Siang hari di pusat kota yang nampak sibuk. Tempat-tempat makan nampak ramai berisi para pekerja yang sedang beristirahat. Sementara di lain tempat, sebuah gedung sekolah nampak ramai dengan antrian mobil yang menjemput siswa pulang sekolah. Maklum, ini adalah hari pertama sekolah. Tentu saja, murid-murid khusunya Sekolah Dasar, pulang lebih awal karena jam efektif belajar belum diterapkan.
Guru-guru berusaha menertibkan murid-muridnya, memastikan tak hilang dari pandangan mereka terutama murid kelas 1 SD. Bagusnya, sekolah ini menerapkan sistem penjemputan yang baik. Dari petugas keamanan hingga wali kelas bekerja sama agar proses penjemputan tiap harinya berjalan lancar. Kendaraan yang menjemput maupun penjemput harus sudah terdaftar di sistem.
"Bu Widi, Keenan mau pipis," ucap anak lelaki dengan pipi chubby-nya yang mulai memerah tiap ia merasa kepanasan, kepada guru yang ada di depannya.
"Loh, bentar lagi kan Keenan dijemput. Tuh, mobilnya udah dekat," ujar Bu Widi sambil menunjuk mobil berwarna hitam yang ada di antrian kendaraan penjemput.
Keenan memanyunkan bibirnya. Tanda ia sebal tak mau menunggu karena ia sudah tak tahan lagi. Anak perempuan di sebelahnya menyaksikan itu. "Yaudah, Keira aja yang anterin Keenan, deh," ujarnya.
Bu Widi menggelengkan kepala, "No. Kan Keira perempuan. Nggak boleh masuk toilet cowok"
"Ih, Bu Widi kan juga perempuan," timpalnya.
"Bukan gitu maksudnya, Keira." Bu Widi menghela nafas kecil. "Yaudah, cepet sana temenin kembaran kamu itu ke toilet. Tuh dah makin deket mobil kalian," titahnya sambil kembali menunjuk mobil yang menjemput si kembar.
Ya, Keenan dan Keira adalah saudara kembar. Mereka lahir selisih 1 menit saja dengan Keenan lahir lebih dulu. Kelahiran yang mengejutkan bagi keluarga mereka karena kondisi kehamilan ibu mereka tak cukup baik saat itu. Keira bahkan harus menjalani perawatan dulu di rumah sakit hingga akhirnya bisa pulang bertemu kembali dengan Keenan.
"Ayo, cepet!" Kata Keira melihat Keenan yang akhirnya keluar dari toilet laki-laki.
"Sabar, dong!" Ucap Keenan sambil membetulkan sabuknya.
Keira dengan kedua tangan terlipat di dada, memutar malas bola matanya. "Lamban"
Keenan mengendus kesal. "Mirip Mama kalo lagi ngamuk," ujarnya sambil berlari kecil mengejar Keira yang meninggalkannya.
Keira berhenti sebentar. Setelah Keenan berada di sampingnya, ia kembali berjalan cepat lagi namun kini sambil menggandeng tangan Keenan. Walau akhir-akhir ini mereka sering ribut, pada akhirnya akan berbaikan lagi seperti ini.
Bu Widi segera memakaikan tas keduanya sesaat setelah mereka kembali. Ia lalu menggandeng mereka, mengantarkan ke area penjemputan. Mobil hitam berhenti di depan mereka. Kaca jendela mobil terbuka memperlihatkan perempuan dengan rambut sebahu yang sedikit bergelombang, di kursi kemudi. Ia tersenyum lebar dan melambaikan tangan ke Bu Widi, Keenan dan Keira.
"Siang, Bu," sapa Bu Widi lalu membukakan pintu mobil untuk Keenan dan Keira.
"Terima kasih, Bu Widi," balas perempuan itu. "Keenan dan Keira, bilang apa?" Tanya-nya kepada si kembar yang sudah duduk di dalam mobil.
"Makasih, Bu Widi. Bye-bye!" Ucap keduanya berbarengan sambil melambaikan tangan. Tak lupa tersenyum lebar, memperlihatkan gigi mereka yang belum lebar.
Bu Widi sedikit menahan tawa. "Sama-sama. Hati-hati di jalan ya! Besok bertemu lagi di sekolah," katanya sambil ikut melambaikan tangan dan tersenyum.
Setelah berpamitan, mobil kembali tancap gas perlahan meninggalkan area sekolah. Perempuan yang ada di kemudi sedikit melirik si kembar lewat spion tengah mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Better With Me
Romance[Budayakan membaca deskripsi & tags] -GxG Story- (Setelah JuS) Setiap dari kita memiliki bahasa cinta masing-masing yang berbeda. Dari bahasa cinta itulah kita belajar bagaimana dicintai dan mencintai termasuk berusaha membuktikan siapa yang lebih l...
