Christmas Rose

3.2K 414 41
                                        

"Ngomong-ngomong, darimana Sasuke-kun tahu tempat ini?" Tanya Sakura sambil berjongkok, memainkan bunga berwarna putih ditangannya.

Sasuke terdiam sejenak, merasa keberatan untuk mengatakan bahwa ia menanyakan tentang tempat ini pada Naruto.

"---dari seseorang." Jawaban dengan nada enggan keluar dari mulut Sasuke. Sakura hanya mengulas senyum gelinya, sepertinya gadis itu sudah bisa menebak walah hanya melihat ekspresi Sasuke saja.

"Ini cantik." Netranya terfokus pada helaian kelopak berwarna putih ditangannya. Padahal jika dilihat dari jauh bunga ini seakan berwarna kebiruan, tapi setelah dilihat dari dekat ternyata warnanya putih bersih.

"Sasuke-kun tahu nama bunga ini?" Sakura mendongak menatap Sasuke yang berdiri disampingnya.

Sasuke terdiam sejenak, berusaha mengingat-ingat ucapan Ino saat gadis itu membawakan bunga ini padanya.

'Namanya christmas rose. Menurut legenda, jika seseorang menekuk kelopaknya saat terkena cahaya bulan bersama dengan orang yang dicintainya, Maka ia akan bersama dengan orang itu selamanya. JADI JANGAN LUPA TEKUK KELOPAKNYA BERSAMA DENGAN SAKURA!'

"Christmas rose." Jawab Sasuke singkat.

Sakura hanya membulatkan mulutnya tanda mengerti.

"Sebenarnya aku sempat melihat bunga ini saat mampir ke toko bunga Ino beberapa hari yang lalu. Tapi aku tak sempat menanyakan namanya."

Cerita gadis itu sambil asik memainkan kelopak bunga itu, menyentuhnya dengan jemarinya.

Tatapan Sasuke terfokus pada gadis itu, mengamati setiap gerak gerik Sakura.

"Ada legendanya." Ucap Sasuke singkat. Sakura mendongak, memperhatikan Sasuke sambil menumpukan pipinya disalah satu tangannya.

"Jika seseorang menekuk kelopaknya saat terkena cahaya bulan---" Sasuke menjeda ucapannya sejenak, terpaku pada mata Sakura yang menatap lurus kearahnya.

"---orang itu akan mendapat keberuntungan." Pada akhirnya, ia tak bisa menyampaikan yang sebenarnya.

Entah kenapa, tiba-tiba Sasuke merasa tak yakin.

"Benarkah? Kalau begitu aku mau melakukannya!" Ucap Sakura senang. Gadis itu menarik tangan Sasuke untuk berjongkok disampingnya.

"Sasuke-kun, cobalah bersamaku." Ajak Sakura. Ia menuntun tangan Sasuke untuk memegang satu sisi kelopak bunga sedangkan ia memegang sisi lainnya.

"Kau percaya sesuatu seperti ini?"

"Tidak."

"Lalu kenapa kau lakukan?"

Sakura menoleh, mengulas senyum lebarnya. "Untuk kesenangan pribadi!"

"Buat permohonan!" Ucap Sakura. Gadis itu kemudian memejamkan matanya sambil memegang kelopak christmas rose dengan jemarinya.

Sasuke hanya menurut saja, mengikuti perkataan gadis itu. Meskipun sebenarnya ia tidak terlalu mempercayai hal seperti ini.

"Apa yang kau harapkan?" Tanya Sasuke saat melihat Sakura yang sudah membuka matanya.

Sakura menoleh kearahnya lalu tersenyum lebar, "rahasia!"

"Ngomong-ngomong, boleh kupetik tidak ya?" Tanya Sakura, merasa sayang untuk meninggalkan bunga cantik ini disini.

"Ambil saja beberapa. Tapi bunga itu tidak akan bertahan saat suhu menghangat nanti." Jawab Sasuke santai.

"Tidak masalah. Saat bunga ini layu, bunga sakura yang akan mekar." Ucap Sakura masih dengan senyum cerahnya. Gadis itu kemudian mengambil beberapa tangkai bunga.

WHY THIS DIFFERENT? [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang