_21_ ada yang tidak beres

129 28 71
                                        

Selamat menunaikan ibadah puasa yng ke 24 ini!😊😊

Udh 24 aja loh ramadhan😭😭

Gk nympe seminggu berarti idul fitri,  dimana perasaan bakal campur aduk.

Semoga amal kita yg khususnya di lakukan di bulan suci ini di terima Oleh Allah SWT🙏🏻

Menurut kalian, Shaneen bakalan kerja disini aja, atau mau lanjut lagi berjuang ngejar impiannya?

Gimana nih, sekarang Shaneen udh gk ngejar2 Jean lagi, mlahan dia kaya bosen gitu sama Jean, dn justru deketnya skrg sama Mikha🤡 ada konsfirasi apa nanti ya👀

Gimana nih, sekarang Shaneen udh gk ngejar2 Jean lagi, mlahan dia kaya bosen gitu sama Jean, dn justru deketnya skrg sama Mikha🤡 ada konsfirasi apa nanti ya👀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bhahahaha!" Shaneen tertawa lepas begitu Mikha melontarkan candaannya. Iya, Semenjak 1 minggu Shaneen bekerja di kafe Omnya, Shaneen jadi tambah akrab sama Mikha. Berhubung ternyata kafe ini tempat nongkrong favoritnya Mikha. Saat ini kafe lagi gak banyak pengunjung, makanya Shaneen nemenin Mikha ngerjain tugas-tugasnya.

Spot langganan Mikha itu meja yang paling pojok deket sama tangga yang menghubungkan ke lantai dua kafe ini. Bergaul sama Mikha menurut Shaneen seru banget, dia jadi menemukan hal-hal baru yang belum pernah ia temui. Salah satunya sih sifat Mikha yang ternyata friendly dan hangat meski wajahnya terlihat cool. Pas banget lah bagi Shaneen yang baru memulai lembaran dan semangat baru di kehidupannya.

"Kak Mikha ini unik loh, jauh banget sama mukanya yang kek orang kalem pendiem, tapi ternyata jauh lebih asik," puji Shaneen.

"Gak semua orang yang pendiam itu gak asik, Neen, mereka asik dengan caranya sendiri kok."

"Ah, masa sih? Ada tuh orang yang pendiem tapi tetep gak asik. Dieem bae, sekalinya ngomong galak gituu." Shaneen menggerutu sembari manyun lucu.

"Ini lo pernah nemu orang kaya gitu, bener gak?" tebak Mikha yang tepat sasaran.

"Iya. Hehehe. Tau aja sih lo kak." Shaneen tertawa kecil.

"Keliatan sih, lo keselnya beneran gitu," sahut Mikha terus ikut ketawa kecil.

Shaneen termangu. Dia cuma tahan nafas saat ngeliat Mikha semanis gini kalo senyum sampai gigi-giginya keliatan. Apalagi ternyata Mikha punya gigi gingsul. Lucu, menurut Shaneen. "Eh, btw, gue cabut dulu nih, bentar lagi dosen gue mau--nahkan bener, udah di wa bu Airen." Mikha membaca sebentar pesan dari Bu Airen yang menyuruhnya datang ke kampus karena ada hal yang ingin didiskusikan.

"Gue cabut dulu, Neen," kata Mikha sembari memasukkan laptopnya ke dalam tas lalu berdiri dari kursinya.

Shaneen ikutan berdiri. "Iya, hati-hati. Mampir lagi besok ya!"

"Oh, gue ngangenin nih?" Mikha menaik turunkan alisnya jenaka sembari membenarkan tali tasnya dipundak.

"Gak sih, biar penghasilan kafe ini nambah aja gitu, kan lo suka pesen banyak minum," jawab Shaneen yang mengundang Mikha ketawa.

CrushineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang