"Ta"
"Hm ?"
"Nanta ?"
"Hm ?"
"Kananta Adiwarna!"
"Apasih Cillok ? Gue nggak budeg!"
Cilla memicingkan matanya kepada Kananta yang sedari tadi membaca komik sambil tidur-tiduran diatas ranjang kamarnya. Kananta yang dilihati seperti itu akhirnya memposisikan dirinya duduk menghadap Cila.
"Ada apa Cilla ?" Tanya Kananta kembali mencubit gemas kedua pipi Cilla.
Cilla lalu menunjukkan jawaban tugas Kimianya kepada Kananta, "Ini hasilnya gini, bener kan ?"
Kananta hanya mengangkat kedua bahunya pertanda ia tidak tahu.
"Lah gimana sih ? Kan lo rajin les sama Kayla"
"Heh, gue les sama Kay Kay bukan berarti otak gue auto encer kayak dia"
Cilla menghela nafas kasar, "Wah. Lo memang nyebelin banget, Ta"
Sepersekian detik kemudian Kananta mengaduh kesakitan karena Cilla memukul pundaknya dengan bukunya.
"Duh. Jahat banget sih!" Keluhnya ketika Cilla menyelesaikan aksinya.
"Awas ya kalo nanti sama Kay berhasil dan lo nggak nraktir gue"
"Iya iya"
"Saingan lo itu berat, Nanta"
"Iya iya si CapLang nanti pasti kalah dari gue"
Cilla tertawa kecil mendengar Kananta mempelesetkan nama Elang menjadi merek minyak angin CapLang.
"Hmm yakin hati lo udah berpaling dari si Mau--"
"Sssttt," Kananta meletakkan telunjuknya di bibir Cilla. "Dilarang menyebut nama mantan"
"Yaelah sok-sokan nggak mau nyebut. Kalo si MauMau nangis, entar juga kebucinan lo kumat"
Kananta menggeleng-gelengkan kepalanya, "Cilla, hubungan toxic itu harus diakhiri. Lo sendiri kan yang bilang gitu ke gue ?"
"Iyadeh yang sekarang klepek-klepek nya sama si Kay Kay"
Kananta tersenyum lebar, "Nanti kalo gue sama Kay Kay berhasil, gue traktir Cilok sebanyak-banyak nya"
Cilla mendengus kesal, "Kalo Cilok mah gue bisa beli sendiri"
*****
Malam ini, Kayla makan malam bersama keluarganya di sebuah restoran all you can eat yang menyajikan berbagai menu daging, seafood dan salad. Daripada makan di restoran mewah dengan aneka makanan kebarat-baratan, mereka lebih suka makan di tempat seperti ini.
"Kay, jangan ngelamun dan murung gitu," ujar Senja yang memperhatikan putrinya itu sedari tadi.
Kayla menghela nafas, "Iyaa, Ma"
Jingga yang duduk di sebelah Kayla, mengambil potongan daging besar yang sudah matang lalu meletakkannya di piring Kayla.
"Makan aja yang banyak," ujarnya tersenyum tipis kepada Kayla.
Sementara itu Kenzo mengambilkan semangkok soup penuh dengan berbagai isi kesukaan Kayla. "Udah jangan sedih mulu. Kan lo masih dipercaya ngurus OSIS meski bukan Ketua"
Kayla tersenyum tipis kepada mereka, "Iya iya, terimakasih udah selalu perhatian sama Kayla"
Kenta ikut tersenyum, "Nah gitu dong Kakak senyum. Sini gelasnya, Kenta ambilin minum"
KAMU SEDANG MEMBACA
You Better With Me
Romance[Budayakan membaca deskripsi & tags] -GxG Story- (Setelah JuS) Setiap dari kita memiliki bahasa cinta masing-masing yang berbeda. Dari bahasa cinta itulah kita belajar bagaimana dicintai dan mencintai termasuk berusaha membuktikan siapa yang lebih l...
