"Kita kurang berapa putaran, Lang ?" Tanya Kenzo memelankan langkah larinya.
"Dua," jawab Elang menyamakan langkahnya dengan Kenzo.
Mereka berdua tidak sedang dihukum tapi mereka sedang melalukan pemanasan sebelum memulai kegiatan ekskul futsal sore ini.
"Lang"
"Hm ?"
"Suka ?"
"Apanya ?"
"Itu," menggunakan dagunya, Kenzo menunjuk Kayla dan Cilla yang sedang berjalan di koridor kelas dekat lapangan.
"Hmm maksudnya ?"
"Gue tahu kok. Lo suka Kakak gue, Kayla"
Seketika raut wajah Elang berubah menunjukkan eskpresi seperti tertangkap basah ketika mendengar ucapan Kenzo barusan.
Elang menelan ludah, "Uhm .... gue ... kelihatan banget ya ?"
Kenzo tersenyum tipis, "Yaa lumayan. Karena kita sama-sama cowok jadi ya gue tau lah cowok lagi jatuh cinta dan pdkt itu kek gimana"
"Sorry, Zo"
Kenzo mengerutkan dahinya, "Kenapa lo malah say sorry ?"
"Gue ... ngerasa nggak pantas aja sama Kayla"
Kenzo menepuk pelan pundak Elang, "Yang berhak bilang lo pantas atau enggak untuk Kayla ya si Kayla sendiri. Lagian ini masih awal, lo jangan nyerah gitu aja"
"Lo ... dukung gue ?"
Kenzo kembali tersenyum dan mengangguk pelan, "Gue dukung asalkan lo dapetin hati Kayla dengan cara yang fair"
Kini giliran Elang yang mengerutkan dahinya, "Fair ?"
"Bukan cuma lo yang berusaha dapetin hatinya Kayla"
*
Hari ini kegiatan ekskul orkestra berakhir sedikit lebih cepat dari biasanya. Tentu saja hal ini disambut senang oleh para murid karena mereka bisa pulang lebih cepat.
"Langsung pulang, Kay ?" Tanya Cilla setelah membereskan alatnya.
"Kalo Kenzo masih lama yaa gue pulang duluan sendiri sih. Lo langsung pulang ?"
"Sama kayak lo. Kalo Nanta masih lama, gue duluan, hehe"
"Oh yaudah kalo gitu kita tunggu mereka di gedung olahraga aja"
Setelah berpamitan dengan yang lainnya, Kayla dan Cilla berjalan menuju ke gedung olahraga. Cilla mengajak Kayla untuk duduk di tribun area lapangan basket sambil menyaksikan ekskul basket putri yang sedang latihan.
"Kelihatan beda ya ?" Tanya Cilla tiba-tiba membuat Kayla bingung.
"Apanya yang beda, Cil ?"
Dengan dagunya, Cilla menunjuk Kananta yang baru saja memasukkan bola ke dalam ring melalui three point shoot.
"Nanta ?" Tanya Kayla yang dijawab anggukan oleh Cilla.
"Dia kalo lagi main basket bisa se-serius itu tapi kalo di keseharian malah annoying banget" ujar Cilla.
"Hmm iya. Pas belajar malasnya minta ampun. Gue capek kalo harus berulang kali jelasin ke dia. Tiap hari suka banget godain gue," keluh Kayla.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Better With Me
Romance[Budayakan membaca deskripsi & tags] -GxG Story- (Setelah JuS) Setiap dari kita memiliki bahasa cinta masing-masing yang berbeda. Dari bahasa cinta itulah kita belajar bagaimana dicintai dan mencintai termasuk berusaha membuktikan siapa yang lebih l...
