FIKSI BTS LOKAL | Jayendra Kahfi | Shaneen Amalthea.
•••
"Lo harus bersinar dengan cara lo sendiri, bukan dengan cara yang mereka mau."
•••
Shaneen ada kok cita-cita. Tapi dia masih abu-abu dan belum yakin dengan cita-citanya sendiri, selama ini ia...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Daun pisang dengan bungkusan kerucut yang khas itu di buka dengan penuh khidmat oleh Shaneen.
Rekahan senyum terpancar dari dua labiumnya ketika aroma nasi uduk menyeruak di penghidu dan menari dengan manja penuh goda. Matanya berseri-seri hanya dengan melihat segumpal nasi putih yang sudah bercampur santan dengan berbagai lauk di atasnya.
Ketika Shaneen ingin menyuap sesendok nasi uduknya, seseorang di luar sana mengetuk pintu kosan dengan irama seolah-seolah tengah memainkan gendang soneta sembari bersenandung dengan suara sumbang yang alangkah baiknya di sumbangkan saja ke ragunan. Biar satwa disana pada lieur.
"... Ingin berjumpa sanak saudara.. Yang selalu bermain di mata..."
Shaneen menghentikan gerakannya sebentar sembari mengasah indra pendengarannya untuk meyakinkan diri bahwa orang yang di balik pintu itu sesuai tebakannya.
"Balik kampung.. Oooo Balik kampung... Ooo--"
Kan, bener, pasti si Deden Sudannis itu pelakunya.
Lantas Shaneen menyeret kakinya dengan malas untuk membukakan pintunya.
"Halloo my sweety bestieee kitty bitibiti How are you tudey? Dah kaya belom? Ahehehe, canda kaya," cocor Deden menjadi pembuka sapaan paginya ini dengan Shaneen.
Deden melangkah dengan girang memasuki kosan Shaneen tanpa canggung padahal Shaneen masih sibuk mengotak-atik kunci pintu yang rada macet, karena udah berkerat.
Setelah berhasil mengunci pintunya, Shaneen melangkah menuju dapur dan menatap Deden dengan lirikan yang sinis.
"Widiiih enak banget nih nasi udik!" seru Deden dengan pandangan berbinar ke nasi uduk.