Special Chapter (1)

6.3K 545 78
                                        

Senja kembali mengecek daftar perlengkapan dan peralatan yang harus dibawa, memastikan semua sudah dimasukkan ke dalam mobil. Setelah selesai, ia menyuruh anak-anak untuk masuk ke dalam mobil. "Anak-anak, ayo masuk ke mobil!", ajak Senja sambil mengunci pintu rumah.

Kayla, Kenzo, dan Kenta masuk ke dalam mobil sambil berseru senang karena hari ini akan jadi hari pertama kalinya mereka pergi berkemah sekeluarga. Jingga membantu mereka duduk di kursi tengah sambil memastikan sabuk pengaman terpasang.

"Nanti kalo kebelet pipis, bilang. Jangan diem-diem ngompol. Gaga turunin di tengah jalan," ujar Jingga mengingatkan sekaligus mengancam anak-anak. "Iyaaaa," jawab ketiganya serempak.

Pada chapter kali ini, mari kita ikuti keseruan Keluarga Kaktus saat anak-anak masih kecil.

Selamat membaca :)

******

Setelah menempuh waktu perjalanan sekitar 2 jam, keluarga kesayangan kita akhirnya tiba di lokasi perkemahan. Jingga memarkirkan mobil di dekat area perkemahan yang sudah dipesan sebelumnya. Mereka sekeluarga turun dari mobil dan menyapa dua keluarga lain yang sudah datang lebih dulu. Mereka memang tidak berkemah sendirian karena keluarga kecil Lily dan Bram serta Sarah dan Satrio juga ikut bergabung.

Kayla, Kenzo, dan Kenta berlari kecil keluar dari mobil menghampiri Gema, Gita, dan Saka.

Gema dan Gita adalah anak dari Lily dan Bram. Sementara Saka adalah anak dari Sarah dan Satrio. Gema dan Saka seumuran dengan Kayla dan Kenzo. Lalu Gita, satu tahun lebih tua dari Kenta.

"Lama banget sih kalian," kata Lily kepada Jingga dan Senja.

"Lo pasti bangun kesiangan ya, Ngga" kata Sarah yang kini berdiri di sebelah Lily.

Jingga menggeleng pelan lalu menunjuk Kenta dan Kenzo. "Berhenti dua kali karena mereka tiba-tiba kebelet pup," ujarnya membuat Lily dan Sarah tertawa.

"Kak Lily! Kak Sarah! Kangen banget udah lama nggak ketemu!" Senja memeluk Lily dan Sarah bergantian. Ia juga tak lupa menyapa Bram dan Satrio yang sedang berusaha mendirikan tenda.

"Ngga, sini bantuin!" Titah Bram.

"Bentar," kata Jingga. Ia menghampiri Kayla, Kenzo, dan Kenta yang sudah bersiap untuk bermain bersama Gema, Gita, dan Saka. Ia hendak melaksanakan briefing bersama ketiga anaknya itu. "Ayo briefing dulu" Kata Jingga diikuti anggukan antusias dari anak-anak meski mereka tak tahu apa arti dan makna dari kata briefing.

"Dilarang bermain jauh dari Gaga dan Mama. Kalau mau pipis atau pup, ngomong ke Gaga dan Mama. Jangan pergi ke toilet sendirian. Ngerti?" Kayla, Kenzo, dan Kenta mengangguk sebagai jawaban. "Yang bisa mematuhi semuanya, nanti boleh beli satu mainan" Ucapan Jingga itu membuat ketiga anaknya tersenyum senang. "Dah sana main," ujar Jingga yang sudah membolehkan anak-anak bermain.

Lily dan Sarah tertawa kecil melihat bagaimana cara Jingga berkomunikasi dengan anak-anak. Terkadang mereka masih tidak menyangka Jingga yang dulu tak banyak bicara, kini bisa berkomunikasi baik dengan anak-anak dan tentunya dengan caranya sendiri.

"Lucu ya, Kak?" Tanya Senja yang memperhatikan Lily dan Sarah.

"Haha, Iya. Lucu aja gitu lihat dia ngomong sama anak-anak," kata Sarah.

"Dia masih manggil pake kata 'Oi' nggak sih ke anak-anak?" Tanya Lily.

"Itu sih masih, haha. Dia kalo manggil tuh, Oi Kenta, Oi kembar," ujar Senja menirukan gaya bicara Jingga, membuat Lily dan Sarah tertawa. "Udah aku tegur tapi masih gitu mulu," lanjutnya.

Senja, Lily, dan Sarah melanjutkan sesi obrolan mereka sambil menata peralatan memasak sekaligus bersiap untuk memasak makan siang. Sementara Jingga membantu Bram dan Satrio untuk mendirikan 3 tenda untuk masing-masing keluarga mereka.

You Better With MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang