ke Rumah Sakit. Mungkin saja gadis itu memiliki operasi mendadak seperti sebelumnya.
*****
Mulai chapter ini aku gk bakal up setiap hari lagi. Aku bakal nerapin bates vote. Klo chapter ini belum sampe minimal 80 vote dan 25 komen aku gk bakal up chapter selanjutnya. Maaf ya bukannya aku gila vote cmn agak bingung. Yg baca dalam sehari tuh bisa lebih dari 200 tpi yg vote seratus aja gk nyampe. Aku pgn para siders tuh bisa ngerti dikit gitu klo vote itu berharga bgt lho buat seorang author.
Semakin nambah chapter, batas vote dan komennya juga akan kutambah. Jadi mohon kerja samanya ya teman-teman. Tolong hargai dan apresiasi karya saya jika kalian memang membacanya^^
Vote dan komen jangan lupa ya sayang😚
80+⭐
KAMU SEDANG MEMBACA
WHY THIS DIFFERENT? [End]
FanfictionSasuke kembali. setelah dua tahun pergi meninggalkan desa untuk perjalanan penebusan dosanya, lelaki Uchiha itu akhirnya kembali ke Konoha. teman-teman seangkatannya menyambutnya, guru nya yang kini jadi Hokage bahkan menelantarkan tugasnya hanya un...
![WHY THIS DIFFERENT? [End]](https://img.wattpad.com/cover/188452515-64-k373772.jpg)