Weekend-ku sangat membosankan. Setelah jalan bersama Josh dan keluarganya ke Botani Square dengan dilanjut mengantar mereka naik bis Damri yang letak pusatnya berada tepat di sebelah mall, aku kembali ke rumah dan tak melakukan apa-apa. Sampai hari Minggu pun masih begitu. Seharusnya tidak sulit untuk menemukan kegiatan, banyak hal yang menyenangkan. Namun, aku malah uring-uringan sendiri.
Apakah ini karena aku melihat Harry ketika bertemu di mall? Maksudku, Harry terlihat sangat datar, kan? Dari cara menyapanya, dari cara ia tak tersenyum. Mungkin ini berlebihan, tetapi sah saja kan jika aku memikirkan hal sepele semacam senyuman dan sapaan? Karena hal ini membuaku berpikiran kalau dia marah atau lelah.
Aku mengisi daya battery handphone milik ku segera setelah bertanya-tanya tanpa ada jawaban jelas. Butuh beberapa waktu hingga handphone tersebut bisa menyala. Lantas, aku menerima beberapa pesan dari Harry yang mungkin ia kirim tadi siang atau kemarin.
5 messages
From: H
Sky, are you home already or what?
From: H
Hey, I can't pick you up this morning. I really am sorry. I kinda have something to do. See you at school. x
From: H
Where are you, Skyler?
From: H
Hey, love, you're sick and you didn't tell me about it? :(
From: H
Have a good rest, babe! All the love xH
Received Yesterday 07:30
To: H
Hey, I know it's kind of late to reply but thank you so much! I hope you're not mad at me for the very late reply. See you tomorrow at school, perhaps? :)
From: H
Sure.
Twitter
Harry_Styles: Ice cream Sunday with some friends. Good day.
Zarfaraa: Lagi makan ice cream bareng 'H' tapi sayang nggak bisa di foto.
Aku membalas pesannya dengan harapan agar ia tidak marah. Sialnya, ia membalas hanya dengan satu kata. Ketika aku mengecek twitter untuk memastikan, ia malah sedang asik berkumpul. Ini benar-benar menyebalkan dan membuatku khawatir. Atau mungkin kesal. Tetapi juga khawatir. Keduanya. Ah, seperti itulah.
Aku tak bisa membedakannya lagi, sudah terlalu tercampur aduk hingga tanganku dengan reflek melempar handphone-ku ke atas kasur. Untung saja kasur, bukan lantai yang keras. Kalau tidak, mungkin handphone-ku sudah hancur berkeping-keping sekarang.
Aduh, Skyler. Bagaimana kau bisa sebegini berlebihan? Setidaknya ia membalas!
Aku pun meraih handphone-ku kembali dari kasur. Menatap pesan masuk terakhir tersebut hingga akhirnya ada sebuah e-mail masuk yang membuatku segera mendekatkan jarak mataku kepada layar handphone. Alamat e-mail yang terpampang dari nama si pengirim mungkin baru pertama kali kubaca, tetapi namanya tak bisa ku elak kefamiliarannya
From: Josh Evans
Hi
Hi, Sky! Just wondering if your e-mail is still the one I made for you.
Reply
To: Josh.Evans@yahoo.com
Subject: Hi
Hello Joshie! Of course I still use this e-mail. So how was the flight?
Send
From: Josh Evans
Hi
KAMU SEDANG MEMBACA
The NewComer
FanfictionSiapa yang kira seorang pendatang baru di sekolah dapat merubah kehidupan SMA ku? ©2014 by itshipstastyles dedicated to all Indonesian High Schoolers WARNING: It's an unedited version, still trying to work on several stuffs as plot, words, typos etc.
