FIKSI BTS LOKAL | Jayendra Kahfi | Shaneen Amalthea.
•••
"Lo harus bersinar dengan cara lo sendiri, bukan dengan cara yang mereka mau."
•••
Shaneen ada kok cita-cita. Tapi dia masih abu-abu dan belum yakin dengan cita-citanya sendiri, selama ini ia...
Gimana puasanya nih? Semoga lancar terus ya😇 gak cuma puasanya aja, ibadah yg khususnya di kerjain di bulan penuh berkah ini semoga selalu lancar dan di terima Allah SWT, Aamiin.
Ayo senyum dulu.
Iya, senyum buat nyemangatin Shaneen, hehe.
Karena di part ini.. Kalo kalian sendiri gak senyum, Shaneen bakalan tambah rapuh.
Untuk part ini, gak papa kalo mau nethink, karena emng bener kok🤡
Mohon koreksi jika ada kejanggalan dan kesalahan🙏🏻
Selamat membaca.
____
Kamu mungkin pernah berpikir; Kenapa proses hidupmu tidak semulus cerita orang lain,
Kamu,
Iya, kamu.
Percayalah, hal tersebut bagian dari bentuk amanah Tuhan, bahwa orang lain belum tentu sesabar kamu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Prok prok prok!
"Congratulation!!"
"Congrats yaa! Woo! Keren!"
Gemuruh tepuk tangan dari berbagai awak memberikan secara suka rela kala dirinya di nobatkan sebagai peraih jawara dalam lomba yang diadakan mall yang sedang berulang tahun ini.
Shaneen tersenyum haru dengan indra yang tak luput menatap satu persatu ratusan audience yang berdiri di depan panggung dengan wajah mereka yang berseri-seri.
Shaneen sangat bersyukur selepas menolong perempuan tadi, dirinya tidak apa-apa. Sehingga bisa berada disini tanpa telat sedikitpun.
Penampilan Shaneen tidak glamor, tidak heboh, tidak juga megah, namun cara Shaneen bernyanyi itu mampu membius, memukau, dan menyentuh hati mereka dengan apa adanya dia. Hanya bernyanyi sembari bermain piano, namun entah kenapa audience begitu menghayati dan terhanyut dalam penampilannya, sehingga berdasarkan penilaian dari segala bidang, mereka memilih Shaneen untuk mendapatkan gelar pertama di lomba ini. Shaneen berhak mendapatkanbya, mereka bahkan yakin, Shaneen akan menjadi seorang bintang besar, tidak hanya besar namun juga di sayangi semua orang.
"Anak ayah teh memang terhebat!" Ayah mengacungkan jempolnya tanda begitu bangga dengan bungsunya ini.
"Iihh anak bunda juga atuh, bukan anak ayah wae!" bunda gak mau kalah. "Geulisnya bunda selamat ya atas kemenangannya," ucap Bunda sembari memeluk Shaneen dengan hangat dan limpahan kasih sayang.
Selang 3 menit, bunda melepaskan pelukannya dengan raut redup, "ayah sama bunda teh minta maaf sedalam-dalamnya karena selama ini gak dengerin apa yang jadi impian kamu, nak."