FIKSI BTS LOKAL | Jayendra Kahfi | Shaneen Amalthea.
•••
"Lo harus bersinar dengan cara lo sendiri, bukan dengan cara yang mereka mau."
•••
Shaneen ada kok cita-cita. Tapi dia masih abu-abu dan belum yakin dengan cita-citanya sendiri, selama ini ia...
Lihat saya dengan matamu. Kenali saya dengan dirimu. Nilai saya dengan ceritamu.
Kisah dari mereka Hanya semu. Kebenarannya hanya satu banding seribu.
Mohon, Kenali saya
; Dengan dirimu sendiri, Nona.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shaneen menatap kosong jalanan yang ia lalui, wajah murung dengan pikiran penuh tanya mengelilingi kepalanya setelah mendengarkan entah itu penjelasan atau karangan semata dari Deden waktu di Kafe 30 menit yang lalu sebelum Shaneen yang memutuskan untuk pulang jalan kaki seperti ini.
Ya, semoga itu hanya gosip yang di karang mulut busuk segelintir orang yang membenci sosok Jean yang sialnya Deden terhasut dengan buah bibir itu.
Shaneen mengeratkan cengkraman tangannya pada tali tas.
Kepalanya menggeleng.
Gak mungkin, gak mungkin cowo sebaik Jean pernah ngelakuin hal kaya gitu.
Shaneen memang baru kenal Jean, tapi Shaneen cukup tau gelagat yang mana orang baik dan yang buruk karena selama ini Shaneen sudah sering bertemu banyak orang di perjalanan hidupnya.
"Astaga Den. Lo pikir gue percaya sama mulut lemes lo itu? Please deh, Jean gak mungkin kaya apa yang lo bilang tadi," bantah Shaneen sambil mengaduk jus Alpukatnya dengan tak ramah.
Deden hanya mengangkat pundaknya yang lunak itu. "Hmmm, gak tau deh bener apa enggaknya, eyke cuma ceritain apa yang udah masyhur banget, cerita yang udah gak asing lagi."
"Jangan cepet percaya sama kabar yang gak tau datang dari mana, Den, gak baik," peringat Shaneen.
Deden tiba-tiba memajukan badannya agar lebih dekat dengan Shaneen seraya berbisik, "Tapi serius deh, cyn, sampai sekarang gak ada buktibahwa Jean gak bersalah, bahwa dia gak ngelecehin si oknum D tersebut, dan yang eyke denger juga si Jean ini gak ada penyangkalan pas dia di jadiin tersangka. Seakan-akan emang bener gosip yang beredar ituu."
Shaneen mengulum bibirnya, terdiam dengan isi kepala yang berkecamuk. "B—bisa aja kan kita yang gak tau kalo sebenarnya Jean udah ngebantah?" Shaneen yang tetap ingin berfikir positif meski pikiran lain sudah berhasil menjajah kepalanya.
Jean itu baik. Cuma mukanya doang yang agak preman, yakin Shaneen dalam hati berulang kali.
"Gak tau deh yang mana yang bener, gosipnya rancu banget, tapi eyke suka, ada sensasi panas-panasnya gitu, lho. Ahihihihi!"