FIKSI BTS LOKAL | Jayendra Kahfi | Shaneen Amalthea.
•••
"Lo harus bersinar dengan cara lo sendiri, bukan dengan cara yang mereka mau."
•••
Shaneen ada kok cita-cita. Tapi dia masih abu-abu dan belum yakin dengan cita-citanya sendiri, selama ini ia...
Wahai Tuan, Kali ini aku ingin egois. Tentangmu, Yang tidak boleh dimiliki siapapun
; Selain Tuhanmu,
Dan aku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Agaknya Shaneen belum tahu kalo Jean ini pentolan di Fakultas Seni Rupa dan Desain bahkan sosok itu sudah masyhur di tingkat universitas. Siapa sih yang gak kenal sama cowo yang hobi balapan, jarang masuk kampus, dan kalo mode diem sama natap orang auranya bisa ngalahin malaikat maut? Bahkan orang dalam goa pun tau itu.
"Lama banget sih," gerutu Shaneen sembari menegapkan punggungnya yang tadi besandar di tembok begitu Jean baru keluar dari kelasnya hari ini.
"Siapa suruh nungguin," balas Jean yang tak menatap Shaneen dan lebih memilih melangkah dengan tampang datar.
Shaneen kelimpungan mengimbangi langkahnya agar sejajar dengan Jean, Gara-gara itu Shaneen jadi gak bisa menikmati perjalanannya menelusuri gedung. Padahalkan masuk ke gedung perguruan tinggi ini keinginannya sedari lama.
"Lo tuh senyum dikit kek dari tadi orang-orang liatin lo tuh," bisik Shaneen sambil melirik satu-persatu makhluk bernafas yang gak mengalihkan pandangannya dari Jean ketika cowo itu lewat di depan mereka. Jeannya malah bodo amat, tetep jalan dengan tampang songong-songongnya gitu.
"Ogah. Males. Gak dapet duit."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yaelah, perhitungan banget sih," dumal Shaneen greget.
Jean mengambil arah kanan pada pertigaan yang menunggunya. Semakin kesini, semakin Shaneen merasa ada yang aneh dengan tatapan mereka. Hal itu semakin di perkuat saat ada bisikan-bisikan samar yang terudara namun Shaneen tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka omongin.
Beberapa kali Shaneen celingak-celinguk ke samping dan belakang sambil terus jalan ngikutin Jean, ternyata gak cuma Jean doang yang jadi pusat perhatian anak-anak, tapi kali ini dirinya juga turut mengalihkan fokus mereka.
Ribuan tanya itu hanya terparkir di dalam benak mereka tanpa berani mengungkapkan ke permukaan, salah satunya tentang siapa gadis yang lagi mengekori Jean sedari Jean menginjakkan kakinya di kampus ini satu setengah jam yang lalu. Iya, Shaneen nungguin kelasnya Jean sampai kelar, emang gak ada kerjaan banget si Shaneen tuh.