43. Departure

7.2K 660 127
                                        

"Hah?! Banyak banget!" Kata Kananta setelah melihat daftar apa saja yang Kayla ingin lakukan bersamanya sebelum mereka berpisah.

Kananta, akhirnya berhasil lolos seleksi dan akan menjalani masa pendidikan di Sekolah Pilot. Sedangkan Kayla tengah bersiap menyambut hari sebagai Mahasiswi Baru Jurusan Kedokteran di kampus yang dia impikan.

"Yakin sebanyak ini?" Tanya Kananta membaca satu per satu daftar yang baru saja Kayla kirim melalui chat.

Kayla mengangguk antusias dengan senyuman lebar. "Banyak banget ya, hehe. Tapi aku pingin ngelakuin itu semua sama kamu. Kan habis gini LDR" Kayla memasang raut wajah sedih tepat di kata LDR. "Boleh yaaaa?"

Kananta tertawa kecil melihat berbagai ekspresi yang Kayla tunjukkan kepadanya. "Boleh. Apa sih yang nggak boleh buat Kay Kay ku ini hm?" Ujarnya sembari mengacak rambut Kayla.

Kayla mencium pipi Kananta berkali-kali. "Yeay! Makasiiiih!! Love you bangettt" Kayla kemudian memeluk erat Kananta.

Tingkah Kayla kembali membuat Kananta tertawa. "Ha ha ha! Kamu jadi clingy gini yaaa karena mau pisah"

"Selain karena mau pisah, ini tuh juga bentuk rasa senang aku. Sekarang Kanantaku udah bisa senyum lagi, ketawa lagi, ceria lagii. Aku seneeeng banget"

Kananta mencium pipi, dahi lalu bibir Kayla berurutan. "Makasih ya udah mau sabar sama aku," ucapnya diakhiri dengan mengusap kepala Kayla dan memberikan tatapan penuh cinta pada Kayla. "Jadi, dari daftar yang panjaaang itu, mana yang mau kita lakukan hari ini?"

**

Kananta dan Kayla kini berada di bagian selatan kota, sebuah kawasan terkenal yang dikatakan paling tepat sebagai tempat nongkrong anak muda. Kegiatan pertama yang ingin Kayla lakukan bersama Kananta sebenarnya sederhana. Ia ingin menghabiskan waktu seharian bersama Kananta dengan mengelilingi kota menggunakan moda transportasi umum sembari wisata kuliner dan berfoto. Kegiatan sederhana yang terasa spesial karena dilakukan bersama orang kesayangan.

"Kamu mau rasa apa?" Tanya Kananta setelah keduanya tiba di sebuah kedai yang menjual gelato.

"Matcha!"

"Okee. Kamu tunggu sini, aku beli dulu," kata Kananta menyuruh Kayla untuk duduk di kursi sementara dirinya antre untuk membeli gelato.

Tak lama kemudian Kananta kembali membawa dua gelato rasa matcha dan cookies and cream dengan waffle untuk ia nikmati berdua bersama Kayla.

"Sebelum makan, kamu harus jawab dulu tebak-tebak dari aku," ujar Kananta yang sengaja tak memberikan terlebih dahulu gelato matcha ke Kayla.

"Haha, tebak-tebakan apa?"

"Matcha, matcha apa yang indah?"

Kayla diam memikirkan jawaban namun tak ada satu jawaban yang ia dapatkan. Pada akhirnya, ia menyerah sembari menggelengkan kepalanya. "Nggak tau. Emang matcha apa?"

"Matcha yang indah adalah matcha depanku bersamamu," jawab Kananta diakhiri tawa.

Kayla ikut tertawa lalu mencubit gemas kedua pipi Kananta. "Bisa aja kamu yaaa, haha. Sini mana gelatoku"

Kayla dan Kananta pun mulai menikmati gelato mereka. Sesekali mereka juga bergantian mencicipi gelato masing-masing. Kananta tiba-tiba tersenyum menahan tawa saat melihat gelato menempel di bibir Kayla dan Kayla tak menyadari itu. Tanpa ragu, Kananta mengelap gelato yang menempel di bibir Kayla. Namun setelah itu Kayla justru sengaja menempelkan gelato kembali di bibirnya lalu berbalik tersenyum menggoda Kananta.

You Better With MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang