"Lu yakin, Gyu?" Eunha mengaduk orange juicenya dengan sedotan. Menatap teman di depannya dengan tak percaya. Bagaimana bisa?
"Gua yakin, Nha. Pas kita di puncak hari kedua, malemnya gua denger pas dia telponan sama orang." Jawab pria berkulit tan dengan yakin.
"Lu sempet rekam?" tanya pria yang duduk di sebelahnya.
"Gak sempet," lirih Mingyu Alvaro.
"Tapi gua yakin dia ada sangkut pautnya sama kejadian itu."
Mendengar jawaban mantab dari Mingyu membuat Eunha dan Dokyeom yakin jika dia ada sangkut pautnya dengan pemfitnahan ini.
"Tapi, kita gak bisa nyimpulin gitu aja tanpa bukti. Yang ada nanti kita fitnah dia."
"Lu bener, Nha. Kalau gitu gua sama Dokyeom ke apartemennya nanti, gua yakin dia ada di sana."
"Lu yakin dia mau langsung cerita gitu aja?"
"Kita coba dulu, Dokyeom Mahendra."
Eunha tersenyum melihat kedua sahabatnya. Dirinya tak menyangka jika mereka akan membantunya membalikkan Ivy. Padahal dulu Eunha sangat yakin jika Devil Boy's sudah tidak mengharapkan Ivy kembali.
"Thanks ya lu berdua mau bantuin gua."
***
Seperti yang sudah direncanakan, kini keduanya berada di depan apartemen orang yang mereka curigai.
Tanpa ragu Mingyu memencet bel. Dan tak lama munculah pria berkulit putih dari balik pintu.
"Ekhem! Gak disuruh masuk, Pak?" tanya Dokyeom membuat pria tersebut mendengus kesal dan mempersilakan kedua orang itu masuk.
"Ngapain lu berdua dateng? Ganggu orang aja!" cetus pria tersebut dengan dingin.
Dokyeom maupun Mingyu memutar bola matanya malas. Sok dingin banget nu bocah. Eh enggak deng, semenjak Ivy bubar dia jadi sosok yang dingin.
"Yaelah galak amat. Niat kita baik lho mau berkunjung, ngecek lu masih nafas apa kagak," Mingyu dengan cepat menepuk pundak sahabatnya dengan keras. Membuat sang sahabat meringis kesakitan.
"Lu masih liat kan gua masih ada disini." Dokyeom menelan salivanya susah payah mendengar penuturan tuan rumah.
"I-iya ah jutek amat!"
Dalam diamnya Mingyu Alvaro memikirkan bagaimana cara bertanya pada dia agar tidak curiga.
"Mmm---Eunwoo." Panggil Mingyu membuat Eunwoo Aristo menatapnya sambil menaikan satu alis.
"Daripada bosen mending main TOD yok!" Ajak Mingyu Alvaro. Ajakannya disetujui oleh dua orang ini. Akhirnya asa cara yang bisa membuat nya bertanya.
Mingyu mengambil botok aqua disebelahnya untuk diputarkan. Tak tahu itu milik siapa. "Kita pakek ini aja ya biar adil nanti." Mereka berdua menjawab dengan anggukan.
Mingyu memutar botolnya dan melepasnya. Putarannya semakin lama semakin lambat dan akhirnya berhenti di
Dokyeom.
"Dokyeom, truth or dare?" tanya Mingyu dan Eunwoo bersamaan. Dokyeom dengan bangga menjawab, "gua ma LAKIK jadi gua pilih dare."
Eunwoo menatap Dokyeom intens. "Gua yang kasih dare," Mingyu mengangguk menjawab pria yang berkulit lebih putih darinya.
"Untuk kali ini lu chat mantan kirim pap with caption : Gua sayang sama lu," Dokyeom menatap Eunwoo tak terima. Baru dia mau mengelak suara mengintrupsinya, "katanya lu LAKIK kan." Huh! Ya sudah deh untuk kali ini saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]
FanfictionAwalnya mereka bersatu sebagai Ivy, karena ada perselisihan mereka berpisah sebagai Devil Boy's dan Angel Girl's. Meski terlihat saling benci, sebenarnya ada rindu yang dalam di hati mereka masing-masing. Start : 24 Agustus 2021 End : 29 Juni 2022...
![Devil Boy's vs Angel Girl's | 97L [END]](https://img.wattpad.com/cover/282294016-64-k704504.jpg)