Kayla berdecak kesal, mengacak-acak rambutnya lalu menghela nafas untuk kesekian kalinya.
Feby yang duduk disamping Kayla pun, mau tak mau jadi terganggu dengan sikap sahabatnya itu. Padahal ia datang ke rumah Kayla untuk belajar materi ujian besok bukan melihat Kayla yang uring-uringan sendiri.
"Kay, lo kenapa sih ? Gue jadi gak fokus belajar nih," keluh Feby.
Kayla menghela nafas. "Gue sebel banget. Nanta nyuekin gue lagi"
"Lo sih bego. Udahlah buruan putusin Elang"
"Baru masuk minggu ke-3 jadian, masa gue putusin gitu aja ? Elang bisa mikir gue cewek macam apaan"
Kini gantian Feby yang menghela nafas. "Yaelah. Tinggal bilang aja ke Elang kalo lo terpaksa dan lo nggak nyaman kayak gini"
"Duh nanti kalo Elang cerita ke Bundanya gimana ? Mampus gue"
"Lo itu pacaran sama Elang atau Bundanya sih ?"
*
Kayla menatap kosong buku latihan soalnya. Ia teringat dengan pertanyaan Feby tadi bahwa seharusnya dirinya bisa lebih tegas dengan perasaannya kepada Elang.
Tiba-tiba dering ponselnya membuyarkan lamunannya. Mata Kayla membulat ketika melihat nama Kananta tertera di layar ponselnya. Tanpa pikir panjang, ia segera mengangkat telfon dari Kananta.
"H-halo, Nanta"
"Gue di depan"
"Hah ? Depan mana ?"
"Rumah lo. Cepet keluar"
"Lo ngap--"
Kayla menghela nafas karena Kananta memutuskan sambungan telfon. Ia segera berdiri dan berjalan cepat keluar rumah untuk menemui Kananta.
Kayla menatap heran Kananta yang masih mengenakan seragam sekolah padahal di masa ujian seperti ini, sekolah pulang lebih cepat.
"Lo habis darimana ? Kok masih pakai seragam ?"
Bukannya menjawab pertanyaan Kayla, Kananta justru memberikan sebuah buku kepadanya.
"Gue balikin buku lo yang kapan hari gue pinjam"
Kayla menerima buku tersebut dan kembali bertanya, "Lo habis darimana ?"
"Gue pulang," pamit Kananta berjalan menuju motornya.
Kayla berdecak kesal dan segera menahan lengan Kananta. "Lo masih marah sama gue ?"
Kananta melepaskan tangan Kayla dari lengannya. "Jangan tanya kalo lo udah tahu jawabannya apa"
*****
Kayla keluar dari ruang kelas setelah menjadi orang pertama yang mengumpulkan lembar jawaban. Tak lama kemudian, Kananta juga keluar dari ruang kelas.
Kananta berjalan melewati Kayla tanpa sedikitpun meliriknya. Kayla tak kehabisan akal, meski Kananta bersikap cuek kepadanya, ia berjalan mengikuti Kananta hingga ke area parkir sekolah.
Kananta menghentikan langkahnya membuat Kayla juga berhenti. Ia lalu berbalik dan memberi tatapan heran pada Kayla.
"Ngapain ?" Tanya Kananta dengan nada datar tanpa ada sedikitpun senyum di wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Better With Me
Romance[Budayakan membaca deskripsi & tags] -GxG Story- (Setelah JuS) Setiap dari kita memiliki bahasa cinta masing-masing yang berbeda. Dari bahasa cinta itulah kita belajar bagaimana dicintai dan mencintai termasuk berusaha membuktikan siapa yang lebih l...
