_38_ Undangan dan notif

138 26 90
                                        

Jd gak sbr pengen liat reaksi kalian ps baca part ini👀👀🤡🤡🤡
_

__

"Sekarang gue gak mau bikin khawatir atau ninggalin orang yang gue sayang cuma karena ikut balapan."

"Pagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Pagi."

"ANJEM!!"

Shaneen hampir saja salto saat Jean tiba-tiba berdiri di belakangnya yang lagi jemur pakaian di halaman depan kosannya.

Jean yang melihat Shaneen segitu kagetnya langsung mengubah wajahnya yang tadi bersinar menjadi masam. "Kaya ngeliat jurik," sinisnya.

"Gak gituu," bela Shaneen. "Lonya yang ngagetin gue banget."

"Jadi, ada hajat apa lagi seorang Maz Je dateng ke istananya Tuan putri Shaneen?" tanya Shaneen dengan senyum yang gak ikhlas sambil mengangkat keranjang jemuran yang baru ia beli di Shodee, yang sudah kosong itu.

"Mau ... Teh?"

"Hah?"

"Teh manis anget," jawab Jean dengan senyuman sampai keliatan gigi kelincinya yang ia pamerkan tanpa rasa canggung.

"Tunggu tunggu tunggu," Shaneen meletakkan dulu keranjangnya di depan mesin cuci terus balik lagi datengin Jean yang tadi berhenti di ruang tengahnya. "Monmaap nih, gula di kos lo abis? Atau lo udah lupa tutorial cara bikin teh sampe bela-belain dateng ke kosan gue?" cercahnya dengan kening bertaut bingung.

"Bikinin dulu apa susahnya sih? Gausah banyak tanya." lihatlah, Jean mode songongnya lagi On.

Meski memberengut sebal, Shaneen akhirnya membikinkan teh buat Jean.

Cowo itu menunggu di sofa favoritnya dan duduk seleluasa mungkin. Kakinya terbuka lebar, satu tangannya di rentangkan di atas kepala sofa, seperti duduk cowo-cowo pada umumnya.

Shaneen kembali membawa pesanan Jean, plus setoples kacang telor dan peye kacang.

"Nah gini nih, kan gue suka." Jean langsung menyesap teh hangatnya dengan khidmat. Apalagi dia liat Shaneen bawa cemilan.

Asli deh Shaneen gak ngerti banget. Jean selalu berhasil bikin hatinya bertanya-tanya tanpa menemukan jawaban.

"Ketauan suka gratisan, dih," cibir Shaneen.

"Jangan klaim cewe doang yang suka gratisan, bonus, apalagi diskon. Cowok juga kali," kata Jean sambil meraup kacang telor untuk ia kunyah.

Shaneen cuma manggut-manggut 'iya-iya, serah lu dah ipul'.

Jean mencari sesuatu di balik jaket denim yang ia pakai sebagai luaran kaos hitamnya ini, dan gak lama kemudian sebuah kertas berwarna cream campur pink berada di genggamannya.

Jean meletakkan di meja terus ngedorong kertas itu ke arah Shaneen menggunakan jari telunjuknya.

"Undangan?" tanya Shaneen begitu mengambil kertas itu.

CrushineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang