Sinar matahari yang menyorot tajam membuat gadis yang masih tertidur nyenyak terbangun.
Eunha membuka matanya heran kala menemukan selimut yang membungkus dirinya.
'Perasaan semalem gua ngga pake selimut.'
Eunha menengok Jungkook yang masih tertidur nyenyak. Tunggu ada yang aneh. Pakaian yang Jungkook pakai berbeda dengan yang semalam ia lihat.
Eunha duduk di pinggir ranjang. Menempelkan punggung tangannya ke dahi Jungkook yang sudah tidak sepanas kemarin. Kelegaan datang di hatinya.
'Syukurlah. Gua lega panas lu udah turun.'
Eunha berjalan mengecek ponselnya yang semalam lupa ia cas. Eunha segera mengeluarkan charge ponsel di tasnya lalu dengan segera mengecasnya.
Eunha memilih untuk mandi terlebih dahulu. Untung saja ia sempat membawa baju ganti.
Kaki jenjangnya mengarahkannya pada kamar mandi di apartemen Jungkook. Eunha segera memasukinya dan mandi.
Tak butuh waktu lama ia keluar dari kamar mandi dengan atasan bermotif beruang warna merah dan celana pendek jeans di atas lutut sedikit.
Eunha membuka pintu kamar Jungkook dan melihat Jungkook yang sedang berkutat dengan laptopnya. Jujur saja kini ia merasa sangat gugup. Jantungnya berdebar kencang.
"Ngapain lu berdiri di situ? Masuk!" sahut Jungkook saat merasa Eunha berdiri di depan pintu. Eunha dengan segera melangkah maju memasuki kamar.
Kembali dirinya duduk di sofa. Jungkook menatap Eunha sendu. Entah mengapa Jungkook merasa sedikit aneh. Dulu, jika ia sakit seperti ini Eunha akan terus menunggunya di ranjang. Tak pernah meninggalkannya sedetik saja.
"Apa ada yang sakit?" tanya Eunha merasa Jungkook memperhatikannya.
"K-kau ti-tidak di sini?" tanya Jungkook gugup. Eunha mengernyitkan alisnya.
'Shit! Kenapa gua gugup gini?'
"Heum?"
"B-biasanya k-kau se-sela-lu di sa-sam-samping ku te-terus kan," Jungkook merasa kini pipinya memerah.
'Perkataan macam apa itu, Jungkook? Itu sudah masa lalu!'
Eunha tersenyum dan beranjak dari tempatnya. Duduk di depan Jungkook dan menangkup pipinya dengan kedua tangannya. Ibu jarinya mengelusnya pelan nan lembut membuat pria kelinci memejamkan matanya.
"Lain kali jika kau ingin aku di dekatmu kau bisa langsung memintanya..."
Usapan lembut yang Eunha terus berikan membuat Jungkook lupa dengan statusnya kini.
"Jungkook," panggil Eunha sambil menurunkan kedua tangannya membuat pria di depannya sedikit kecewa.
"Hm?"
"Jika setelah ini kau ingin membully ku, aku tak mempermasalahkannya. Lagipula ini juga kesalahanku yang melanggar perjanjian dan kesepakatan antar kita."
"Hm!" jawabnya singkat. Untuk kali ini saja ia tak suka Eunha membicarakan status mereka yang sekarang.
"Kau marah?"
"Menurut lu?"
"..."
"Bisa ngga sehari aja lu ngga usah ingetin apa status kita sekarang?! Lu bilang lu rindu Ivy kan, tapi kenapa sekarang lu malah ngingetin apa status kita? Sebenarnya lu tuh beneran kangen Ivy, atau itu cuma teori lu aja?" tanya Jungkook menyelidik.
"Lu ngomong apa sih? Gua selalu kangen sama Ivy. Bahkan itu setiap waktu setiap detik. Gua cuma ngga mau aja, kalau Devil Boy's makin benci sama gua."
"Apalagi kita udah buat kesepakatan ngga boleh saling deket dan bahkan kontak fisik. Di kesepakatan juga tertulis kalau ada yang nglanggar maka dia harus siap dibully."
"Gua ketua Devil Boy's dan gua bebas mau kasih lu hukuman apa engga. Itu urusan gua. Kalau lu cuma takut sama Eunwoo, itu biar jadi urusan gua!"
Eunha tersenyum tipis namun tulus mendengar perkataan Jungkook. Selama ini, ia selalu berpikir kalau Jungkook adalah orang yang sangat membencinya. Namun sepertinya ia salah. Buktinya kini Jungkook seakan mengatakan semua akan baik-baik saja.
"Gua juga percaya lu bukan pembunuhnya. Ikuti aja permainannya."
*
*
*
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]
Fiksi PenggemarAwalnya mereka bersatu sebagai Ivy, karena ada perselisihan mereka berpisah sebagai Devil Boy's dan Angel Girl's. Meski terlihat saling benci, sebenarnya ada rindu yang dalam di hati mereka masing-masing. Start : 24 Agustus 2021 End : 29 Juni 2022...
![Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]](https://img.wattpad.com/cover/282294016-64-k704504.jpg)